Persaingan Nike dan Adidas di Piala Dunia 2026 Makin Panas, Siapa Lebih Dominan?

Ket. Persaingan Nike dan Adidas di Piala Dunia 2026 Makin Panas, Siapa Lebih Dominan?

Doc: Instagram/FIFA

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Perhelatan Piala Dunia selalu menghadirkan persaingan menarik di berbagai lini. Tidak hanya antartim nasional yang berjuang meraih gelar juara, rivalitas Nike dan Adidas juga kembali menjadi sorotan melalui pertarungan strategi pemasaran yang berlangsung di panggung global.

Kedua merek perlengkapan olahraga terbesar di dunia itu berlomba merebut perhatian miliaran penggemar sepak bola melalui kampanye kreatif bernilai fantastis.

Nike hadir dengan kampanye bertajuk Rip the Script yang menampilkan sederet atlet ternama seperti Kylian Mbappe, Erling Haaland, Cristiano Ronaldo, hingga LeBron James.

Sementara itu, Adidas menjawab tantangan tersebut melalui kampanye Backyard Legends yang dibintangi Lionel Messi, Jude Bellingham, Lamine Yamal, serta legenda sepak bola Zinedine Zidane.

Kedua kampanye tersebut dikemas layaknya film pendek dengan kualitas produksi kelas atas. Sejumlah laporan menyebut Adidas mengalokasikan dana sekitar 50 juta pound sterling untuk kampanye tersebut.

Meski Nike tidak mengungkap angka resmi, banyak pihak memperkirakan nilai investasi yang dikeluarkan tidak jauh berbeda.

Nike Unggul di Platform Digital

20260622160009_Iklan-Nike.jpeg

Sumber: Istimewa

Dalam persaingan di dunia digital, rivalitas Nike dan Adidas menunjukkan hasil yang cukup mencolok. Kampanye Rip the Script milik Nike berhasil mengumpulkan puluhan juta penayangan di YouTube, jauh melampaui iklan Adidas yang memperoleh jutaan penonton.

Wakil Presiden sekaligus General Manager Nike Global Football, Camilo Andrade, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara sebuah kampanye menjangkau audiens.

Menurutnya, keberhasilan sebuah promosi tidak lagi hanya diukur dari jumlah tayangan, tetapi juga dari sejauh mana penggemar ikut terlibat dan menciptakan percakapan di berbagai platform digital.

Andrade menilai sepak bola masih menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai negara. Karena itu, Nike berupaya membangun kampanye yang tidak hanya menarik untuk ditonton, tetapi juga mampu menjadi bagian dari budaya sepak bola modern.

Adidas Kuasai Aktivasi di Lapangan

20260622160013_Iklan-Adidas.jpeg

Sumber: Istimewa

Meski tertinggal dari sisi penayangan di digital, rivalitas Nike dan Adidas memperlihatkan cerita berbeda di lapangan pemasaran langsung. Adidas terlihat lebih agresif memanfaatkan momentum Piala Dunia, terutama di New York yang menjadi salah satu kota penyelenggara turnamen.

Perusahaan asal Jerman tersebut mengubah toko utamanya di kawasan Soho menjadi pusat aktivitas bertema sepak bola. Berbagai produk resmi, jersey, hingga dekorasi bernuansa Piala Dunia memenuhi area tersebut.

Selain itu, Adidas juga memperluas eksposur mereknya melalui toko pop-up, stan promosi, dan instalasi visual di berbagai titik strategis kota.

Sebaliknya, Nike masih membagi fokus promosi dengan cabang olahraga lain, termasuk basket. Akibatnya, kehadiran Adidas lebih dominan terlihat di sejumlah kawasan publik selama berlangsungnya turnamen.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN