Tak Seindah di Layar, Ini 3 Fakta Mengejutkan dari Industri Perfilman Korea Selatan

Ket. Fakta Kelam dari Industri Perfilman Korea Selatan.

Doc: IMDb

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Industri perfilman Korea Selatan dikenal sebagai salah satu yang paling sukses di dunia. Berbagai film dan drama Korea terus mencetak prestasi internasional, mulai dari Parasite, Squid Game, hingga deretan serial populer yang digemari penonton global.

Di balik gemerlap karpet merah, popularitas para aktor, dan produksi berkelas dunia, ternyata ada sisi lain yang jarang diketahui publik. Tak sedikit pelaku industri yang harus menghadapi tekanan besar, jam kerja ekstrem, hingga persoalan finansial meski telah tampil dalam proyek terkenal.

Berikut beberapa fakta di balik industri perfilman Korea Selatan yang menunjukkan bahwa dunia hiburan tidak selalu semewah yang terlihat.

1. Aktor dan Aktris Masih Harus Bekerja Paruh Waktu

Banyak orang beranggapan bahwa membintangi drama atau film populer otomatis membuat seorang aktor hidup berkecukupan. Kenyataannya, kondisi tersebut tidak selalu berlaku bagi semua artis Korea Selatan.

Salah satu contoh datang dari aktor Jung Sung Il, yang semakin dikenal luas setelah membintangi serial The Glory. Sebelum meraih popularitas, ia telah lama meniti karier di dunia teater dan menjalani berbagai pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup.

Selama membangun karier akting, Jung Sung Il pernah bekerja sebagai sopir, petugas parkir, hingga pegawai kafe. Bahkan setelah namanya melejit berkat The Glory, ia mengaku masih menjalani pekerjaan paruh waktu, termasuk di bidang layanan pengiriman.

Menurutnya, pendapatan dari proyek drama tidak selalu cukup untuk mengubah kondisi finansial secara signifikan sehingga pekerjaan tambahan tetap dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

2. Jam Kerja Sangat Panjang dan Melelahkan

Di balik proses produksi drama Korea yang terlihat sempurna, para pemain maupun kru ternyata harus bekerja dalam jadwal yang sangat padat.

Proses syuting sering dilakukan dalam waktu panjang agar produksi dapat selesai sesuai target. Tingginya biaya pembuatan drama membuat tim produksi berusaha memaksimalkan waktu sehingga jadwal syuting menjadi sangat ketat.

Tak jarang beberapa episode awal direkam dalam waktu bersamaan. Kondisi tersebut membuat aktor dan aktris hanya memiliki waktu istirahat yang sangat sedikit, bahkan ada yang hanya sempat tidur sekitar satu jam selama proses syuting berlangsung.

Jika terjadi perubahan alur cerita karena menyesuaikan respons penonton atau kebutuhan produksi, jadwal syuting bisa bertambah. Dalam beberapa kasus, kru dan pemain harus bekerja hingga hampir 20 jam dalam sehari.

3. Sistem Pembayaran Tidak Selalu Menguntungkan

Sistem pembayaran di industri drama Korea juga memiliki aturan yang tidak selalu menguntungkan semua pemain.

Aktor senior Park Jun Gyu pernah menjelaskan bahwa honor pemain umumnya dihitung berdasarkan jumlah episode, bukan banyaknya adegan yang dimainkan. Artinya, aktor yang tampil dalam puluhan adegan bisa saja menerima bayaran yang sama dengan pemain yang hanya muncul beberapa kali dalam satu episode.

Sementara itu, aktor yang memerankan karakter yang meninggal di awal cerita biasanya memperoleh bayaran lebih rendah karena durasi kemunculannya terbatas. Meski begitu, kondisi tersebut berbeda jika yang memerankan tokoh tersebut adalah aktor papan atas.

Selain sistem pembayaran, persoalan keterlambatan honor juga masih terjadi. Salah satu kasus yang sempat menjadi sorotan adalah keterlambatan pembayaran gaji aktor pendukung dalam serial Reverse.

Kasus tersebut memicu perhatian dari Serikat Aktivis Penyiaran Korea yang mendesak rumah produksi segera memenuhi kewajiban pembayaran kepada seluruh pemain dan kru. Mereka juga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap proyek produksi yang memperoleh dukungan resmi.

Kesuksesan Besar Dibayar dengan Pengorbanan

Popularitas industri hiburan Korea Selatan memang tidak diraih dengan mudah. Di balik kesuksesan film dan drama yang mendunia, banyak pekerja industri harus menghadapi tekanan kerja tinggi, persaingan ketat, hingga tantangan finansial.

Meski demikian, dedikasi para aktor, aktris, serta kru produksi inilah yang akhirnya melahirkan berbagai karya berkualitas yang terus mendapat apresiasi dari penonton di seluruh dunia.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN