Jennifer Coppen Ungkap Parenting VOC Untuk Kamari: Hukuman 30 Detik Untuk Kedisiplinan Disorot

Minggu, 21 Jun 2026, 13:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Jennifer Coppen kembali mencuri perhatian publik setelah secara terbuka menceritakan pola asuh yang ia terapkan kepada putrinya, Kamari.

Aktris dan selebritas muda itu mengaku memilih menjadi orang tua yang tegas dalam mendidik anak. Bahkan, Jennifer bercanda menyebut dirinya sebagai “ibu-ibu VOC” karena tidak segan memberikan hukuman ketika Kamari melakukan kesalahan.

Ket. Foto: Kamari dan Jennifer Coppen — Sumber: Kolase foto Instagram/@jennifercoppenreal20

Menurut Jennifer, disiplin harus diajarkan sejak usia dini agar anak memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

Ia menilai kebiasaan membiarkan kesalahan tanpa teguran justru dapat membuat anak tumbuh tanpa memahami batasan yang jelas antara perilaku yang benar dan yang salah.

“Hal yang paling penting menurut ku of course parenting is very important, mengajarkan anak kamu dari kecil kalau kamu salah ya salah jangan dibiasakan kalau salah malah dibiarin. Aku bukan tipe orang seperti itu, aku lebih ke ibu-ibu VOC ya gaes,” ujar Jennifer saat melakukan live streaming.

Pernyataan tersebut langsung memicu perbincangan di kalangan warganet. Sebagian menganggap cara Jennifer cukup tegas, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk disiplin yang masih berada dalam koridor wajar.

Jennifer sendiri menegaskan bahwa hukuman yang diberikan kepada Kamari selalu disesuaikan dengan kesalahan yang dilakukan dan bertujuan untuk memberikan pelajaran, bukan membuat anak merasa tertekan.

“Jadi kalau Kamari salah aku hukum dan hukumannya tergantung kesalahan yang dia bikin,” katanya.

Hukuman Tegas 30 Detik

Salah satu bentuk hukuman yang paling menarik perhatian adalah ketika Jennifer mengaku pernah mematikan lampu kamar mandi dan membiarkan Kamari berada di dalamnya selama 30 detik.

Menurut Jennifer, langkah tersebut dilakukan agar putrinya memahami bahwa melakukan kesalahan akan menimbulkan konsekuensi yang tidak menyenangkan.

“Aku bahkan pernah menghukum dia, aku matiin lampu kamar mandi dan aku taruh di kamar mandi selama 30 detik agar dia tahu apa yang dia lakuin itu salah dan dihukum itu gak enak,” ungkap Jennifer.

Meski terdengar cukup tegas, durasi hukuman yang diberikan tergolong singkat. Jennifer tampaknya ingin menanamkan pemahaman tentang tanggung jawab tanpa menggunakan cara yang berlebihan.

Dalam konteks ini, hukuman tersebut lebih berfungsi sebagai pengingat bagi anak bahwa setiap tindakan memiliki akibat.

Banyak orang tua menerapkan metode serupa dalam bentuk yang berbeda, seperti time out atau jeda sejenak dari aktivitas yang disukai anak.

Tujuannya bukan untuk membuat anak takut, melainkan memberi kesempatan bagi mereka untuk memahami kesalahan yang telah dilakukan.

Apa yang dilakukan Jennifer pun dinilai masih berada dalam batas wajar karena tidak dilakukan dalam waktu lama dan tetap berada di bawah pengawasan orang tua.

Pola asuh tegas yang diterapkan Jennifer juga disebut-sebut berkontribusi pada perilaku Kamari yang sering mendapat pujian publik.

Putri kecil tersebut dikenal cukup tenang, mudah diarahkan, dan mampu mengikuti berbagai kegiatan tanpa banyak drama.

Bagi Jennifer, kedisiplinan bukan sesuatu yang muncul secara instan, melainkan hasil dari pembiasaan sejak dini.

Karena itulah, ia memilih bersikap tegas agar Kamari tumbuh menjadi anak yang memahami aturan, bertanggung jawab atas tindakannya, dan mampu belajar dari setiap kesalahan yang dilakukan.*

  • Parenting VOC ala Jennifer Coppen

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.