Adidas Ubah Ratusan Kabel Ethernet Bekas Jadi Sneakers Nyentrik, Curi Perhatian di Piala Dunia 2026
Ket. Sneakers Adidas unik karya Cory Infinite dibuat dari 170 kabel Ethernet bekas.
Doc: evanjohnsonvisuals.com
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sepasang sneakers adidas berhasil mencuri perhatian pecinta mode dan sneakerhead setelah tampil dengan desain yang benar-benar di luar kebiasaan. Bukan menggunakan kulit premium, suede, atau material rajut seperti umumnya, sepatu ini justru dibalut menggunakan ratusan kabel Ethernet bekas yang disusun secara manual hingga menghasilkan tampilan futuristik dan nyentrik.
Karya unik tersebut merupakan hasil kreasi seniman asal Amerika Serikat, Cory Infinite, yang dikenal dengan berbagai proyek seni berbasis teknologi dan barang daur ulang. Kali ini, ia dipercaya adidas untuk menciptakan sneaker eksklusif bagi penyanyi sekaligus rapper Teezo Touchdown, yang mengenakannya saat menghadiri rangkaian acara Piala Dunia 2026.
Sneakers tersebut menggunakan adidas Adistar XLG 2.0 sebagai model dasar. Namun, setelah melalui proses modifikasi, tampilannya berubah total hingga nyaris tak menyisakan wujud asli dari sepatu tersebut.
Cory Infinite mengerjakan proyek ini secara handmade di Kansas City dengan ketelitian tinggi. Setiap detail dibuat secara manual sehingga menghasilkan sebuah karya yang tidak hanya berfungsi sebagai alas kaki, tetapi juga menjadi karya seni yang sarat makna.
Bagian paling mencolok tentu terletak pada material yang digunakan. Hampir seluruh permukaan sepatu ditutupi kabel Ethernet bekas yang sebelumnya digunakan sebagai perangkat jaringan komputer. Untuk setiap sepatu, Cory memasang sekitar 170 potong kabel Ethernet yang diikat satu per satu menggunakan cable ties sehingga membentuk lapisan padat dari ujung depan hingga bagian tumit.
Proses tersebut membutuhkan ketelitian ekstra karena setiap kabel harus diposisikan secara presisi agar menghasilkan pola yang rapi sekaligus tetap nyaman digunakan.
Yang membuat tampilannya semakin unik adalah bagian konektor transparan pada ujung kabel Ethernet. Elemen tersebut menciptakan efek visual menyerupai piksel digital yang menyelimuti seluruh bagian atas sepatu. Kesan futuristik pun semakin terasa, seolah sneaker tersebut berasal dari dunia teknologi atau video game.
Di sisi samping sepatu, Cory mempertahankan identitas adidas dengan cara yang tidak biasa. Kabel Ethernet berwarna biru disusun sedemikian rupa hingga membentuk motif tiga garis khas adidas, menjadikannya tetap mudah dikenali meski tampil dengan konsep yang sepenuhnya berbeda.
Tak hanya berhenti pada penggunaan kabel bekas, Cory Infinite juga menambahkan sentuhan personal yang membuat sneaker ini semakin eksklusif.
Pada bagian tali sepatu, ia memasang tombol-tombol keyboard komputer sebagai aksesori. Tombol tersebut disusun hingga membentuk nama "Cory Infinite" dan "Teezo Touchdown", memberikan identitas khusus yang hanya dimiliki pasangan sneakers ini.
adidas turut membagikan video di balik layar proses pembuatan sneaker tersebut melalui kanal resminya. Video itu memperlihatkan seluruh tahapan, mulai dari pengembangan konsep, proses perakitan kabel satu per satu, hingga momen ketika hasil akhirnya diserahkan langsung kepada Teezo Touchdown.
Cuplikan tersebut memperlihatkan betapa rumitnya proses produksi yang membutuhkan kreativitas, kesabaran, dan keterampilan tinggi agar setiap bagian sepatu tetap proporsional tanpa menghilangkan fungsi utamanya.
Di balik desain nyentrik tersebut, Cory Infinite ternyata menyisipkan filosofi yang erat kaitannya dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Menurut sang seniman, penggunaan kabel Ethernet bukan sekadar memanfaatkan material daur ulang. Kabel tersebut dipilih sebagai simbol koneksi global yang menyatukan jutaan orang dari berbagai negara melalui sepak bola.
Selama puluhan tahun, kabel Ethernet menjadi media yang menghubungkan komputer dan memungkinkan pertukaran informasi di seluruh dunia. Filosofi itu dianggap selaras dengan sepak bola yang mampu mempertemukan beragam budaya, bahasa, dan latar belakang dalam satu semangat yang sama.
Melalui karya ini, Cory ingin menunjukkan bahwa hubungan antarmanusia tidak hanya terjalin melalui teknologi, tetapi juga melalui olahraga yang memiliki daya tarik universal.
Sneakers adidas hasil modifikasi tersebut pun menjadi bukti bahwa dunia fashion kini semakin terbuka terhadap eksplorasi material yang tidak lazim. Barang-barang bekas yang sebelumnya dianggap limbah dapat diubah menjadi karya bernilai tinggi dengan sentuhan kreativitas.
Kolaborasi antara adidas, Cory Infinite, dan Teezo Touchdown juga memperlihatkan bagaimana seni, teknologi, keberlanjutan, dan budaya populer dapat berpadu dalam satu karya yang unik. Tak heran jika sneakers berbahan ratusan kabel Ethernet bekas ini langsung menjadi sorotan dan dianggap sebagai salah satu desain paling nyentrik yang muncul selama perhelatan Piala Dunia 2026.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Adidas Ubah Ratusan Kabel Ethernet Bekas Jadi Sneakers Nyentrik, Curi Perhatian di Piala Dunia 2026 .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!