Curhat Keisya Levronka: Sempat Trauma hingga ke Psikolog karena Hujatan soal Nada Tinggi di Lagu 'Tak Ingin Usai'

Doc: Instagram/@keisyalevronka

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penyanyi muda Keisya Levronka kembali membuka cerita mengenai masa sulit yang pernah dialaminya di awal perjalanan karier. Pelantun lagu "Tak Ingin Usai" itu mengaku sempat mengalami trauma setelah mendapat hujatan dari warganet akibat penampilannya yang dinilai gagal membawakan nada tinggi dalam lagu tersebut.

Momen itu sempat menjadi perbincangan luas di media sosial. Kritik yang terus berdatangan membuat Keisya kehilangan rasa percaya diri saat berada di atas panggung. Ia mengaku rasa takut melakukan kesalahan terus menghantuinya setiap kali harus bernyanyi di depan publik.

"Jadinya takut nyanyi kan waktu itu. Karena takut salah, takut salah, takut salah," ungkap Keisya di podcast MAIA ALELDUL TV.

Rasa cemas yang terus berlarut ternyata memberikan dampak besar terhadap kondisi mentalnya. Keisya bahkan memutuskan untuk mencari bantuan profesional dengan mendatangi psikolog.

Langkah itu diambil agar ia bisa memahami perasaannya sekaligus memulihkan kepercayaan diri yang sempat runtuh akibat tekanan dari komentar negatif.

Meski sempat terpuruk, Keisya tidak ingin terus larut dalam rasa takut. Setelah melalui proses refleksi, ia menyadari bahwa kritik seharusnya bisa dijadikan motivasi untuk berkembang, bukan alasan untuk berhenti berkarya.

"Tapi setelah aku pikir-pikir kayak kenapa aku jadi takut ya, harusnya malah jadi bensin aku buat belajar lagi kan, Bunda. Akhirnya aku belajar lagi, aku les nyanyi lagi sampai sekarang," tuturnya.

Keputusan untuk kembali mengambil les vokal menjadi salah satu bentuk keseriusannya dalam meningkatkan kemampuan bernyanyi. Keisya memilih terus berlatih agar dapat tampil lebih percaya diri dan memberikan penampilan terbaik bagi para pendengarnya.

Pengalaman tersebut juga menjadi pelajaran berharga bagi penyanyi berusia muda itu. Menurutnya, kritik memang tidak selalu mudah diterima, terlebih ketika disampaikan dengan cara yang menyakitkan. Namun, ia kini berusaha mengubah pengalaman pahit itu menjadi dorongan untuk terus berkembang sebagai seorang musisi.

Kisah Keisya Levronka menunjukkan bahwa tekanan di dunia hiburan tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental.

Dengan keberaniannya mencari bantuan psikolog dan terus mengasah kemampuan melalui latihan vokal, Keisya membuktikan bahwa proses bangkit dari keterpurukan membutuhkan waktu, usaha, dan kemauan untuk terus belajar.

Kini, ia memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk melangkah lebih kuat dalam perjalanan kariernya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN