Dr Gia Soroti Dugaan Komentar Nirempati Oknum Nakes di Unggahan Mendiang Yurizal, Ingatkan Pentingnya Profesionalisme
Ket. dr Gia beri tanggapan soal oknum nakes diduga berkomentar nirempati
Doc: Kolase foto YouTube dan Threads
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dokter sekaligus kreator konten kesehatan, dr Gia Pratama, ikut menyoroti polemik yang mencuat setelah beredarnya komentar sejumlah oknum tenaga kesehatan (nakes) yang diduga bernada tidak berempati terhadap mendiang Yurizal Tri Chaerawan.
Melalui unggahan di akun Threads miliknya, dr Gia menyampaikan pesan yang ditujukan kepada sesama dokter dan tenaga kesehatan agar selalu menjunjung tinggi profesionalisme, terutama saat berinteraksi di ruang publik maupun media sosial.
Sorotan ini muncul setelah kisah Yurizal menjadi perbincangan luas. Sebelum meninggal dunia, Yurizal sempat mengunggah keluhannya mengenai lamanya menunggu ruang perawatan di rumah sakit.
Dalam unggahan tersebut, ia mengaku telah menunggu hingga delapan jam dan menyebut dirinya merupakan pengguna BPJS Kesehatan.
Setelah kabar wafatnya menyebar, sejumlah tangkapan layar komentar dari oknum nakes ikut viral dan menuai kecaman publik karena dianggap tidak menunjukkan empati kepada pasien.
dr Gia Buka Suara

(Komentar dr Gia menanggapi oknum nakes berkomentar nirempati, dok: Threads/@giapratamamd)
Melihat situasi tersebut, dr Gia mengajak rekan-rekan sejawatnya untuk kembali mengingat makna profesi tenaga kesehatan.
Dalam unggahannya, ia menulis bahwa jas putih maupun seragam rumah sakit yang dikenakan sejatinya merupakan "pakaian penetral emosi".
Menurutnya, ketika mengenakan atribut profesi, setiap tenaga kesehatan harus mengingat tanggung jawab besar untuk tetap bersikap profesional meski sedang lelah, kecewa, marah, atau berada di bawah tekanan pekerjaan.
Ia juga menekankan bahwa menjadi tenaga kesehatan memang tidak mudah. Beban kerja yang tinggi, tuntutan pelayanan, hingga tekanan emosional merupakan bagian dari keseharian profesi tersebut.
Namun, dr Gia mengingatkan bahwa kondisi pasien yang sedang sakit sering kali jauh lebih berat dibandingkan kelelahan yang dirasakan tenaga medis.
Pesan tersebut mendapat respons positif dari banyak warganet. Tidak sedikit yang mengapresiasi sikap dr Gia karena dinilai mampu menyampaikan kritik secara elegan tanpa menggeneralisasi seluruh tenaga kesehatan.
Warganet juga berharap unggahan tersebut dapat menjadi refleksi bagi semua pihak agar komunikasi antara tenaga medis dan pasien tetap dilandasi rasa saling menghormati.
Di sisi lain, banyak pengguna media sosial mengingatkan bahwa tindakan segelintir oknum tidak seharusnya mencoreng citra seluruh dokter maupun tenaga kesehatan di Indonesia.
Mereka menilai masih banyak nakes yang bekerja dengan penuh dedikasi, memberikan pelayanan terbaik, dan menunjukkan empati kepada pasien di tengah keterbatasan fasilitas maupun tingginya beban kerja.
Polemik ini sekaligus membuka kembali diskusi mengenai pentingnya etika bermedia sosial bagi profesi kesehatan.
Di era digital, setiap komentar yang disampaikan oleh tenaga medis dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Karena itu, profesionalisme tidak hanya tercermin saat memberikan pelayanan di rumah sakit, tetapi juga dalam cara berkomunikasi di ruang publik.
Melalui pesannya, dr Gia mengingatkan bahwa empati merupakan salah satu nilai utama dalam dunia medis.
Di balik berbagai tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan, sikap menghargai, mendengarkan, dan menjaga tutur kata kepada pasien maupun keluarganya tetap menjadi bagian penting dari pelayanan kesehatan yang bermartabat.*
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Dr Gia Soroti Dugaan Komentar Nirempati Oknum Nakes di Unggahan Mendiang Yurizal, Ingatkan Pentingnya Profesionalisme .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!