Viral Info “Pesugihan Tanpa Tumbal” di Gunung Kawi Ternyata Hoaks, Ini Faktanya

Sabtu, 08 Agu 2026, 17:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM -  Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya foto yang diklaim sebagai “informasi pesugihan tanpa tumbal” di Pesarean Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur. Unggahan tersebut memicu berbagai spekulasi dan memperkuat anggapan lama bahwa kawasan ini identik dengan praktik mistis untuk mencari kekayaan.

Namun, fakta sebenarnya tidak seperti yang beredar.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Foto Viral Disalahartikan sebagai Tarif Pesugihan

Informasi yang viral tersebut berasal dari foto papan daftar harga yang ada di kawasan pesarean. Dalam foto itu tercantum berbagai paket, mulai dari sajian makanan hingga perlengkapan ritual seperti tumpeng dan hewan tertentu.

Banyak warganet kemudian menafsirkan daftar tersebut sebagai “tarif pesugihan tanpa tumbal”. Padahal, anggapan itu keliru.

Faktanya, daftar harga tersebut merupakan biaya untuk keperluan selamatan atau nazar yang biasa dilakukan peziarah. Tradisi ini merupakan bagian dari praktik budaya dan religi, bukan ritual pesugihan seperti yang ramai dituduhkan.

Klarifikasi: Bukan Praktik Pesugihan

Pengelola Pesarean Gunung Kawi telah memberikan klarifikasi terkait isu tersebut. Mereka menegaskan bahwa tidak ada praktik pesugihan maupun ritual tumbal di kawasan tersebut.

Aktivitas yang dilakukan pengunjung umumnya adalah:

  • Berziarah ke makam tokoh spiritual
  • Berdoa memohon keberkahan kepada Tuhan
  • Melakukan selamatan sebagai bentuk nazar

Klarifikasi ini sekaligus meluruskan berbagai informasi menyesatkan yang beredar luas di media sosial.

Gunung Kawi dan Mitos yang Terlanjur Melekat

Gunung Kawi memang sudah lama dikaitkan dengan cerita pesugihan. Berbagai mitos seperti kekayaan instan hingga penggunaan tumbal terus berkembang dari mulut ke mulut.

Namun, hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Banyak pihak, termasuk penelusuran langsung oleh figur publik, juga menyimpulkan bahwa tempat ini bukan lokasi praktik mistis seperti yang sering dibayangkan.

Narasi yang berkembang lebih banyak dipengaruhi oleh cerita rakyat, persepsi masyarakat, serta konten viral yang kerap dilebih-lebihkan.

Pentingnya Bijak Menyaring Informasi

Kasus viral ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.

Kesalahpahaman seperti ini tidak hanya merugikan reputasi suatu tempat, tetapi juga dapat menyesatkan publik. Gunung Kawi sendiri tetap dikenal sebagai destinasi wisata religi yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.

  • berita viral
  • Gunung Kawi

Redaktur: Muhammad Ihsan Karim

Penulis: Muhammad Ihsan Karim

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.