Dari Naykilla hingga AntiNRML, Ini Deretan Musisi Hipdut Gen Z yang Wajib Masuk Playlist Kamu!

Ket. Dari Naykilla hingga AntiNRML, Ini Deretan Musisi Hipdut Gen Z yang Wajib Masuk Playlist Kamu!

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Peta musik tanah air tengah diguncang oleh lahirnya gelombang baru subgenre "Hipdut" (Hip-hop Dangdut) generasi baru.

Jika sebelumnya genre ini diidentikkan dengan rap berbahasa Jawa penuh instrumen kendang tebal khas skena pantura, kini Hipdut bertransformasi menjadi musik urban modern berciri khas lirik bahasa Indonesia, visual aesthetic, serta aransemen trap-R&B hingga hyperpop internasional yang ramah bagi Gen Z.

Pergeseran ini melahirkan subkultur baru di kalangan anak muda perkotaan yang gemar memadukan gaya berpakaian longgar urban dengan kecatatan ritme dangdut kontemporer.

Bagi Cantiks yang ingin mendengarkan evolusi segar dari musik lokal ini, berikut adalah rekomendasi para pionir dan talenta terbaik gelombang baru Hipdut di Indonesia:

1. Naykilla & Duo Produser (Tenxi & Jemsii)

Penyanyi bernama asli Nayya Rahmania ini merupakan ikon utama sekaligus pemenang Karya Produksi Terbaik-Terbaik AMI Awards 2025.

Lewat hit fenomenal bersama Tenxi dan Jemsii berjudul “Garam & Madu (Sakit Dadaku)” serta single terbarunya “SO ASU”, Naykilla membawa warna vokal R&B centil bersanding dengan beat drop hip-hop modern yang berpadu ciamik dengan ketukan dangdut.

Formulasi unik dari trio ini diakui secara luas sebagai cetak biru meledaknya Hipdut urban di platform digital.

2. Indahkus

Dikenal luas sebagai penyanyi pop-R&B, aktris, sekaligus dokter, Indahkus secara mengejutkan melompat ke skena Hipdut lewat kolaborasi viralnya bersama DiA.muse dalam lagu “Malu Malu” dan “INI DIA”.

Eksperimen musik ini menampilkan transisi unik antara ketukan hip-hop yang santai, suara khas Indahkus yang manis, lirik jenaka, dan sisipan perkusi dangdut modern yang sangat adiktif untuk bergoyang.

3. Suisei

Berada di bawah payung kolektif yang sama, Suisei menonjol dengan menyuntikkan elemen elektronik yang lebih eksperimental ke dalam musik Hipdut.

Kolaborasinya dalam lagu “Mejikuhibiniu” bersama Tenxi dan Jemsii memperlihatkan bagaimana vokal rap yang intens berpadu sempurna dengan ketukan kendang digital yang dinamis dan modern.

4. diA.muse (dia)

Musisi urban ini menjadi salah satu pilar penting dalam arsitektur musik Hipdut berkat karakter vokalnya yang adaptif.

Kehadiran diA dalam lagu-lagu kolaboratif seperti “Puting Beliung” dan “Malu Malu” (bersama Indahkus) memberikan tekstur hip-hop alternatif yang kuat, membuktikan bahwa ketukan dangdut bisa terdengar sangat trendi di skena musik perkotaan.

5. Kolektif AntiNRML (Whereisryo, Naufal Syachreza, Kirohta)

Ledakan masif genre ini tidak lepas dari gerakan kolektif AntiNRML yang menaungi talenta-talenta produser dan rapper masa kini. Melalui produser dan musisi berbakat seperti Whereisryo, Naufal Syachreza, hingga Kirohta, mereka sukses menciptakan ekosistem baru.

Antusiasme luar biasa dari basis komunitas digital ini bahkan membawa mereka sukses menggelar pergelaran besar seperti ANTINRML TOUR 2026 hingga tampil sebagai penutup festival bergengsi.

Fenomena yang digerakkan oleh para musisi muda ini menjadi bukti valid bahwa musik dangdut kini tidak lagi dipandang sebelah mata.

Hipdut era baru berhasil mendobrak batasan geografis dan bahasa, membuktikan bahwa musik tradisional Indonesia mampu berevolusi menjadi sangat keren di tangan generasi kreatif.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN