- Home
-
- Entertainment
-
- Terungkap! Ternyata Buka...
Terungkap! Ternyata Bukan Ekonomi yang Bikin Anak Muda Makin Enggan Menikah
Senin, 13 Jul 2026, 14:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Fenomena semakin banyak anak muda yang memilih menunda bahkan tidak menikah terus menjadi perhatian di berbagai negara. Selama ini, faktor ekonomi kerap disebut sebagai penyebab utama.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa keputusan tersebut ternyata dipengaruhi oleh perubahan cara pandang generasi muda terhadap kehidupan dan hubungan, bukan semata-mata persoalan finansial.
Laporan yang dikutip CNBC Indonesia mengungkapkan bahwa generasi Milenial dan Gen Z kini memiliki definisi kebahagiaan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Pernikahan tidak lagi dianggap sebagai satu-satunya tolok ukur kesuksesan atau pencapaian hidup.
Sejumlah anak muda justru lebih mengutamakan pengembangan diri, karier, kesehatan mental, hingga kebebasan dalam menentukan arah hidup.
Mereka juga cenderung lebih berhati-hati dalam memilih pasangan karena tidak ingin mengulang pengalaman perceraian yang banyak mereka saksikan di lingkungan sekitar.
Perubahan Pola Pikir hingga Data BPS Tunjukkan Tren Penurunan Pernikahan
Selain perubahan cara pandang terhadap kehidupan, budaya kerja juga disebut turut memengaruhi keputusan generasi muda untuk menunda pernikahan.
Kesempatan untuk belajar, bekerja, dan berpindah tempat tinggal membuat banyak orang merasa bahwa pernikahan bukan lagi prioritas utama di usia muda. Sebagian memilih membangun stabilitas emosional terlebih dahulu sebelum memutuskan berkomitmen dalam hubungan jangka panjang.
Media sosial juga dinilai memiliki peran dalam mengubah persepsi tentang pernikahan. Di satu sisi, platform digital menampilkan sisi romantis sebuah hubungan.
Namun di sisi lain, media sosial juga memperlihatkan berbagai persoalan rumah tangga, konflik pasangan, hingga perceraian secara lebih terbuka sehingga memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi generasi muda.
Fenomena tersebut tercermin dari menurunnya angka pernikahan di sejumlah negara dalam beberapa tahun terakhir.
Para peneliti menilai perubahan itu merupakan bagian dari pergeseran nilai sosial, ketika individu lebih mengutamakan kualitas hidup dan kebahagiaan pribadi dibandingkan mengikuti ekspektasi masyarakat.
Para ahli menegaskan bahwa rendahnya minat menikah bukan berarti generasi muda menolak membangun keluarga.
Banyak di antara mereka hanya memilih menunda hingga merasa benar-benar siap secara emosional, mental, serta telah menemukan pasangan yang dianggap tepat.
Dengan kata lain, keputusan untuk tidak terburu-buru menikah kini lebih banyak didasari perubahan cara berpikir daripada semata-mata keterbatasan ekonomi.
Sementara itu, data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) turut menunjukkan tren serupa di Indonesia.
Berdasarkan Laporan Statistik Indonesia 2024, terjadi penurunan jumlah perkawinan yang cukup signifikan dalam enam tahun terakhir. Penurunan paling drastis bahkan tercatat dalam tiga tahun terakhir.
Dari 2021 hingga 2023, angka pernikahan di Indonesia menyusut sebanyak 2 juta. Penurunan tersebut terjadi di hampir seluruh daerah.
Di DKI Jakarta, misalnya, jumlah pernikahan menurun hampir 4 ribu. Sementara itu, Jawa Barat mencatat penurunan hampir 29 ribu, disusul Jawa Tengah yang berkurang hingga 21 ribu dan Jawa Timur yang mengalami penurunan sekitar 13 ribu.
Temuan penelitian terbaru dan data BPS tersebut menunjukkan bahwa keputusan generasi muda untuk menunda atau tidak menikah tidak lagi semata-mata dipengaruhi kondisi ekonomi, melainkan juga perubahan nilai, prioritas hidup, serta cara mereka memandang hubungan dan kebahagiaan.
- Alasan Anak Muda Tidak Menikah
- Anak Muda Malas Menikah
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.