Kesaksian Dua PSK Ungkap Kondisi Liam Payne Sebelum Meninggal, Sempat Diduga Ngamuk di Hotel

Ket. Kesaksian Dua PSK Ungkap Kondisi Liam Payne Sebelum Meninggal, Sempat Diduga Ngamuk di Hotel

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dua pekerja seks komersial (PSK) membagikan kesaksian mengenai kondisi mendiang penyanyi Liam Payne sebelum meninggal dunia.

Kesaksian tersebut tertuang dalam dokumen yang diungkap Daily Mail dan menjadi bagian dari penyelidikan atas kematian mantan personel One Direction itu.

Kesaksian Dua Perempuan di Hotel

Dokumen tersebut memuat pernyataan di bawah sumpah dari Aldana Serrano dan Lucila Goitea. Keduanya mengaku dihubungi Liam Payne untuk datang ke Hotel CasaSur Palermo di Jalan Costa Rica, Argentina, pada pagi hari sebelum kematiannya.

“Selama berada di sana, kami berhubungan intim atas dasar suka sama suka sebanyak satu kali, dan dia (Liam) menggunakan pengaman,” ungkap salah satu dari mereka, dikutip dari The Sun, Senin (3/8/2026).

Perselisihan Pembayaran dan Aksi Perusakan

Kedua perempuan itu mengaku Liam Payne mulai frustrasi ketika kesulitan membayar tarif yang telah disepakati sebesar £3.700 atau sekitar Rp89 juta karena tidak membawa uang tunai.

Mereka menuturkan Liam kemudian membanting jam tangan mewah senilai £30.000 atau sekitar Rp726 juta sambil mengatakan dirinya mampu membeli banyak lagi, sebelum memukul layar televisi kamar hotel sebanyak tiga kali.

“Kami menegaskan hanya menginginkan uang tunai. Dia lalu mengambil jam itu dan membantingnya. Dia bilang dia tidak peduli soal uang,” ujar salah satu saksi.

“Setelah itu dia merusak TV dengan meninjunya. Dia seolah ingin menunjukkan bahwa dia bisa merusak apa saja karena dia mampu membiayai ganti ruginya,” lanjutnya.

Perubahan Sikap dan Permintaan Maaf

Setelah emosinya mereda, Liam dikabarkan berlutut dan memohon agar kedua perempuan tersebut tidak pergi. Ia juga disebut mengatakan bahwa uang tidak mampu membuatnya bahagia.

Aldana dan Lucila menambahkan, Liam sempat menyanyikan lagu-lagunya sendiri dalam kondisi mabuk sebelum meminta disediakannya kokain.

“Dia meminta maaf karena telah membuat kami tidak nyaman,” tutur salah satu saksi.

Keduanya juga mengungkap bahwa mereka dihubungi Liam melalui WhatsApp setelah penyanyi tersebut menemukan profil salah satu dari mereka di internet.

Aldana dan Lucila baru mengetahui kabar kematian Liam setelah tiba di rumah dan melihat pemberitaan di media sosial. Pada malam harinya, polisi datang untuk mengambil keterangan mereka di bawah sumpah.

Hingga kini, tidak diketahui apakah keduanya pernah menerima pembayaran yang dijanjikan.

Hasil Uji Toksikologi dan Proses Hukum

Liam Payne meninggal dunia setelah terjatuh dari balkon kamar lantai tiga Hotel CasaSur Palermo pada 16 Oktober 2024. Hasil uji toksikologi menunjukkan saat kejadian terdapat kandungan kokain, alkohol, dan obat penenang dosis tinggi Klonopin di dalam tubuhnya.

Sementara itu, seorang karyawan hotel, Ezequiel Pereyra, dan pelayan bernama Braian Paiz telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan memasok zat terlarang kepada Liam Payne. Keduanya kini menunggu proses persidangan.

Meski sempat menjalani penahanan selama beberapa bulan, kedua tersangka telah dibebaskan dengan jaminan dan membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada mereka.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN