Aktris Dipaksa Jadi Simbol Seks? Scarlett Johansson Bongkar Kerasnya Standar Kecantikan Hollywood

Jum'at, 07 Agu 2026, 14:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aktris Hollywood Scarlett Johansson akhirnya angkat bicara mengenai sisi gelap industri hiburan yang selama bertahun-tahun membentuk citra perempuan. Bintang Jurassic World Rebirth tersebut mengaku pernah berada di bawah tekanan besar untuk memenuhi standar kecantikan Hollywood yang menurutnya tidak realistis dan nyaris mustahil diwujudkan.

Dalam penampilannya di serial Home in Five milik Good Housekeeping, Scarlett mengenang bagaimana dunia perfilman saat dirinya memulai karier memiliki ekspektasi yang sangat kaku terhadap penampilan seorang aktris. Menurutnya, seorang bintang film kala itu seolah diwajibkan tampil sesuai satu standar kecantikan tertentu tanpa memiliki kebebasan untuk menunjukkan jati diri.

"Dulu ada standar yang sangat spesifik tentang bagaimana seorang bintang film harus terlihat. Standar itu terasa mustahil dicapai dan tidak memberi ruang bagi seseorang untuk menunjukkan gaya pribadinya," ujar Scarlett Johansson, seperti dikutip dari Female First.

Pengakuan tersebut langsung menarik perhatian publik. Pasalnya, Scarlett selama ini dikenal sebagai salah satu aktris paling populer di Hollywood dan kerap disebut memiliki penampilan yang menjadi tolok ukur kecantikan. Namun di balik citra glamor tersebut, ia ternyata juga pernah merasakan tekanan besar dari industri.

Standar Kecantikan Hollywood Mulai Berubah

Ket. Foto: Aktris Hollywood Scarlett Johansson. — Sumber: Istimewa

Meski pernah mengalami masa sulit, Scarlett melihat kondisi industri hiburan saat ini mulai bergerak ke arah yang lebih positif. Menurutnya, dalam dua dekade terakhir, pandangan mengenai kecantikan perlahan berubah menjadi lebih inklusif.

Kini, para aktor dan aktris memiliki ruang yang lebih luas untuk mengekspresikan gaya pribadi tanpa harus mengikuti satu pakem kecantikan yang sama.

"Para aktor sekarang bisa mengekspresikan gaya pribadi mereka di karpet merah jauh lebih bebas dibandingkan dulu," ungkapnya.

Perubahan tersebut dinilai Scarlett sebagai perkembangan yang patut diapresiasi. Penampilan selebritas kini tidak lagi hanya dinilai dari kesempurnaan fisik, tetapi juga dari karakter, kepribadian, dan identitas yang mereka tampilkan.

Sempat Terjebak Citra Simbol Seks

Dalam wawancara sebelumnya bersama The Sunday Times, Scarlett Johansson juga mengungkap pengalaman lain yang tak kalah berat. Di awal kariernya, ia mengaku sering mendapat tawaran peran yang hanya menonjolkan daya tarik fisiknya.

Menurut Scarlett, banyak karakter perempuan yang ia perankan kala itu dibangun semata-mata berdasarkan bagaimana mereka dipandang menarik oleh laki-laki, bukan karena kedalaman cerita atau perkembangan karakternya.

"Saat masih muda, banyak karakter yang ditawarkan kepada saya memiliki ambisi atau perjalanan cerita yang berpusat pada seberapa menarik mereka di mata orang lain, terutama dari sudut pandang laki-laki," tuturnya.

Hal tersebut membuatnya merasa lebih sering dinilai dari penampilan dibandingkan kemampuan akting yang dimilikinya. Label sebagai simbol seks pun melekat cukup lama dalam perjalanan kariernya.

Kini Lebih Selektif Memilih Peran

Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, Scarlett memutuskan untuk lebih berhati-hati dalam menerima tawaran film. Aktris berusia 41 tahun itu mengaku tidak lagi tergoda mengambil setiap proyek yang datang, melainkan memilih menunggu karakter yang benar-benar menantang secara kreatif.

Ia menyadari bahwa menemukan peran yang tepat memang membutuhkan kesabaran. Namun menurutnya, keputusan tersebut jauh lebih memuaskan dibandingkan menerima karakter yang hanya mengeksploitasi penampilan fisik.

"Saya harus belajar menerima bahwa menemukan peran yang tepat memang membutuhkan waktu. Itu tidak mudah ketika masih menjadi aktor muda, tetapi saat itu saya belum memiliki anak sehingga saya bisa lebih bersabar menunggu kesempatan yang tepat," katanya.

Kini, Scarlett Johansson melihat industri hiburan mulai memberikan ruang yang lebih besar bagi aktor dan aktris untuk menunjukkan identitas mereka. Menurutnya, perubahan ini menjadi langkah positif agar perempuan tidak lagi dibatasi oleh standar kecantikan yang sempit ataupun citra simbol seks semata, melainkan dihargai karena bakat, kemampuan, dan karakter yang mereka miliki.

  • Hollywood
  • Scarlett Johansson

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.