Debut Bersejarah Manish Malhotra di Paris Couture Week AW26: Angkat Warisan Budaya India Lewat Kenangan Sang Ibu
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Panggung fesyen dunia kembali menjadi saksi kehebatan seni kerajinan tangan India, kali ini lewat pencapaian gemilang desainer legendaris Manish Malhotra.
Sang desainer resmi melakukan debut perdananya dalam kalender resmi Paris Haute Couture Week dengan memamerkan koleksi gaun kelas tinggi (couture) untuk musim gugur/dingin (Autumn/Winter 2026). Bertajuk Maa, koleksi mahakarya ini dirancang secara khusus sebagai bentuk penghormatan emosional pasca-berpulangnya sang ibu tercinta.
Lewat peragaan ini, Manish Malhotra berhasil menggeser stigma gaun pengantin Bollywood yang biasa melekat pada dirinya, menjadi sebuah karya seni adibusana yang sarat akan narasi geografis cinta seorang ibu di panggung global.
Koleksi Maa sendiri dibagi menjadi empat babak naratif yang menggambarkan metamorfosis kehidupan dari masa kanak-kanak hingga dewasa.
Menggunakan palet warna yang didominasi oleh rona merah muda (blush) dan mawar lembut yang terinspirasi dari bunga favorit ibundanya, Malhotra menyajikan transformasi siluet yang memukau para pencinta mode dunia yang hadir di Paris.
Empat Babak Kehidupan dan Keindahan Detail Kerajinan Tangan
Setiap babak dalam peragaan busana ini menampilkan konstruksi pakaian yang rumit dan penuh makna mendalam:
Babak 1: Cocoon (Kepompong)

Menggambarkan tahap awal kehidupan yang kaku dan penuh perlindungan lewat konstruksi avant-garde. Malhotra menampilkan mantel opera dramatis, bentuk balon arsitektural, hingga jaket lipit kuning transparan dengan kerah tinggi yang menutupi wajah. Sebuah jubah merah muda bersulam juga dihadirkan sebagai simbol perlindungan dari pelukan seorang ibu.
Rekomendasi juga buat kamu:
Babak 2: Bond (Ikatan)

Garis desain yang kaku mulai melunak menjadi busana yang lebih dinamis dan mengalir. Struktur gaun pada babak ini menonjolkan jalinan tali sutra berukuran besar yang melilit tubuh dengan ujung untaian benang emas, melambangkan ikatan batin yang tak kasat mata namun kuat.
Babak 3: Becoming (Menjadi)

Menjadi puncak unjuk gigi keahlian artisan India. Malhotra memadukan sulaman salli antik, manik-manik taban, zardozi, resham, hingga kilauan kristal. Menariknya, kecintaan sang ibu terhadap perhiasan dituangkan ke dalam bentuk gaun cetak (molded dress) yang siluetnya menyerupai tumpukan gelang tradisional India.
Babak 4: Abundance (Kelimpahan)

Sebagai penutup, peran ibu dirayakan sebagai sebuah warisan abadi. Panggung dipenuhi oleh gaun-gaun monumental bersiluet bahu lebar dengan permukaan penuh payet berkilau, mengubah konsep keanggunan dan ketangguhan menjadi karya seni tiga dimensi.
Daya tarik peragaan busana ini kian megah berkat lini perhiasan mewah Manish Malhotra High Jewellery. Beberapa koleksi yang mencuri perhatian di antaranya adalah hiasan telinga (ear cuff) bertabur 18 karat berlian dan 8 karat rubellite, kalung megah dengan 170 karat batu rubi Mozambik, hingga perhiasan tangan yang terinspirasi dari ornamen tradisional India, haathphool.
Melalui debutnya yang luar biasa di Paris Couture Week AW26, Manish Malhotra tidak hanya berhasil menantang batas kemampuan kreativitasnya di luar zona nyaman Bollywood, tetapi juga sukses menaikkan kelas kerajinan tradisional India ke level tertinggi mode internasional.
Keberaniannya memadukan memori personal yang emosional ke dalam disiplin ketat haute couture melahirkan sebuah persembahan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menyentuh hati.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Debut Bersejarah Manish Malhotra di Paris Couture Week AW26: Angkat Warisan Budaya India Lewat Kenangan Sang Ibu .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!