DUBAI, KUCANTIK.COM -Baik Amerika Serikat (AS) maupun Iran menyatakan sepakat mengirim pejabat untuk pertemuan di Qatar, yakni berupa pembicaraan teknis tidak langsung pada hari Rabu (1/7) mengenai kesepakatan mereka yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
“Para pejabat AS dan Iran akan mengadakan pembicaraan teknis tidak langsung pada hari Rabu di Doha dengan mediator Qatar dan Pakistan mengenai nota kesepahaman, berdasarkan kemajuan yang telah dicapai pada KTT Danau Lucerne,” , kata seorang diplomat yang mengetahui pembicaraan tersebut kepada AFP.
Utusan AS, Jared Kushner, dan Steve Witkoff tidak akan ikut serta dalam pembicaraan teknis, tambah diplomat itu, setelah mereka bertemu dengan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed Abdulrahman Al Thani pada hari Selasa.
Nota kesepahaman, yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan, mencakup gencatan senjata selama 60 hari dalam perang yang dimulai dengan serangan AS-Israel pada 28 Februari, pembukaan kembali Selat Hormuz yang diblokade, dan kerangka waktu untuk kesepakatan akhir guna mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan tentang program nuklir Iran.
Para pejabat Iran dijadwalkan berangkat ke Doha pada hari Rabu, tetapi Teheran membantah klaim sebelumnya oleh Presiden AS Donald Trump bahwa akan ada pembicaraan langsung.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, membenarkan bahwa delegasi Iran akan dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi, tetapi mengatakan bahwa para pejabat tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan pihak Amerika di tingkat mana pun dalam beberapa hari mendatang.
Sebaliknya, Kushner dan Witkoff bertemu dengan perdana menteri Qatar pada hari Selasa, kata kementerian luar negeri negara Teluk tersebut. Ketiganya membahas perundingan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran dalam kerangka nota kesepahaman.
Komite Bersama
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf pada Selasa (30/6) mengatakan Iran tidak akan memulai negosiasi terkait kesepakatan final dengan Amerika Serikat (AS), kecuali jika butir-butir tertentu dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) perdamaian yang baru-baru ini ditandatangani oleh kedua belah pihak telah diimplementasikan.
Qalibaf, yang juga menjabat sebagai ketua tim negosiasi Iran, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi milik pemerintah Iran IRIB TV saat memaparkan perkembangan terkini mengenai implementasi MoU perdamaian dan perundingan dengan AS.
Rekomendasi juga buat kamu:
Dia menyebutkan kunjungan Iran ke Swiss baru-baru ini bertujuan untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan MoU guna mengakhiri perang di semua front, termasuk di Lebanon, mencabut blokade laut AS, membuka kembali Selat Hormuz, menerbitkan pengecualian (waiver) AS untuk ekspor minyak mentah Iran, serta mencairkan aset-aset Iran yang dibekukan.
“Jika kelima butir pendahuluan ini tidak dipenuhi, implementasi butir-butir lainnya tidak akan dimulai,” sebut Qalibaf.
Dia menyatakan bahwa Iran, AS, dan Lebanon sepakat untuk membentuk sebuah komite bersama guna menegakkan gencatan senjata, memastikan berakhirnya perang di Lebanon, dan menjunjung tinggi kedaulatan Lebanon, seraya menambahkan bahwa Iran dan AS, sebagai dua dari tiga pihak yang terlibat, telah menunjuk perwakilan masing-masing.AFP/Xinhua/Ant/SB/E-9
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Delegasi AS dan Iran Gelar Pembicaraan Tak Langsung di Qatar .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!