Catat! Berikut Faktor yang Menjadi Penentu Seorang Gay

Ket. Ilustrasi seorang gay

Doc: istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM -  Belakangan ini, internet sedang ramai tentang orang yang memperdebatkan status orientasi seksual seseorang.

Banyak yang pro dengan hal itu, tetapi banyak pula yang menentangnya. Lalu sebenernya, apa sih faktor yang bisa menentukan seorang itu adalah gay atau bukan? Yuk kenali lebih dalam!

Pada dasarnya, homoseksual adalah istilah yang bertujuan untuk mendeskripsikan identitas seksual seseorang yang tertarik secara emosional dan personal kepada sesama jenis.

Jika seorang homoseksual itu berjenis kelami laki-laki, maka biasa disebut dengan sebutan gay, sedangkan jika seorang homoseksual itu berjenis kelamin perempuan, maka biasa dikenal dengan sebutan lesbian.

Lalu, apa sih faktor penyebab seseorang menjadi homoseksual?

Faktor Penyebab Seseorang Menjadi Homoseksual

  •  Merupakan Variasi Bentuk Otak

Dalam dunia biologis, ada sedikit perbedaan dalam anatomis antara individu homoseksual dengan heteroseksual. Perbedaan tersebut dapat kita lihat dalam struktur dan bentuk otak.

Riset menunjukan bahwa bagian anterior cingulate cortex dan temporal otak sebelah kiri pada pengidap homoseksual sedikit lebih tebal daripada seorang heteroseksual. Ini artinya, variasi bentuk otak turut menjadi pengaruh dalam orientasi seksual seseorang.

  • Faktor Genetik

Selain variasi otak, faktor genetik juga turut menjadi pengaruh dalam penyebab seorang individu menjadi homoseksual. Secara teori, wanita homoseksual cenderung memiliki kelebihan hormon androgen saat ia masih dalam kandungan.

Selain itu, ada pula yang menyebutkan bahwa sifat genetik seseorang berperan dalam menentukan sifat dan perilaku, yang mempengaruhi preferensi seksual seseorang.

  • Trauma Masa Kecil

Penelitian lain menjelaskan bahwa trauma psikologis yang menimpa seseorang turut berperan dalam mempengaruhi orientasi seksual seseorang. Riset ini menyebutkan bahwa seorang homoseksual pernah mengalami pelecehan seksual di masa kecilnya. Namun, banyak juga yang tetap menjadi heteroseksual meskipun pernah mengalami pelecehan seksual di masa kecilnya.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa perilaku homoseksual diperkirakan tidak disebabkan oleh gangguan mental. American Psychiatric Association (APA) dan World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa homoseksual bukanlah sebuah kondisi akibat gangguan mental.

Meski begitu, masih banyak kaum homoseksual yang mendapatkan perlakuan negatif serta stigma yang buruk tentang dirinya, sehingga orang homoseksual cenderung lebih tertutup dalam orientasi seksualnya. Tak banyak pula kaum homoseksual yang mendapatkan diskriminasi di lingkungannya.

Nah, jadi itulah beberapa faktor yang menjadi penentu seseorang menjadi gay ataupun lesbian. Jika kamu atau teman kamu memiliki orientasi seksual yang berbeda, kamu bisa langsung konsultasi ke psikolog agar dapat memahaminya lebih dalam.

Komentar (0)

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN