Waspada Thrifting! 4 Jenis Barang Bekas yang Sebaiknya Tidak Kamu Bawa Pulang
Ket. Waspada Thrifting! 4 Jenis Barang Bekas yang Sebaiknya Tidak Kamu Bawa Pulang
Doc: Magnific/Freepik
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Berburu barang thrift memang selalu punya keseruannya sendiri. Apalagi saat berhasil menemukan barang bagus dengan harga yang jauh lebih murah.
Namun, tidak semua barang bekas layak dibawa pulang begitu saja. Ada beberapa barang yang justru bisa menimbulkan masalah atau biaya tambahan setelah dibeli.
Karena itu, penting untuk lebih teliti sebelum memasukkannya ke keranjang. Melansir Southern Living dan Real Simple, berikut beberapa barang yang sebaiknya dihindari saat thrifting.
1. Baju dengan Noda atau Lubang
Saat thrifting, pakaian memang sering menjadi incaran banyak orang. Apalagi jika modelnya masih bagus dan harganya jauh lebih murah dibandingkan barang baru.
Meski begitu, jangan langsung tergoda untuk membelinya. Menurut ahli thrifting sekaligus penulis buku Big Thrift Energy, Virginia Chamlee, baju yang sudah berlubang dan rusak cukup parah sebaiknya dihindari.
Kerusakannya mungkin terlihat kecil saat pertama kali diperiksa. Tetapi setelah dipakai, kondisinya bisa terasa tidak nyaman atau bahkan semakin rusak.
Selain itu, penting juga untuk mengecek bahan pakaian. Chamlee menyarankan untuk memilih bahan yang kualitasnya masih baik, seperti sutra atau kulit, jika menemukannya saat thrifting.
2. Furnitur Berlapis Kain
Sofa atau kursi bekas sering terlihat menarik karena harganya jauh lebih murah. Bahkan, ada yang masih dalam kondisi cukup baik. Meski begitu, furnitur berlapis kain sebaiknya tidak dibeli secara sembarangan. Ada banyak bagian yang tidak bisa diperiksa hanya dari tampilan luar.
Rekomendasi juga buat kamu:
Furnitur seperti ini berisiko menyimpan debu, jamur, hingga kutu yang tidak langsung terlihat saat pertama kali diperiksa.
Belum lagi jika furnitur tersebut membutuhkan perbaikan. Menurut Audra Samnotra, pemilik Social Swan Decor, mengganti lapisan kain furnitur bukan pekerjaan sederhana dan biasanya membutuhkan biaya tidak sedikit.
Karena itu, jangan hanya tergiur harga murah saat thrifting. Pastikan kondisinya masih layak agar tidak menimbulkan pengeluaran tambahan setelah dibawa pulang.
3. Barang yang Terlalu Mahal
Sebagian orang menganggap semua barang di toko thrift pasti lebih murah. Padahal, kenyataannya tidak selalu seperti itu. Ada beberapa barang bekas yang justru dijual dengan harga sangat mahal, bahkan selisihnya dengan barang baru tidak terlalu jauh.
Penting untuk membandingkan harga sebelum membeli. Langkah sederhana ini bisa membantu mengetahui apakah barang tersebut benar-benar worth it atau tidak.
Jangan sampai niat berhemat justru membuat pengeluaran bertambah. Pastikan barang yang dibeli memang sepadan dengan harganya.
4. Barang yang Bau Menyengat
Saat berburu barang bekas, jangan hanya mengandalkan tampilan luar saja. Kondisi barang juga bisa diketahui dari baunya. Bau asap rokok, jamur, atau aroma apek yang kuat biasanya sulit dihilangkan, bahkan setelah dibersihkan berkali-kali.
Bau menyengat ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada material atau cara penyimpanan barang tersebut. Hal ini tentu tidak boleh diabaikan.
Jika bau sudah terasa mengganggu sejak awal, sebaiknya pertimbangkan kembali sebelum membeli. Langkah ini dapat menghindarkan penyesalan di kemudian hari.
Thrifting memang bisa menjadi cara untuk mendapatkan barang dengan harga lebih terjangkau. Namun, tidak semua barang bekas layak dibeli begitu saja.
Jadi, jangan hanya tergiur harga murah. Pastikan barang yang dipilih masih layak dan sesuai kebutuhan. Kalau kamu sendiri, pernah menemukan barang thrifting yang ternyata tidak sesuai ekspektasi?
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Waspada Thrifting! 4 Jenis Barang Bekas yang Sebaiknya Tidak Kamu Bawa Pulang .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!