Pengertian, Gejala, Penyebab Autoimun: Penyakit yang Diduga Menyerang Jeje Slebew

Doc: istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM -  Selebgram Jeje Slebew kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, ia mengaku mengalami kejadian misterius yang membuat tubuhnya dipenuhi memar kebiruan tanpa sebab yang jelas.

Dalam video yang viral di media sosial, Jeje memperlihatkan kondisi tubuhnya yang dipenuhi memar. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan akibat kekerasan fisik. Bahkan, ia mengaku memar tersebut muncul setiap kali bangun tidur dan sudah berlangsung sekitar satu pekan.

Karena keanehan itu, Jeje menduga dirinya menjadi korban santet.

Alih-alih sepakat, banyak netizen justru memberikan sudut pandang berbeda. Mereka menyarankan Jeje untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Beberapa warganet menyebut kondisi tersebut bisa berkaitan dengan gangguan kesehatan, seperti:

Komentar seperti “itu gejala autoimun” hingga “mending cek medis dulu” ramai bermunculan di media sosial.

Apa Itu Penyakit Autoimun?

Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh (imun) justru menyerang sel-sel sehat dalam tubuh sendiri.

Padahal, normalnya sistem imun berfungsi melindungi tubuh dari virus, bakteri, dan zat berbahaya. Namun pada autoimun, tubuh “salah mengenali” sel sehat sebagai ancaman.

Penyebab Autoimun

Sampai sekarang, penyebab pastinya belum diketahui. Namun ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko, seperti:

  • Faktor keturunan (genetik)
  • Infeksi virus atau bakteri
  • Paparan bahan kimia berbahaya
  • Kebiasaan merokok
  • Obesitas atau kelebihan berat badan

Gejala Umum Autoimun

Gejala autoimun sering tidak spesifik dan bisa berbeda-beda, tapi yang paling umum meliputi:

  • Mudah lelah (fatigue)
  • Nyeri otot atau sendi
  • Demam ringan hilang-timbul
  • Ruam kulit
  • Rambut rontok
  • Kesemutan
  • Sulit konsentrasi

Penyakit autoimun adalah kondisi serius di mana tubuh menyerang dirinya sendiri. Gejalanya sering samar dan berbeda-beda, sehingga perlu pemeriksaan medis untuk memastikan diagnosis.

Meski belum bisa sembuh total, dengan penanganan yang tepat, penderita tetap bisa menjalani hidup normal.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN