Jember Fashion Carnaval 2026 Jadi Ikon Pariwisata Indonesia, Ini Faktor yang Membuatnya Istimewa
Jum'at, 31 Jul 2026, 18:10 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 sebagai salah satu event unggulan nasional.
Menurutnya, ajang ini tidak hanya memperkuat citra pariwisata Indonesia di tingkat global, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan industri kreatif, pemberdayaan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja.
JFC 2026 digelar pada 24â26 Juli 2026 dengan mengusung tema "HEAL: Humanity, Earth and Life", yang mengajak masyarakat membangun hubungan harmonis antara manusia, bumi, dan kehidupan melalui karya kreatif bertema pelestarian lingkungan.
Tema tersebut diwujudkan dalam empat agenda utama dan delapan defile teatrikal yang mengangkat nilai kemanusiaan, keberagaman budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Pendekatan ini memperkuat peran pariwisata sebagai media edukasi sekaligus mendukung pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
JFC Jadi Etalase Kreativitas Indonesia
Dalam sambutannya pada puncak JFC 2026 di Alun-Alun Kabupaten Jember, Minggu (26/7), Menpar mengatakan JFC merupakan karnaval fesyen bertaraf internasional yang telah digelar secara konsisten sejak 2003.
Selama lebih dari dua dekade, JFC berkembang menjadi identitas pariwisata Kabupaten Jember sekaligus etalase kreativitas Indonesia di mata dunia. Perpaduan fesyen, seni pertunjukan, budaya, dan kreativitas dinilai mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara.
"Kita tidak hanya menyaksikan sebuah karnaval. Kita menyaksikan sebuah gagasan besar bahwa kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun identitas, menggerakkan perekonomian, dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia," kata Widiyanti.
Ia menambahkan, konsistensi JFC membuat ajang ini masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) selama enam tahun berturut-turut sejak 2021. Pada 2026, JFC juga kembali masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara untuk keempat kalinya.
"Atas nama Kementerian Pariwisata, saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Yayasan Jember Fashion Carnaval, serta seluruh pihak yang selama lebih dari dua dekade menjaga semangat dan kualitas penyelenggaraan JFC," ujarnya.
JFC Ikut Kontribusi dalam Perekonomian Daerah
Selain menghadirkan pertunjukan kelas dunia, JFC juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pada penyelenggaraan 2025, JFC menarik 557.509 wisatawan nusantara dan 284 wisatawan mancanegara, melibatkan 106 pelaku UMKM, 2.643 pekerja seni, serta 558 tenaga kerja, dengan nilai perputaran ekonomi mencapai Rp60,21 miliar.
Menpar berharap JFC terus berkembang sebagai karnaval fesyen berkelas dunia yang mampu memperkuat daya saing pariwisata Indonesia sekaligus memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.
"Kementerian Pariwisata akan terus mendukung Jember Fashion Carnaval agar semakin berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," kata Menpar.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan sektor pariwisata menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah, dengan JFC sebagai salah satu penggerak utamanya.
"JFC adalah produk daerah yang kini telah menjadi kebanggaan nasional bahkan dikenal di tingkat internasional. JFC memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat," kata Fawait.
- Jember Fashion Carnaval
- Jember Fashion Carnaval 2026
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.