Fakta Kelam Honeymoon Putri Diana dan Pangeran Charles, Mengaku Bahagia Tapi Terus Dibayangi Camilla

Ket. Putri Diana.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pernikahan Putri Diana dan Pangeran Charles pada 29 Juli 1981 dikenang sebagai salah satu momen paling ikonis dalam sejarah Kerajaan Inggris. Di hadapan ratusan juta pasang mata di seluruh dunia, Diana yang saat itu baru berusia 20 tahun tampak seperti tokoh utama dalam kisah dongeng modern. Gaun megah, upacara kerajaan yang spektakuler, hingga senyum bahagianya membuat banyak orang percaya bahwa ia telah menemukan kehidupan yang sempurna.

Namun, di balik kemewahan itu tersimpan kenyataan yang jauh berbeda.

Tepat 45 tahun setelah pernikahan bersejarah tersebut, sebuah surat pribadi yang ditulis Putri Diana kembali menjadi sorotan setelah dilelang dengan nilai sekitar Rp96 juta. Surat yang ditulis selama masa bulan madu itu memperlihatkan sisi Diana yang penuh optimisme dan menggambarkan kehidupannya sebagai pengantin baru dengan sangat bahagia.

Surat tersebut ditujukan kepada salah seorang teman sekolahnya. Dalam tulisannya, Diana mengaku menikmati kehidupan pernikahan dan merasa bulan madunya berjalan menyenangkan.

"Sungguh luar biasa menikah. Saya pikir aman untuk mengatakan itu setelah dua bulan," tulis Diana.

Ia juga menceritakan perjalanan bulan madu bersama Pangeran Charles yang dipenuhi cuaca cerah dan lautan yang tenang. Setelah menghabiskan waktu di kapal pesiar kerajaan Inggris, pasangan tersebut melanjutkan perjalanan ke Skotlandia dan menetap di Kastil Balmoral hingga akhir Oktober.

Diana mengaku sangat menikmati suasana alam terbuka di Skotlandia. Ia bahkan menyebut lebih menyukai menghabiskan waktu di luar ruangan dibandingkan kembali ke hiruk-pikuk London.

Namun, bertahun-tahun kemudian, kisah yang sama justru diungkapkan Diana dengan versi yang sangat berbeda.

Dalam berbagai pengakuannya setelah pernikahan, Putri Diana menyebut masa bulan madu sebagai salah satu periode paling berat dalam hidupnya. Ia mengaku merasa sangat kesepian, berjuang melawan gangguan makan bulimia, dan terus dihantui keberadaan Camilla Parker Bowles, perempuan yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan Pangeran Charles sebelum mereka menikah.

Penulis biografi keluarga kerajaan, Catherine Mayer, menilai perbedaan cerita tersebut sangat mungkin terjadi karena Diana berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa kehidupan pernikahannya akan berjalan baik.

Menurut Mayer, seseorang yang baru memasuki kehidupan baru sering kali ingin mempertahankan harapan positif, bahkan ketika kenyataan yang dihadapi tidak sesuai dengan impian.

"Jika kamu ingin mempercayai bahwa semuanya baik-baik saja, terkadang lebih mudah mengatakan kepada orang lain bahwa kamu bahagia," ujarnya.

Selama bulan madu, Charles dan Diana menghabiskan sekitar 12 hari berlayar menggunakan kapal pesiar kerajaan Inggris sebelum melanjutkan perjalanan ke Balmoral.

Di waktu yang sama, Pangeran Charles juga sempat mengirim surat kepada seorang temannya. Dalam surat tersebut, ia menceritakan bagaimana Diana dengan mudah berbaur bersama para awak kapal dan staf dapur, sementara dirinya lebih banyak menghabiskan waktu membaca buku di dek kapal.

Meski terlihat harmonis dari luar, berbagai fakta yang muncul kemudian menunjukkan hubungan keduanya sebenarnya sudah dibayangi masalah sejak sebelum pernikahan berlangsung.

Beberapa hari menjelang hari bahagia itu, Diana disebut menemukan gelang yang diberikan Charles kepada Camilla sebagai hadiah perpisahan. Penemuan tersebut membuatnya sadar bahwa hubungan emosional Charles dengan Camilla belum benar-benar berakhir.

Pengakuan yang lebih mengejutkan muncul dalam rekaman wawancara yang dibuat Diana untuk penulis biografi Andrew Morton pada awal 1990-an. Dalam rekaman itu, ia mengungkap bahwa selama bulan madu dirinya terus memikirkan Camilla dan berjuang menghadapi bulimia kronis.

Bahkan, Diana pernah menceritakan momen ketika ia dan Charles sedang membuka buku harian perjalanan di atas kapal pesiar. Saat itu, dua foto Camilla tiba-tiba terjatuh dari buku milik sang pangeran, sebuah kejadian yang disebut semakin memperdalam luka batinnya.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa di balik citra pernikahan kerajaan yang tampak sempurna, Putri Diana menyimpan pergulatan emosional yang begitu besar. Apa yang selama bertahun-tahun terlihat sebagai dongeng ternyata menyimpan kenyataan pahit yang baru terungkap setelah waktu berlalu.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN