Bukan Cuma Amerika! Ini 10 Rumah Sakit Kanker Terbaik di Dunia, Ada yang Berlokasi di Asia

Ket. Asan Medical Center

Doc: Website/Asan Medical Center

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penanganan kanker global terus mengalami transformasi berkat kemajuan teknologi medis, terapi target, serta riset klinis yang masif.

Berdasarkan pemeringkatan internasional terkini seperti yang dirilis oleh Newsweek bersama lembaga data global Statista, beberapa institusi kesehatan terkemuka di dunia diakui sebagai yang terbaik khusus dalam bidang onkologi (perawatan kanker).

Berikut adalah 10 rumah sakit kanker terbaik di dunia yang menjadi rujukan utama berkat keunggulan teknologi, riset perintis, dan tingkat kesembuhan pasien yang tinggi:

1. MD Anderson Cancer Center (Texas, Amerika Serikat)

Secara konsisten, MD Anderson di University of Texas menempati posisi puncak sebagai rumah sakit khusus kanker paling berpengaruh di dunia. Institusi ini memelopori pendekatan pengobatan multidisiplin yang memadukan riset laboratorium langsung ke ruang perawatan pasien (translational research).

2. Memorial Sloan Kettering Cancer Center / MSKCC (New York, Amerika Serikat)

Sebagai salah satu pusat kanker swasta tertua dan terbesar di dunia, MSKCC terkenal dengan kontribusinya yang masif dalam imunoterapi dan onkologi pediatrik. Rumah sakit ini menjadi pusat rujukan global untuk kasus-kasus kanker langka dan kompleks.

3. Mayo Clinic - Rochester (Minnesota, Amerika Serikat)

Mayo Clinic tidak hanya unggul dalam perawatan umum, tetapi departemen onkologinya diakui dunia berkat teknologi radioterapi proton mutakhir serta pendekatan pengobatan yang sangat personal bagi setiap pasien (personalized medicine).

4. Asan Medical Center (Seoul, Korea Selatan)

Sebagai salah satu rumah sakit terkemuka di Asia, Asan Medical Center diakui secara global dalam bidang onkologi, khususnya untuk penanganan kanker lambung, usus besar, dan hati.

Integrasi sistem robotik canggih dan kapasitas tempat tidur yang besar menjadikannya raksasa medis di tingkat internasional.

5. Samsung Medical Center (Seoul, Korea Selatan)

Rumah sakit ini menduduki jajaran elit global berkat pusat kanker (Samsung Cancer Hospital) yang dilengkapi fasilitas diagnostik dan terapeutik generasi terbaru. Samsung Medical Center sangat diandalkan dalam riset genomik kanker dan uji klinis fase awal.

6. Dana-Farber Cancer Institute (Boston, Amerika Serikat)

Berafiliasi erat dengan Harvard Medical School, Dana-Farber adalah pusat riset dan perawatan kanker kelas dunia yang sangat disegani, terutama dalam penanganan kanker darah (leukemia dan limfoma) baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

7. Seoul National University Hospital / SNUH (Seoul, Korea Selatan)

Menjadi bagian dari tiga besar institusi medis asal Korea Selatan yang mendominasi daftar global onkologi. SNUH memadukan keahlian klinis tingkat tinggi dengan inovasi berbasis digital dan kecerdasan buatan dalam memetakan sel kanker.

8. Gustave Roussy (Villejuif, Prancis)

Berpusat di dekat Paris, Gustave Roussy adalah pusat kanker terbesar di Eropa. Lembaga ini menjadi pionir di benua biru dalam pengembangan obat-obatan inovatif, imunoterapi, serta integrasi perawatan suportif bagi pasien kanker stadium lanjut.

9. Royal Marsden Hospital (London, Inggris)

Sebagai rumah sakit khusus kanker pertama di dunia yang didirikan pada tahun 1851, The Royal Marsden terus memimpin dalam inovasi klinis. Berafiliasi dengan Institute of Cancer Research (ICR), rumah sakit ini menjadi pusat rujukan utama di Inggris dan Eropa untuk uji klinis obat kanker baru.

10. Singapore General Hospital / SGH (Singapura)

Mewakili Asia Tenggara di kancah global, SGH menyediakan layanan onkologi komprehensif berstandar tinggi. Dengan dukungan teknologi medis canggih serta kemudahan akses bagi pasien internasional, SGH menjadi destinasi utama wisata medis penanganan kanker di kawasan regional.

Pemilihan rumah sakit kanker terbaik biasanya bergantung pada jenis kanker yang diderita, stadium penyakit, serta kecocokan metode terapi yang ditawarkan (seperti terapi proton, bedah robotik, atau imunoterapi khusus).

Konsultasi awal dengan dokter spesialis onkologi di dalam negeri tetap dianjurkan sebelum memutuskan rujukan pengobatan ke luar negeri.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN