Laut Buatan Louis Vuitton vs Kabut Saint Laurent, Mana Runway Paris Fashion Week yang Paling Memukau?
Sabtu, 27 Jun 2026, 17:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Rumah mode ternama Louis Vuitton dan Saint Laurent sama-sama menghadirkan konsep peragaan busana yang tidak biasa dalam ajang Paris Fashion Week.
Keduanya mengubah runway menjadi instalasi artistik yang memadukan dunia mode dengan pengalaman visual imersif, meski mengusung pendekatan yang berbeda.
Di tengah cuaca musim panas Paris yang terik, Direktur Kreatif Menswear Louis Vuitton, Pharrell Williams, justru menghadirkan nuansa pantai ke tengah kota. Sementara itu, Saint Laurent memilih menghadirkan lanskap penuh kabut yang menciptakan suasana dramatis layaknya berjalan di dalam awan.
Peragaan Busana Louis Vuitton Hadirkan Ombak Raksasa
Eksekusi konsep tersebut terlihat dalam peragaan busana Louis Vuitton Menswear Spring/Summer 2027 yang berlangsung pada Selasa (23/6) waktu setempat.
Tak hanya menghadirkan hamparan pasir, Louis Vuitton juga membangun set runway spektakuler berupa ombak raksasa dengan air yang mengalir deras.
Para model muncul dari gulungan ombak tersebut sambil memperagakan koleksi terbaru Louis Vuitton. Koleksi yang ditampilkan masih mempertahankan identitas streetwear khas rumah mode tersebut, namun kali ini dipadukan dengan unsur budaya surfing.
Melalui akun Instagram pribadinya, Pharrell Williams menjelaskan bahwa desain runway tersebut bukan sekadar merepresentasikan koleksi terbaru Louis Vuitton.
Instalasi itu juga menjadi bentuk dukungan Louis Vuitton terhadap komunitas CORAL GARDENERS yang berfokus pada upaya restorasi terumbu karang di Polinesia Prancis.
Louis Vuitton juga menerapkan konsep keberlanjutan dalam pembangunan set. Air yang digunakan pada instalasi berasal dari Eaux de Paris dan akan dikembalikan ke sistem pengolahan limbah melalui sirkuit tertutup.
Sementara itu, pasir yang digunakan akan disumbangkan untuk lapangan voli pantai di Cité Internationale Universitaire de Paris.
Peragaan Busana Saint Laurent yang Dipenuhi Kabut
Pada hari yang sama, Saint Laurent turut menghadirkan konsep artistik dalam peragaan busana Menswear Spring/Summer 2026 di Bourse de Commerce, Paris.
Rumah mode tersebut berkolaborasi dengan seniman asal Jepang, Fujiko Nakaya, untuk menciptakan instalasi kabut berbahan dasar uap air yang memenuhi ruangan. Peragaan busana berlangsung di tengah kabut tebal sehingga para model tampak berjalan menembus awan.
Konsep tersebut menghadirkan suasana yang dramatis sekaligus sinematik, menjadikan pengalaman menyaksikan peragaan busana terasa berbeda dari biasanya.
Di luar peragaan busana, publik juga dapat menikmati langsung instalasi seni karya Fujiko Nakaya di area The Rotunda, Bourse de Commerce. Instalasi bertajuk Cloud #07156 merupakan bagian dari pameran "Clair-obscur" yang dibuka untuk umum hingga 14 September 2026.
Perbedaan Konsep Runway Louis Vuitton dan Saint Laurent
Meski sama-sama menghadirkan instalasi berskala besar, Louis Vuitton dan Saint Laurent mengusung konsep yang berbeda dalam peragaan busananya.
Louis Vuitton memilih menghadirkan suasana pantai lengkap dengan ombak raksasa dan hamparan pasir sebagai latar yang selaras dengan koleksi bertema surfing.
Selain menjadi elemen visual, set tersebut juga membawa pesan keberlanjutan melalui kerja sama dengan CORAL GARDENERS serta penggunaan material yang dapat dimanfaatkan kembali.
Sementara itu, Saint Laurent lebih menonjolkan pendekatan artistik dengan memanfaatkan instalasi kabut karya Fujiko Nakaya.
Kabut menjadi elemen utama yang menciptakan atmosfer puitis dan sinematik, sekaligus menghubungkan dunia mode dengan seni instalasi kontemporer melalui karya yang juga dapat dinikmati pengunjung museum setelah peragaan busana berakhir.
- Paris Fashion Week 2026
- Runway Louis Vuitton
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.