Kadam Sidik Ungkap Istri Jangan Punya Banyak Cita-Cita, Benarkah Perempuan Harus Mengubur Mimpi Usai Menikah?

Kamis, 30 Jul 2026, 20:05 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Pernyataan pendakwah Kadam Sidik mengenai kriteria perempuan yang ingin dijadikan istri tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. 

Ucapan Kadam Sidik yang menyebut lebih memilih perempuan yang tidak memiliki banyak cita-cita karena merasa sulit mengompromikan ambisinya sendiri memicu pro dan kontra di kalangan warganet.

Ket. Foto: Potret Kadam Sidik dan calon istri. — Sumber: Instagram

Dalam potongan video yang beredar, Kadam Sidik mengaku merupakan sosok yang sangat sibuk sehingga merasa tidak mampu mendampingi perempuan yang memiliki banyak impian atau target pribadi.

"Aku adalah orang yang sibuk, yang capek, yang sepertinya tidak bisa menemani perempuan yang banyak cita-cita," ujarnya.

Tak berhenti di situ, ia juga menyebut apabila kelak istrinya tidak memiliki visi hidup, maka dirinya yang akan memberikan arah dan visi tersebut. Menurutnya, ia sudah memiliki proyeksi masa depan yang jelas sehingga akan sulit apabila harus mengompromikan cita-citanya dengan pasangan yang juga memiliki banyak ambisi.

"Karena aku udah punya gitu proyeksi masa depan. Misalnya aku punya cita-cita banyak, terus ternyata istri punya cita-cita banyak, untuk mengkompromitan cita-citaku sepertinya berat," lanjutnya. 

Pernyataan itu pun langsung memancing beragam tanggapan dari publik. Sebagian orang menilai setiap individu berhak menentukan kriteria pasangan hidupnya selama disepakati oleh kedua belah pihak. 

Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan apakah pandangan tersebut secara tidak langsung mengesankan hanya suami yang boleh memiliki impian besar, sementara istri cukup mengikuti arah yang telah ditentukan.

Sejumlah warganet menilai konsep rumah tangga ideal seharusnya dibangun melalui komunikasi dan kerja sama, bukan dengan mengesampingkan mimpi salah satu pihak.

Mereka beranggapan suami dan istri sama-sama memiliki hak untuk berkembang, belajar, serta mengejar tujuan hidup masing-masing.

Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan menyebut pernikahan bukan berarti seorang perempuan harus kehilangan identitas maupun mengubur seluruh cita-citanya. 

"Kalau menikah versi saya, justru dua-duanya harus bertumbuh dan tetap punya cita-cita sendiri," tulis salah seorang pengguna media sosial.

Komentar lain bahkan mempertanyakan maksud dari pernyataan Kadam Sidik yang menyebut akan memberikan visi kepada istrinya apabila sang istri tidak memilikinya.

"Berarti cari istri yang kosong biar gampang diisi visi? Terus kalau visinya bentrok bagaimana? Istri harus terus mengikuti suami?" tulis warganet lainnya.

Jadi, benarkah perempuan harus mengubur mimpi setelah menikah? 

Perdebatan kemudian berkembang menjadi diskusi yang lebih luas mengenai posisi perempuan dalam rumah tangga. 

Banyak yang menegaskan perempuan tetap merupakan individu yang utuh, memiliki hak menentukan masa depannya sendiri, termasuk memiliki pendidikan, karier, maupun cita-cita setelah menikah.

Di sisi lain, sebagian warganet mengingatkan bahwa pernikahan pada dasarnya merupakan hasil kesepakatan dua orang dewasa. 

Selama pasangan memiliki nilai dan tujuan hidup yang sejalan serta saling menyetujui pembagian peran dalam rumah tangga, pilihan tersebut dinilai menjadi hak masing-masing tanpa bisa dipaksakan kepada orang lain.

Meski demikian, kritik tetap bermunculan. Banyak yang menilai hubungan suami istri seharusnya dibangun di atas prinsip saling mendukung, bukan menjadikan salah satu pihak sebagai pelengkap ambisi pasangannya.

"Teman perempuanmu, pacarmu, calon istrimu, bahkan istrimu adalah manusia yang utuh. Setiap perempuan, sebagaimana manusia lainnya, berhak atas kehidupannya, berhak menentukan cita-citanya, berhak mengejar impiannya, dan berhak meraih apa yang menjadi tujuan hidupnya," tulis salah satu unggahan yang viral.

Pandangan tersebut mendapat dukungan luas dari pengguna media sosial yang berpendapat bahwa pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan seseorang untuk berkembang. 

Baik suami maupun istri dinilai tetap memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mewujudkan impian dengan saling memberikan dukungan.

Perdebatan mengenai pernyataan Kadam Sidik pun hingga kini masih terus bergulir. Di satu sisi, ada yang menganggapnya sebagai preferensi pribadi dalam memilih pasangan. 

Di sisi lain, banyak yang menilai pernyataan tersebut membuka kembali diskusi penting mengenai kesetaraan dalam rumah tangga dan hak perempuan untuk tetap memiliki cita-cita setelah menikah.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, satu hal yang menjadi sorotan adalah dalam kehidupan berumah tangga, komunikasi, kesepakatan, dan saling menghargai pilihan hidup pasangan menjadi fondasi penting agar keduanya dapat bertumbuh bersama tanpa harus mengorbankan identitas maupun impian masing-masing.

  • pernikahan
  • istri

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.