Dicibir Cuma Wisuda Summer School di Korea, Sabrina Chairunnisa Beri Jawaban Menohok

Ket. Potret Sabrina Chairunnisa saat merayakan kelulusan program summer school di Yonsei University, Korea Selatan.

Doc: Instagram @sabrinachairunnisa_

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Momen bahagia Sabrina Chairunnisa saat merayakan kelulusan program summer school di Yonsei University, Korea Selatan, mendadak jadi sorotan netizen.

Alih-alih mendapatkan apresiasi, istri Deddy Corbuzier ini justru menuai nada miring di platform X dan Threads dari segelintir warganet yang menganggap remeh pencapaian akademisnya.

Menanggapi komentar sinis tersebut, Sabrina tidak tinggal diam dan memberikan klarifikasi serta tanggapan berkelas. Lantas, seperti apa jawaban menohok Sabrina Chairunnisa terkait wisudanya di Korea? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Tanggapan Santun namun Menohok dari Sabrina Chairunnisa

Melalui akun media sosial pribadinya, Sabrina menyampaikan pesan terbuka kepada pihak-pihak yang merasa terganggu dengan unggahan kebahagiaannya mengenakan toga di Yonsei University:

Wujudkan Impian Masa Muda yang Sempat Tertunda

Di balik kesuksesan yang ia raih saat ini, Sabrina membeberkan kisah perjuangan finansial masa lalunya yang menjadi alasan utama di balik rasa bahagianya:

  • Keterbatasan Biaya di Masa Lalu:

    Kesempatan belajar di luar negeri merupakan impian lamanya yang sempat tertunda karena keterbatasan ekonomi. Sejak masa SMA, ia sudah harus berjuang bekerja mencari nafkah sendiri sehingga tidak bisa menikmati pengalaman akademik seperti rekan sebayanya.

  • Media Sosial Sebagai Album Digital:

    Mengenai kebiasaannya membagikan momen pencapaian di Instagram, Sabrina menjelaskan bahwa media sosial berfungsi sebagai album kenangan digital. Momen-momen tersebut ia simpan agar bisa dikenang kembali di masa depan bersama anak dan cucunya kelak.

Meski tak luput dari cibiran sebagian warganet, Sabrina Chairunnisa memilih untuk tetap fokus membagikan energi positif bagi para pengikutnya.

Langkahnya dalam mengejar pendidikan tanpa memandang batas usia menjadi bukti bahwa setiap proses belajar dan pencapaian pribadi selalu bernilai, terlepas dari bagaimana orang lain menilainya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN