Giorgio Antonio Jawab Nyinyiran Netizen Soal Status CEO, Akui Sudah Lama Kelola Bisnis dengan Adiknya

Doc: Instagram/@giorgioantonioc

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Giorgio Antonio belakangan menjadi sorotan publik setelah kedekatannya dengan Sarwendah semakin sering terlihat.

Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat, muncul pula berbagai komentar dari netizen yang mempertanyakan status Giorgio sebagai seorang CEO.

 Sebagian warganet menilai popularitasnya di media sosial membuat citra pebisnis yang disandangnya terasa kurang meyakinkan.

Menanggapi berbagai keraguan tersebut, Giorgio memilih memberikan penjelasan secara terbuka. Ia menegaskan bahwa aktivitasnya di dunia bisnis bukanlah sesuatu yang baru dimulai setelah dikenal publik.

Menurutnya, ia sudah cukup lama mengelola perusahaan bersama sang adik, Joseph, jauh sebelum namanya ramai diperbincangkan di media sosial maupun pemberitaan hiburan.

Giorgio menjelaskan bahwa sejak awal dirinya memang lebih fokus menjalankan operasional bisnis dibandingkan tampil di depan kamera.

Ia mengaku tidak pernah memiliki cita-cita menjadi seorang figur publik atau influencer. 

Baginya, mengembangkan perusahaan dan memastikan bisnis terus bertumbuh selalu menjadi prioritas utama.

Namun, situasi berubah ketika tim kreatif di perusahaan tempatnya bekerja mulai mendokumentasikan aktivitas sehari-harinya.

Tanpa sepengetahuannya, mereka merekam momen-momen saat dirinya memimpin rapat, berdiskusi dengan tim, hingga menjalankan berbagai kegiatan operasional.

Konten tersebut kemudian diunggah ke media sosial perusahaan sebagai bagian dari eksperimen pemasaran.

Di luar dugaan, video-video yang menampilkan keseharian Giorgio justru menarik perhatian banyak orang.

Respons yang diterima terbilang positif, bahkan jumlah penonton terus meningkat dari waktu ke waktu.

Interaksi yang tinggi membuat tim melihat adanya peluang untuk membangun kedekatan dengan audiens melalui sosok pemimpin perusahaan.

Menyadari antusiasme tersebut, Giorgio akhirnya bersedia tampil lebih rutin dalam berbagai konten digital.

Ia menilai langkah tersebut bukan sekadar untuk meningkatkan popularitas pribadi, melainkan menjadi strategi memperkenalkan identitas perusahaan kepada masyarakat yang lebih luas.

Kehadirannya di media sosial juga diharapkan mampu memperkuat citra brand yang sedang mereka kembangkan.

"Awalnya sih sebenarnya kita kan sebagai bos ngomong sama tim content creator, kalian harus buat video. Nah, akhir-akhirnya mereka suka curi-curi diam-diam videoin kita. Kita lagi meeting, kita lagi ngapain. Ternyata viewers-nya ada, feedback-nya bagus. Dari situ mulailah kita lebih konsisten," ungkap Giorgio saat menceritakan awal mula dirinya aktif membuat konten.

Menurut Giorgio, media sosial kini menjadi salah satu sarana penting untuk memperlihatkan budaya kerja perusahaan secara lebih transparan.

Lewat konten yang menampilkan aktivitas nyata di kantor, masyarakat dapat melihat bagaimana proses pengambilan keputusan, kolaborasi tim, hingga keseharian seorang pemimpin bisnis berlangsung tanpa dibuat-buat.

Penjelasan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai komentar yang meragukan kapasitasnya sebagai CEO.

Giorgio menegaskan bahwa popularitas yang kini dimilikinya merupakan dampak dari strategi pemasaran digital yang berkembang secara alami, bukan tujuan utama yang sejak awal ia kejar.

Baginya, pencapaian terbesar tetaplah menjaga bisnis bersama Joseph terus berkembang, sementara kehadirannya di media sosial hanyalah bagian dari upaya memperkenalkan perusahaan kepada khalayak yang lebih luas.*

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN