Sering Dianggap Beban, Data BI Malah Klaim Gen Z Punya Kuasa Besar di Ekonomi Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026, 18:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Generasi Z atau Gen Z kerap mendapat cap sebagai generasi yang terlalu konsumtif, sulit membeli rumah, hingga dianggap belum cukup mapan secara finansial. Namun, anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya menggambarkan peran mereka dalam perekonomian Indonesia.
Di tengah perubahan gaya hidup yang semakin digital, Gen Z justru menjadi salah satu kelompok yang paling dekat dengan ekosistem ekonomi digital. Kebiasaan bertransaksi melalui ponsel, menggunakan QRIS, berbelanja secara online, hingga memanfaatkan berbagai layanan keuangan digital membuat generasi ini punya pengaruh besar terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat.
Data terbaru Bank Indonesia bahkan menunjukkan betapa pesatnya pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital di Indonesia sepanjang 2026.
Dalam laporan Kebijakan Moneter Triwulan II 2026, Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 16,07 miliar transaksi pada triwulan II 2026. Angka tersebut tumbuh 36,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Transaksi melalui aplikasi mobile bahkan tumbuh 31,39 persen secara tahunan.
Salah satu yang paling mencolok adalah transaksi QRIS. Bank Indonesia mencatat transaksi QRIS pada triwulan II 2026 tumbuh hingga 100,12 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya masyarakat yang menggunakan sistem pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Gen Z Bukan Sekadar Konsumen, Tapi Penggerak Ekonomi Digital
Jika melihat karakteristik generasi yang tumbuh bersama internet dan smartphone, Gen Z menjadi kelompok yang sangat dekat dengan perubahan tersebut.
Mereka tidak hanya menggunakan teknologi untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk membeli makanan, membayar transportasi, berbelanja, menikmati hiburan, memesan tiket, hingga menjalankan bisnis.
Kebiasaan tersebut menciptakan perputaran uang dalam jumlah besar di ekosistem digital. Setiap transaksi yang dilakukan melalui platform digital pada akhirnya ikut menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari UMKM, restoran, transportasi, industri kreatif hingga perusahaan teknologi.
Bank Indonesia sendiri mencatat bahwa pertumbuhan transaksi digital terus didukung oleh bertambahnya jumlah pengguna dan merchant. Artinya, perubahan kebiasaan pembayaran masyarakat bukan sekadar tren sesaat, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi nasional.
Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam mendorong transformasi ekonomi menuju sistem yang semakin digital.
Anggapan Gen Z Hanya Suka Menghabiskan Uang Mulai Dipertanyakan
Gen Z memang sering dikaitkan dengan budaya konsumtif. Media sosial membuat berbagai tren muncul dengan cepat, mulai dari makanan viral, fesyen, traveling hingga produk kecantikan.
Namun, melihat fenomena tersebut hanya dari sisi konsumsi tentu tidak cukup.
Di balik tingginya aktivitas belanja, terdapat ekosistem bisnis yang ikut tumbuh. Kreator konten memperoleh penghasilan dari internet, pelaku UMKM memasarkan produk melalui media sosial, pekerja lepas mendapatkan proyek secara digital, sementara anak muda lainnya membangun bisnis dengan memanfaatkan platform online.
Dengan kata lain, Gen Z tidak selalu berada di posisi sebagai pembeli. Sebagian dari mereka juga menjadi penjual, kreator, pekerja digital, hingga pemilik usaha.
Perubahan tersebut membuat batas antara konsumen dan produsen semakin tipis.
Ekonomi Indonesia Makin Bergantung pada Transaksi Digital
Fenomena ini juga tidak berdiri sendiri. Bank Indonesia mencatat volume pembayaran digital pada triwulan I 2026 mencapai 14,82 miliar transaksi, tumbuh 37,69 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, transaksi QRIS bahkan tumbuh 116,43 persen.
Memasuki triwulan II, pertumbuhan transaksi digital tetap tinggi. Volume transaksi pembayaran digital mencapai 16,07 miliar transaksi, sementara transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 1,529 miliar transaksi dengan nilai Rp3.777 triliun.
Angka tersebut memperlihatkan betapa besar perubahan pola transaksi masyarakat Indonesia.
Ponsel kini bukan hanya alat komunikasi. Bagi sebagian besar masyarakat, termasuk generasi muda, smartphone telah berubah menjadi dompet, toko, rekening, alat kerja, bahkan sarana membangun bisnis.
Tapi Benarkah Gen Z Menguasai Ekonomi Indonesia?
Istilah menguasai ekonomi tentu perlu dipahami secara hati-hati.
Data Bank Indonesia tidak secara langsung menyebut Gen Z sebagai kelompok yang menguasai seluruh transaksi ekonomi Indonesia. Data tersebut lebih menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia sedang berkembang sangat pesat dan generasi yang akrab dengan teknologi memiliki posisi strategis dalam perubahan tersebut.
Dengan demikian, lebih tepat jika Gen Z disebut sebagai salah satu kekuatan penting dalam ekonomi digital Indonesia, bukan satu-satunya kelompok yang mengendalikan perekonomian.
Apalagi ekonomi Indonesia masih ditopang oleh berbagai kelompok usia dan sektor usaha. Bank Indonesia mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didukung oleh permintaan domestik serta berbagai kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia.
Tantangan Gen Z Justru Ada di Pengelolaan Uang
Besarnya peran Gen Z dalam ekonomi digital juga menghadirkan tantangan tersendiri.
Kemudahan pembayaran membuat transaksi menjadi semakin praktis. Namun, di sisi lain, kemudahan tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah berbelanja tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan.
Promo, diskon, paylater, tren media sosial dan kemudahan checkout dapat mendorong perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi kemampuan mengatur keuangan.
Karena itu, besarnya kontribusi Gen Z terhadap ekonomi digital seharusnya berjalan beriringan dengan peningkatan literasi keuangan.
Generasi muda tidak cukup hanya menjadi konsumen terbesar dalam ekosistem digital. Mereka juga perlu memiliki kemampuan mengelola pendapatan, menabung, berinvestasi secara bijak, membangun usaha, dan menciptakan sumber penghasilan baru.
Pada akhirnya, anggapan Gen Z hanya menjadi beban ekonomi tidak bisa dilihat secara sederhana. Di tengah ledakan transaksi digital, generasi ini justru menjadi bagian penting dari perubahan cara masyarakat Indonesia berbelanja, bekerja, berbisnis, dan menggunakan uang.
Jika kemampuan konsumsi tersebut berhasil diimbangi dengan produktivitas dan literasi finansial, Gen Z bukan hanya akan menjadi pasar yang besar, tetapi juga dapat menjadi salah satu motor penting pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.
- Gen Z
- Bank Indonesia
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terkait:
-
Ikut Stres Hingga Anak Istri Dihujat Netizen, Denny Sumargo Berharap Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Segera Cooling Down
-
Susul Wonwoo, Hoshi, dan Woozi: 5 Personel SEVENTEEN Dipastikan Berangkat Wamil Tahun Ini, Buka Peluang Comeback Lengkap di 2028
-
7 Sunscreen Mineral Terbaik untuk Kulit Sensitif 2026, Ringan dan Minim White Cast
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.