Kacang Bikin Jerawatan?  Ini Fakta Mengejutkan Soal Hubungan Kacang dan Jerawat

Ket. Potret wanita dengan wajah berjerawat.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pernah mendengar anggapan terlalu banyak makan kacang bisa membuat wajah dipenuhi jerawat? Mitos tersebut sudah lama beredar dan bahkan cukup dipercaya oleh sebagian masyarakat Indonesia. Tak sedikit orang yang merasa kulit mereka mulai bermasalah setelah menyantap kacang, sehingga makanan satu ini akhirnya dianggap sebagai salah satu musuh kulit mulus.

Namun, benarkah kacang merupakan penyebab jerawat?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu. Jerawat merupakan masalah kulit yang bersifat multifaktorial, sehingga kemunculannya tidak bisa begitu saja dikaitkan dengan satu jenis makanan.

Jerawat Ternyata Punya Banyak Pemicu

Jerawat dapat muncul akibat kombinasi berbagai faktor. Perubahan hormon menjadi salah satu penyebab yang cukup umum, terutama ketika produksi sebum meningkat dan pori-pori lebih mudah tersumbat.

Selain hormon, kondisi kulit juga dapat dipengaruhi oleh penggunaan skincare yang tidak sesuai, stres, kurang tidur, hingga kebersihan kulit yang kurang terjaga.

Pola makan juga dapat berperan. Beberapa jenis makanan, terutama makanan dengan kandungan gula tinggi dan pola makan yang kurang seimbang, diketahui dapat berkaitan dengan kondisi kulit pada sebagian orang.

Karena itu, ketika seseorang mengalami breakout setelah makan kacang, belum tentu kacang tersebut menjadi penyebab langsung. Bisa saja ada faktor lain yang terjadi secara bersamaan.

Jadi, Benarkah Kacang Bisa Menyebabkan Jerawat?

Menurut dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Neny Triastuti, anggapan bahwa makan kacang secara langsung menyebabkan jerawat tidak dapat dianggap sebagai fakta yang sudah terbukti.

Salah satu teori yang pernah dikaitkan dengan isu tersebut adalah kandungan asam lemak omega 6 pada kacang.

Kacang memang mengandung lemak dan beberapa jenisnya memiliki kandungan omega 6 cukup tinggi. Sementara itu, omega 3 dikenal memiliki sifat yang mendukung respons anti-inflamasi tubuh.

Sebuah studi yang dikutip dalam Biomedicine & Pharmacotherapy menyebutkan rasio omega 3 dan omega-6 pada kacang dapat mencapai sekitar 1:17. Rasio tersebut kemudian dikaitkan dengan kekhawatiran mengenai keseimbangan asupan kedua jenis lemak tersebut.

Omega 6 sendiri bukan berarti “lemak jahat”. Tubuh tetap membutuhkan nutrisi tersebut. Persoalannya lebih berkaitan dengan pola makan secara keseluruhan dan keseimbangan sumber lemak yang dikonsumsi.

Ketidakseimbangan asupan lemak tertentu dapat berhubungan dengan proses inflamasi. Namun, hal tersebut belum cukup untuk membuktikan bahwa makan kacang secara langsung menyebabkan jerawat.

Dengan kata lain, sampai saat ini belum ada bukti kuat yang dapat menyimpulkan bahwa kacang adalah penyebab utama munculnya jerawat pada semua orang.

Kacang Justru Punya Banyak Nutrisi Penting

Menariknya, kacang-kacangan justru termasuk makanan yang kaya nutrisi dan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Kacang mengandung protein nabati yang dibutuhkan tubuh. Beberapa jenis kacang, seperti walnut, juga kaya akan asam lemak omega-3.

Nutrisi tersebut dikaitkan dengan berbagai manfaat bagi kesehatan jantung, termasuk membantu menjaga kadar trigliserida.

Selain itu, kacang mengandung serat. Kandungan ini dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus mendukung pengelolaan kadar kolesterol.

Ada pula L-arginin, salah satu komponen penyusun protein yang berperan dalam kesehatan pembuluh darah. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa L-arginin berpotensi membantu menjaga tekanan darah dan profil kolesterol.

Jadi, menyalahkan kacang sebagai makanan yang otomatis membuat kulit berjerawat justru bisa membuat seseorang kehilangan salah satu sumber nutrisi yang bermanfaat.

Tapi Kacang Memang Tinggi Kalori

Meski memiliki banyak manfaat, bukan berarti kacang boleh dikonsumsi tanpa batas.

Kacang memang termasuk makanan yang cukup tinggi kalori. Dalam sekitar 28 gram atau satu ons kacang, terdapat kurang lebih 160-200 kalori. Sebagian besar kalorinya berasal dari lemak.

Namun, lemak yang terkandung dalam kacang umumnya didominasi lemak tak jenuh, termasuk lemak tak jenuh tunggal yang dapat membantu menjaga kadar kolesterol LDL dan HDL dalam tubuh.

Karena kalorinya cukup tinggi, porsi tetap perlu diperhatikan. Konsumsi kacang secara berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori harian tanpa disadari.

Tidak Perlu Langsung Pantang Kacang Saat Jerawatan

Jika kulit sedang breakout setelah mengonsumsi kacang, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa kacang adalah penyebabnya.

Coba perhatikan kembali pola makan secara keseluruhan. Apakah makanan yang dikonsumsi juga tinggi gula? Apakah sedang mengalami stres? Kurang tidur? Mengalami perubahan hormon? Atau baru menggunakan produk skincare tertentu?

Semua faktor tersebut bisa ikut memengaruhi kondisi kulit.

Kacang tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat selama dikonsumsi dalam jumlah wajar. Ahli gizi Devon Peart dari Cleveland Clinic menyarankan sekitar satu ons kacang per hari atau sekitar lima ons per minggu dari beragam jenis kacang untuk mendapatkan manfaatnya bagi kesehatan jantung.

Jadi, anggapan “makan kacang pasti bikin jerawatan” sebaiknya jangan langsung dipercaya mentah-mentah. Hubungan antara makanan dan kondisi kulit jauh lebih kompleks daripada sekadar satu jenis makanan.

Jika jerawat terus muncul atau semakin parah, lebih baik perhatikan keseluruhan pola hidup dan berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mengetahui pemicu yang lebih tepat, daripada langsung menghapus kacang dari menu harian.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN