Louis Vuitton Dikecam usai Bangun Air Terjun Raksasa di Tengah Heatwave Paris, Tak Peka saat Suhu Tembus 40 Derajat

Selasa, 30 Jun 2026, 17:45 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Peragaan busana Louis Vuitton di Paris Fashion Week Spring Summer 2027 mendadak menjadi sorotan. Bukan hanya karena koleksi terbaru yang dirancang Pharrell Williams, melainkan juga instalasi air terjun buatan setinggi delapan meter yang menjadi latar utama runway.

Alih-alih menuai pujian, kemegahan instalasi tersebut justru memicu gelombang kritik. Banyak pihak menilai Louis Vuitton mengirimkan pesan yang tidak sensitif terhadap krisis iklim, mengingat pertunjukan berlangsung ketika Paris dan sejumlah wilayah Prancis sedang dilanda gelombang panas ekstrem (heatwave) dengan suhu yang menembus lebih dari 40 derajat Celsius.

Air Terjun Raksasa Jadi Pemicu Kontroversi

Fashion show Louis Vuitton digelar di kawasan luar Cite Universitaire, kompleks hunian mahasiswa yang setiap tahunnya menampung sekitar 12.000 penghuni.

Runway dibuat menyerupai lanskap pantai dengan hamparan pasir lengkap dengan air terjun buatan setinggi delapan meter yang mengalir di belakang panggung. Instalasi spektakuler tersebut menjadi elemen utama dalam presentasi koleksi menswear Spring Summer 2027 rancangan Pharrell Williams.

Namun, tak lama setelah acara berlangsung, kritik bermunculan dari masyarakat hingga pejabat setempat. Banyak yang mempertanyakan keputusan menghadirkan instalasi air berskala besar ketika pemerintah justru mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air akibat cuaca ekstrem.

Selain isu lingkungan, penggunaan ruang publik untuk kepentingan komersial juga menjadi sorotan.

Louis Vuitton Bantah Boros Air

Ket. Foto: Louis Vuitton Mens Spring Summer 2027. — Sumber: Louis Vuitton

Menanggapi kritik yang berkembang, LVMH selaku perusahaan induk Louis Vuitton memberikan penjelasan terkait penggunaan air dalam instalasi tersebut.

Melalui keterangan kepada Reuters, juru bicara LVMH menyatakan bahwa air yang digunakan seluruhnya berasal dari jaringan air kota Paris dan tidak terbuang sia-sia.

Menurut perusahaan, instalasi tersebut menggunakan sistem sirkulasi tertutup. Air dipompa menuju lokasi pertunjukan, digunakan untuk menciptakan efek air terjun, kemudian dialirkan kembali ke sistem saluran pembuangan kota sehingga tidak mengalami pemborosan.

Tak hanya itu, LVMH juga memastikan material pasir yang digunakan sebagai runway tidak akan dibuang setelah acara selesai.

Pasir tersebut akan dimanfaatkan kembali sebagai lapangan voli pantai di kawasan Cite Universitaire serta didaur ulang melalui mitra pengelola limbah.

Pihak perusahaan juga menegaskan bahwa seluruh proses penyelenggaraan telah mengikuti regulasi yang berlaku selama Prancis menghadapi gelombang panas.

Direktur Komunikasi Cité Universitaire, Jerome Duplan, turut mengonfirmasi instalasi air memang menggunakan sistem sirkulasi tertutup.

Pejabat dan Penghuni Tetap Melayangkan Kritik

Meski sudah memberikan klarifikasi, kontroversi belum juga mereda.

Wakil Wali Kota Paris yang membidangi kehidupan mahasiswa, Melody Tonolli, menilai proyek tersebut menyampaikan pesan yang kurang tepat di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Menurutnya, masyarakat wajar mempertanyakan privatisasi ruang publik yang disertai pembatasan akses, terlebih ketika suhu udara sedang berada pada titik yang membahayakan.

Di sisi lain, penghuni Cite Universitaire juga mengaku terdampak oleh penyelenggaraan acara tersebut.

Beberapa fasilitas di kompleks tidak dapat digunakan selama persiapan dan pelaksanaan fashion show. Padahal, mereka tetap diwajibkan membayar biaya sewa seperti biasa dan harus menyesuaikan aktivitas sehari-hari akibat pembatasan akses.

Bagi sebagian penghuni, kemewahan panggung Louis Vuitton justru memperlihatkan kontras yang tajam dengan kehidupan masyarakat yang sedang menghadapi dampak cuaca ekstrem.

Digelar di Tengah Heatwave Mematikan

Kontroversi ini terjadi ketika Prancis tengah mengalami salah satu gelombang panas terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Paris mencatat suhu hingga 40,9 derajat Celsius, sekaligus menjadi rekor suhu tertinggi yang pernah terjadi pada bulan Juni di ibu kota Prancis.

Situasi tersebut juga berdampak serius terhadap keselamatan masyarakat. Berdasarkan data otoritas setempat, sejak 18 Juni sedikitnya 55 orang dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam ketika berusaha mencari cara mendinginkan tubuh di tengah suhu yang sangat tinggi.

Di tengah kondisi tersebut, instalasi air terjun raksasa Louis Vuitton pun memicu perdebatan luas mengenai tanggung jawab industri mode terhadap isu lingkungan dan sensitivitas sosial.

Meski perusahaan menegaskan tidak ada pemborosan air serta seluruh material akan digunakan kembali, banyak pihak menilai kemewahan pertunjukan tersebut tetap menciptakan kesan yang kurang tepat di tengah krisis iklim yang sedang berlangsung.

  • Louis Vuitton
  • Paris Fashion Week

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.