Top 5 Museum di Jakarta untuk Napak Tilas Kemerdekaan RI, Ada Lokasi Pembacaan Proklamasi!
Jum'at, 07 Agu 2026, 17:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia. Mulai dari memasang bendera merah putih, mengikuti lomba-lomba dan pawai, melaksanakan upacara bendera, hingga menghias lingkungan sekitar tempat tinggal.
Namun, ada satu lagi ide kegiatan yang tidak kalah menarik, yaitu melakukan napak tilas kemerdekaan Indonesia melalui museum-museum yang ada di Jakarta.
Museum menjadi tempat penting untuk mempelajari dan memahami sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beberapa museum bahkan menjadi saksi bisu perjuangan para pahlawan dalam mengupayakan kemerdekaan 80 tahun lalu.
Melalui wisata sejarah ini, masyarakat dapat menelusuri berbagai peristiwa penting serta cerita menarik dari setiap destinasi yang dikunjungi. Berikut lima spot wisata sejarah yang memiliki kaitan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
1. Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Museum Perumusan Naskah Proklamasi dulunya merupakan rumah milik Laksamana Tadashi Maeda, seorang perwira tinggi angkatan laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda.
Sosok Laksamana Tadashi Maeda dikenal berjasa karena membantu menjamin keamanan para tokoh kemerdekaan saat merumuskan teks proklamasi di rumahnya pada 16 Agustus 1945.
Sejak 1992, rumah dua lantai bergaya Belanda tersebut ditetapkan sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Di dalamnya terdapat berbagai ruang yang memuat diorama serta benda-benda bersejarah yang menggambarkan suasana ketika para tokoh bangsa menyusun naskah proklamasi.
Lokasi: Jalan Imam Bonjol No. 1, Menteng, Kec. Menteng, Jakarta Pusat
Jam operasional: Selasa-Minggu, pukul 08.00-16.00 WIB
Harga tiket: Dewasa Rp5.000; Anak-anak Rp3.000
2. Museum Joang â45
Gedung Museum Joang â45 pertama kali dibangun oleh arsitek Belanda dan telah mengalami beberapa kali pergantian nama sebelum dikenal dengan nama saat ini.
Pada masa Hindia Belanda, bangunan tersebut merupakan hotel bernama Hotel Schomper yang diperuntukkan bagi pejabat tinggi Belanda dan pribumi saat berkunjung ke Batavia.
Ketika masa pendudukan Jepang berlangsung, bangunan ini kemudian difungsikan sebagai asrama pemuda Indonesia yang dikenal sebagai Asrama 31.Â
Pada 19 Agustus 1974, bangunan tersebut akhirnya diresmikan menjadi Museum Joang '45 oleh Presiden Soeharto dan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.
Museum Joang â45 memamerkan berbagai koleksi seperti foto dokumentasi, lukisan, serta diorama tentang perjuangan sekitar tahun 1945-1950-an. Beberapa tokoh pergerakan juga ditampilkan dalam bentuk patung dada.
Selain itu, museum ini menyimpan mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden RI pertama yang dikenal dengan mobil REP 1 dan REP 2.
Lokasi: Jalan Menteng Raya No. 31, Kebon Sirih, Kec. Menteng, Jakarta Pusat
Jam operasional: Selasa-Minggu, pukul 09.00-15.00 WIB
Harga tiket: Dewasa Rp10.000 (weekday) dan Rp15.000 (weekend); Mahasiswa Rp5.000; Anak-anak/Pelajar Rp5.000
3. Taman Proklamasi
Taman Proklamasi merupakan kompleks taman di Jakarta yang menyimpan catatan sejarah penting. Di tempat inilah teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan oleh Soekarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945.
Taman ini juga menjadi lokasi berbagai monumen bersejarah, seperti Tugu Petir, Tugu Peringatan Satoe Tahoen Repoeblik Indonesia, dan Monumen Proklamator Soekarno-Hatta yang ikonis.
Awalnya, Taman Proklamasi merupakan tanah bekas berdirinya kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, yang kini bernama Jalan Proklamasi.
Rumah yang menjadi lokasi pembacaan teks proklamasi kemerdekaan tersebut telah dihancurkan sejak awal 1960-an atas perintah Soekarno sendiri. Meski demikian, Tugu Petir tetap menjadi penanda lokasi persis Presiden Soekarno membacakan teks proklamasi.
Lokasi: Jalan Proklamasi No. 10, Pegangsaan, Kec. Menteng, Jakarta Pusat
Jam operasional: Selasa-Minggu, pukul 06.00-16.00 WIB
Harga tiket: Gratis
4. Museum Graha Bhakti Antara
Graha Bhakti Antara bukan hanya sekadar bangunan museum sekaligus galeri foto jurnalistik. Saat masa pendudukan Jepang, bangunan ini merupakan kantor berita resmi Kekaisaran Jepang bernama Domei.
Dari tempat inilah berita proklamasi kemerdekaan Indonesia pertama kali disiarkan pada 17 Agustus 1945 melalui radio ke berbagai wilayah nusantara, bahkan hingga Australia, India, dan Amerika Serikat.
Kini, lantai 1 Museum Graha Bhakti Antara digunakan sebagai Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA), yaitu lembaga pendidikan sekaligus ruang bagi komunitas fotografi untuk memamerkan karya-karyanya.
Sementara itu, kantor jurnalis dan museum yang menyimpan koleksi benda-benda jurnalistik berada di lantai 2.
Lokasi: Jalan Antara No. 59 Pasar Baru, Kec. Sawah Besar, Jakarta Pusat
Jam operasional: Selasa-Minggu, pukul 10.00-20.00 WIB
Harga tiket: Gratis
5. Museum Sejarah Nasional
Di lantai bawah cawan Monumen Nasional (Monas), terdapat sebuah museum bernama Museum Sejarah Nasional atau Museum Monas. Salah satu bagian penting dari museum ini adalah Ruang Kemerdekaan yang menyimpan berbagai koleksi terkait sejarah kemerdekaan Indonesia.
Di dalamnya terdapat naskah autentik proklamasi kemerdekaan yang ditulis tangan oleh Soekarno, Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945, patung Garuda Pancasila, serta diorama perjalanan sejarah Indonesia.
Selain itu, terdapat Pintu Gapura Kemerdekaan yang akan memutar rekaman suara Bung Karno saat membacakan teks proklamasi ketika pintu tersebut dibuka.
Lokasi: Monumen Nasional, Jalan Silang Monas, Gambir, Kec. Gambir, Jakarta Pusat
Jam operasional: Selasa-Minggu, pukul 08.00-18.00 WIB (weekday) dan pukul 08.00-22.00 WIB (weekend)
Harga tiket: Dewasa Rp8.000; Mahasiswa Rp5.000; Anak-anak Rp3.000 (pembelian tiket hanya bisa dilakukan secara langsung di loket dengan pembayaran tunai atau menggunakan kartu JakCard)
Itulah rekomendasi museum bersejarah di Jakarta yang bisa dikunjungi untuk melakukan napak tilas kemerdekaan RI. Dari lima tempat tersebut, museum mana yang ingin kamu kunjungi?
- Napak Tilas Kemerdekaan
- Museum di Jakarta
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.