7 Fakta Menantu Sultan Brunei Raabiatul Adawiyyah, Gelar Dicopot karena Perilaku Tak Pantas hingga Isu Perceraian

Senin, 10 Agu 2026, 10:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kabar mengejutkan datang dari keluarga kerajaan Brunei Darussalam. Pengiran Raabiatul Adawiyyah, istri Pangeran Abdul Malik sekaligus menantu Sultan Hassanal Bolkiah, menjadi sorotan setelah gelar kehormatannya dicabut oleh kerajaan.

Keputusan tersebut langsung memancing rasa penasaran publik. Pasalnya, Raabiatul Adawiyyah selama ini dikenal sebagai perempuan dengan latar belakang keluarga bangsawan, memiliki prestasi di bidang teknologi informasi, aktif dalam kegiatan keagamaan, hingga pernah menjalani pernikahan mewah di Istana Nurul Iman.

Kerajaan Brunei memang telah memberikan penjelasan mengenai pencabutan gelar tersebut. Namun, alasan spesifik mengenai tindakan yang dilakukan Raabiatul Adawiyyah tidak disampaikan secara terbuka. Dalam pernyataan resmi, kerajaan hanya menyebut adanya tindakan yang dianggap tidak pantas bagi seorang istri anggota keluarga kerajaan.

Tak heran jika keputusan tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi, termasuk isu mengenai kondisi rumah tangga Raabi'atul dan Pangeran Abdul Malik.

Sebelum ikut terseret kontroversi, seperti apa sebenarnya sosok Raabiatul Adawiyyah? Berikut tujuh fakta tentang menantu Sultan Brunei yang kini menjadi sorotan.

1. Lahir dari Keluarga Bangsawan Brunei

Raabiatul Adawiyyah lahir pada 27 Oktober 1992. Ia merupakan anak kedua dari Pengiran Haji Bolkiah dan Pengiran Hajah Nooraismah. Raabiatul Adawiyyah memiliki sembilan saudara. Salah satu saudaranya, Awangku Abd Aziz Hafizuddin, diketahui bekerja di maskapai Royal Brunei Airlines.

Dengan latar belakang tersebut, Raabiatul Adawiyyah sudah memiliki hubungan dengan lingkungan bangsawan Brunei bahkan sebelum dirinya menikah dengan Pangeran Abdul Malik.

2. Punya Keahlian di Bidang Teknologi Informasi

Ket. Foto: Pernikahan Pangeran Abdul Malik dan Raabiatul Adawiyyah. — Sumber: Istimewa

Di balik statusnya sebagai anggota keluarga kerajaan, Raabi'atul ternyata memiliki ketertarikan dan kemampuan di bidang teknologi informasi. Ia disebut memiliki sejumlah sertifikasi ICT, termasuk Internet and Computing Core Certification, Microsoft Office Specialist, dan sertifikasi Adobe. Ia juga pernah mengikuti ICT Youth Development Programme.

Tak hanya mengandalkan pendidikan, Raabi'atul sempat membangun pengalaman profesional sebelum menikah dengan Pangeran Abdul Malik. Ia pernah bekerja di BAG Networks sebagai System Data Analyst. Pada 2013, ia kemudian berkarier sebagai IT Instructor di HAD Technologies.

3. Pernah Aktif dalam Kompetisi Membaca Alquran

Raabiatul juga dikenal memiliki sisi religius yang kuat. Sejak masih remaja, ia sudah aktif mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, khususnya kompetisi membaca Alquran. Pada 2005 ketika usianya baru 13 tahun, Raabi'atul sudah mewakili sekolahnya dalam lomba membaca Alquran. Kemampuannya terus berkembang hingga pada 2008 ia mengikuti Skim Tilawah Alquran Remaja.

Ia juga pernah berpartisipasi dalam kompetisi nasional Dikir Dabai'ie antarsekolah menengah di Brunei. Prestasi tersebut membuat Raabi'atul dipercaya menjadi Ketua Prefek di Pengiran Anak Puteri Hafizah Sururul Bolkiah Religious School, Berakas.

4. Dikenal Anggun dan Punya Banyak Hobi

Sebelum kabar pencabutan gelarnya mencuat, Raabi'atul dikenal oleh keluarga dan teman-temannya sebagai perempuan yang anggun serta selalu berusaha bersikap positif. Untuk mengisi waktu luang, ia disebut gemar membaca buku-buku bertema Islam, khususnya literatur mengenai peran perempuan Muslim.

Raabiatul juga menyukai musik dan aktif berolahraga. Badminton dan squash menjadi beberapa olahraga yang disebut menjadi kegemarannya. Kini, ia juga dikenal sebagai ibu dari empat anak hasil pernikahannya dengan Pangeran Abdul Malik.

5. Pernikahan dengan Pangeran Abdul Malik Digelar Mewah

Raabiatul resmi menjadi bagian dari keluarga kerajaan setelah menikah dengan Pangeran Abdul Malik, putra keenam Sultan Hassanal Bolkiah. Puncak prosesi pernikahan mereka berlangsung di Istana Nurul Iman, Bandar Seri Begawan, pada 12 April 2015. Pernikahan tersebut digelar mewah dengan berbagai rangkaian acara kerajaan.

Dalam salah satu prosesi royal wedding, Raabi'atul tampil mengenakan busana bernuansa kuning. Penampilannya semakin mencuri perhatian karena ia mengenakan sepatu Christian Louboutin serta tiara yang dihiasi berlian dan enam batu permata.

6. Gelar Kehormatannya Dicabut karena Tindakan Tidak Pantas

Bagian paling menghebohkan dari kisah Raabiatul adalah keputusan kerajaan mencabut gelar dan kehormatannya. Keputusan tersebut telah diumumkan melalui pernyataan resmi kerajaan Brunei. Namun, pihak kerajaan tidak membeberkan secara detail tindakan apa yang dilakukan Raabiatul.

Dalam pernyataan tersebut, tindakan Raabiatul disebut tidak pantas bagi istri anggota keluarga kerajaan karena dianggap mencoreng reputasi serta menunjukkan kurangnya rasa hormat yang serius terhadap Yang Mulia. Tidak adanya penjelasan mengenai kejadian spesifik inilah yang kemudian membuat publik bertanya-tanya mengenai apa sebenarnya yang terjadi di balik keputusan tersebut.

7. Terseret Isu Perceraian, tetapi Belum Ada Kepastian

Setelah gelar kehormatannya dicabut, rumor mengenai kehidupan rumah tangga Raabi'atul dan Pangeran Abdul Malik ikut bermunculan. Salah satu spekulasi menyebut keputusan kerajaan tersebut kemungkinan berkaitan dengan isu perceraian pasangan yang telah menikah selama lebih dari 10 tahun itu.

Raabiatul dan Pangeran Abdul Malik diketahui telah memiliki empat anak. Namun, sampai saat ini, kaitan antara pencabutan gelar dan isu perceraian tersebut masih berupa rumor dan belum dapat dianggap sebagai fakta.

Perceraian sendiri bukan hal yang sepenuhnya asing dalam keluarga kerajaan Brunei. Sultan Hassanal Bolkiah diketahui telah menikah tiga kali dan dua pernikahannya berakhir dengan perceraian. Saat ini, ia masih menjadi suami dari istri pertamanya, Ratu Saleha.

Terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang, fakta yang disampaikan secara adalah pencabutan gelar Raabi'atul dan adanya tindakan yang dinilai tidak pantas oleh kerajaan.

Sementara itu, apa sebenarnya tindakan yang membuat gelar menantu Sultan Brunei tersebut dicopot masih menjadi misteri. Tanpa penjelasan lebih lanjut dari pihak kerajaan maupun keluarga terkait, isu perceraian dan dugaan lainnya masih sebaiknya dipandang sebagai spekulasi, bukan fakta yang sudah terkonfirmasi.

  • Sultan Hassanal Bolkiah
  • Raabiatul Adawiyyah

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.