4 Mal Mewah di Surabaya Kini Dipagari Besi Setinggi 2,5 Meter, Ada Apa?
Jum'at, 31 Jul 2026, 17:40 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Fenomena pemasangan pagar besi setinggi 2,5 meter di sejumlah mal mewah di Surabaya menjadi sorotan publik dan viral di media sosial. Kebijakan tersebut memunculkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan yang mengaitkannya dengan perlambatan ekonomi.
Tercatat ada empat mal di Surabaya yang memasang pagar tinggi. Keempat pusat perbelanjaan tersebut berada di bawah naungan Pakuwon Group.
Pakuwon Group merupakan korporasi properti milik Alexander Tedja yang juga dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.
Alexander Tedja sempat masuk dalam daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia versi Forbes pada 2023. Berdasarkan laporan Forbes tahun 2023, kekayaan bersihnya mencapai USD1,1 miliar atau sekitar Rp19,6 triliun (kurs Rp17.894).
Pakuwon Group Bantah Spekulasi Soal Alasan Pemasangan Pagar
Muncul berbagai spekulasi mengenai alasan di balik pemasangan pagar tersebut. Sebagian pihak menghubungkannya dengan perlambatan ekonomi.
Namun, Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, menegaskan bahwa pemasangan pagar dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengunjung sekaligus memperbarui fasilitas, bukan karena adanya ancaman keamanan.
"Emang mau kejadian apa? Surabaya itu kota paling aman, paling nyaman,â katanya, Selasa (21/7/2026).
Menurut Sutandi, salah satu alasan utama pemasangan pagar, seperti di Pakuwon Mall, adalah berubahnya kondisi lalu lintas di sekitar pusat perbelanjaan setelah beroperasinya jalan radial.
Jalan tersebut menghubungkan kawasan Pakuwon City dengan Citraland.
Perubahan Lalu Lintas Jadi Pertimbangan Utama
Sutandi menjelaskan, area depan Pakuwon Mall memiliki bukaan yang sangat lebar, yakni sekitar 1,5 kilometer. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pejalan kaki karena banyak pengunjung menyeberang di sembarang tempat.
âKalau semua orang menyeberang dan masuk sembarangan, itu justru membahayakan keselamatan mereka sendiri," ujar Sutandi.
Ia membantah anggapan bahwa pemasangan pagar dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap situasi tertentu atau adanya informasi mengenai potensi gangguan keamanan.
"Pakuwon bukan peramal. Kami tidak tahu akan terjadi apa. Jadi, tidak ada kaitannya dengan isu-isu yang berkembang," tegasnya.
Sutandi menilai masyarakat tidak perlu mengaitkan kebijakan tersebut dengan berbagai spekulasi yang beredar.
"Jangan overthinking. Kami berharap semuanya baik-baik saja. Kondisi tetap aman," katanya.
Lebih lanjut, Sutandi menuturkan bahwa penggunaan pagar bukan merupakan hal baru di lingkungan pusat perbelanjaan yang dikelola Pakuwon Group. Sejumlah mal telah lebih dulu menerapkan konsep serupa sebagai bagian dari standar keselamatan sekaligus penataan kawasan.
Ia mencontohkan Royal Plaza Surabaya yang telah dipagari sejak 2006. Sementara itu, Blok M Plaza di Jakarta menjadi salah satu acuan desain pagar yang kini diterapkan di Pakuwon Mall.
Selain itu, Tunjungan Plaza 4 dan Tunjungan Plaza 5 juga telah menggunakan pagar berbahan kaca. Adapun Pakuwon City Mall (PCM) menggunakan pagar berbahan BRC yang membentang dari sisi depan hingga belakang kawasan.
- Mal Mewah Surabaya Dipagari
- Mal Mewah Dipagar
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.