Viral Ciuman Bongkar Perselingkuhan Pengacara Top di Central Park, Karier Rp216 Miliar Terancam Hancur!

Ket. Pengacara ketahuan selingkuh.

Doc: TikTok/@jayguap3

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sebuah video yang memperlihatkan sepasang pria dan wanita bermesraan di Central Park, New York, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Awalnya hanya dianggap sebagai rekaman pasangan yang sedang berciuman di ruang publik, video tersebut berkembang menjadi viral setelah warganet mengklaim berhasil mengidentifikasi identitas kedua orang di dalamnya.

Peristiwa ini bahkan memunculkan dugaan adanya hubungan di luar pernikahan yang menyeret nama seorang pengacara ternama Amerika Serikat. Tak hanya mengundang rasa penasaran publik, viralnya video tersebut juga disebut-sebut berdampak besar terhadap karier profesional sang pria.

Rekaman itu diunggah oleh kreator TikTok Jay Guapo. Dalam video tersebut, ia merekam sepasang pria dan wanita yang tampak berciuman di salah satu bangku taman pada siang hari. Sambil merekam, Jay terdengar menegur keduanya agar mencari tempat yang lebih privat karena banyak anak-anak berada di sekitar lokasi.

Menyadari keberadaan kamera, pasangan tersebut tampak terkejut, menghentikan aksi mereka, lalu berusaha menghindari sorotan. Cuplikan singkat itu kemudian menyebar luas dan telah ditonton lebih dari 6 juta kali di TikTok, memicu ribuan komentar dari pengguna media sosial.

Tak lama setelah viral, sejumlah warganet mengklaim pria dalam video tersebut adalah Nathaniel Cullerton, seorang partner di firma hukum Wachtell, Lipton, Rosen & Katz, sementara wanita yang bersamanya diduga merupakan rekan kerjanya, Kelsey Borenzweig. Identifikasi tersebut berasal dari klaim pengguna media sosial dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak terkait.

Karena keduanya dikenal sebagai profesional di dunia hukum, video tersebut langsung memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan adanya hubungan asmara yang melibatkan pria yang diketahui telah menikah.

Laporan New York Post menyebut viralnya video tersebut datang pada saat yang sangat krusial dalam perjalanan karier Nathaniel. Ia dikabarkan tengah bersiap meninggalkan firma hukum lamanya untuk bergabung dengan firma pesaing bergengsi di Manhattan, Gibson Dunn, dengan paket kompensasi yang diperkirakan mencapai US$12 juta atau sekitar Rp216 miliar.

Namun, setelah video tersebut ramai diperbincangkan, proses perekrutannya disebut batal. Selain itu, Nathaniel juga dilaporkan sedang dinonaktifkan sementara dari pekerjaannya sambil menunggu perkembangan situasi.

Kasus ini menarik perhatian karena Nathaniel dan Kelsey sebelumnya dikenal sebagai bagian dari tim hukum Wachtell Lipton yang terlibat dalam perkara besar melawan OpenAI dan memenangkan gugatan yang diajukan Elon Musk di pengadilan California. Nathaniel juga dikaitkan dengan perpindahan sejumlah pengacara senior yang direkrut oleh Gibson Dunn.

Di sisi lain, kehidupan pribadi Nathaniel ikut menjadi sorotan. Ia diketahui menikah dengan Moira Kim Penza, seorang jaksa federal yang dikenal luas setelah menangani kasus terhadap pendiri sekte NXIVM, Keith Raniere. Pasangan tersebut disebut tinggal di kawasan elite Upper East Side, New York.

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Nathaniel Cullerton, Kelsey Borenzweig, Wachtell Lipton, maupun Gibson Dunn terkait video yang viral maupun kabar mengenai status pekerjaan mereka. Belum diketahui pula bagaimana dampak kasus ini terhadap kehidupan rumah tangga Nathaniel.

Viralnya video tersebut kembali memicu perdebatan mengenai batas antara kepentingan publik dan privasi seseorang. Sebagian warganet menilai penyebaran rekaman itu merupakan bentuk pengawasan sosial terhadap figur publik, sementara yang lain menganggap identitas pribadi tidak semestinya diungkap hanya berdasarkan sebuah video singkat yang beredar di media sosial.

Terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang, publik diimbau untuk berhati-hati dalam menarik kesimpulan sebelum ada konfirmasi dari pihak-pihak yang bersangkutan. Hingga saat ini, sejumlah informasi yang beredar masih berupa dugaan dan klaim di media sosial yang belum dapat diverifikasi secara independen.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN