Dikritik Gegara Sebut Orang Banyuwangi Kampungan, Diego Coppen Akhirnya Klarifikasi

Ket. Diego kakak Jennifer Coppen klarifikasi

Doc: Instagram/@diegocoppen

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Diego, kakak dari Jennifer Coppen, akhirnya memberikan klarifikasi setelah pernyataannya mengenai Banyuwangi menuai kritik di media sosial.

Sebelumnya, ucapannya yang menyebut orang Banyuwangi "kampungan" dan lebih miskin dianggap menyinggung banyak pihak.

Potongan video yang beredar pun memicu perdebatan, terutama karena penggunaan kata "kampungan" memiliki konotasi negatif dalam bahasa Indonesia.

Klarifikasi

Menanggapi ramainya kritik, Diego menjelaskan bahwa kesalahpahaman itu berawal dari keterbatasannya dalam memahami bahasa Indonesia.

Ia mengaku belum sepenuhnya menguasai perbedaan makna antara kata "kampung" dan "kampungan". Menurutnya, ia tidak menyadari bahwa penambahan akhiran "-an" pada kata tersebut justru mengubah makna menjadi bernada merendahkan.

Dalam klarifikasinya, Diego mengakui bahwa dirinya memang melakukan kesalahan. Ia juga menyebut bahwa tim yang bekerja bersamanya turut bertanggung jawab karena tidak melakukan pengecekan sebelum konten dipublikasikan.

"Betul karena aku salah, terus kita salah bersama ya, as a team kita enggak double check. Actually dari awal aku sudah takut salah ngomong," ujar Diego.

Ia kemudian menjelaskan alasan di balik kekeliruannya memahami penggunaan kata tersebut. Menurut Diego, ia sempat berpikir bahwa penambahan akhiran "-an" hanya berfungsi sebagai perubahan bentuk kata tanpa mengubah makna secara signifikan.

"Tapi aku pikir masih oke. Karena biasanya kalau tambah -an lebih kayak verb atau movement atau aset ya, kamu punya gitu loh. Nah dari situ aku salah kampung, kampungan," lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi penjelasan bahwa kesalahan yang terjadi bukan berasal dari niat untuk menghina masyarakat Banyuwangi, melainkan karena kekeliruan memahami nuansa bahasa Indonesia.

Diego juga mengakui bahwa ia masih terus belajar menggunakan bahasa Indonesia dengan baik agar tidak kembali menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.

Meski telah menyampaikan klarifikasi, respons publik tetap beragam. Sebagian warganet menerima permintaan maaf dan penjelasan Diego karena menilai kendala bahasa memang bisa menyebabkan salah pengucapan.

Namun, tidak sedikit pula yang berharap figur publik lebih berhati-hati dalam memilih kata, terutama saat membahas daerah atau kelompok masyarakat tertentu yang dapat merasa tersinggung.

Bagi sosok yang aktif di media sosial dan memiliki banyak pengikut, ketelitian dalam berkomunikasi menjadi hal penting agar pesan yang disampaikan tidak memicu salah tafsir maupun kontroversi yang sebenarnya dapat dihindari.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN