Atalia Praratya Soroti Kasus Dugaan Penyekapan Perempuan di Bandung Selama 3 Tahun, Minta Pelaku Dihukum Berat

Minggu, 21 Jun 2026, 08:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Bandung, Jawa Barat, yang disebut berlangsung selama tiga tahun, terus menyita perhatian publik.

Berbagai tokoh turut menyampaikan keprihatinan mereka, termasuk Atalia Praratya yang mengunggah pesan menyentuh sekaligus reflektif terkait tragedi tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: Kolase foto Instagram dan X

Melalui unggahan di media sosial, Atalia menyoroti lamanya waktu yang diduga dialami korban dalam kondisi penuh penderitaan. Ia menekankan bahwa kasus ini bukan berlangsung dalam hitungan hari atau minggu, melainkan bertahun-tahun.

“Tiga tahun. Bukan tiga hari. Bukan tiga minggu. Bukan tiga bulan. Tiga tahun seorang perempuan diduga hidup dalam penyekapan dan penderitaan,” tulis Atalia.

Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian warganet. Bagi banyak orang, kasus ini bukan hanya soal tindakan kekerasan yang diduga dilakukan pelaku, tetapi juga menjadi pertanyaan besar mengenai bagaimana kondisi korban bisa luput dari perhatian lingkungan sekitar dalam kurun waktu yang begitu lama.

Atalia mengaku merasa miris dan mempertanyakan apakah selama tiga tahun tersebut tidak ada satu pun tanda yang terlihat oleh orang-orang di sekitar korban.

Ia mengajak masyarakat untuk melakukan refleksi bersama mengenai pentingnya kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang membuat miris, kemana kita semua selama tiga tahun itu? Orang-orang yang mungkin melihat sesuatu yang janggal, apakah benar tidak ada satu pun tanda yang terlihat?” tulisnya.

Menurut Atalia, kepedulian sosial tidak hanya sebatas menyapa tetangga atau bertegur sapa ketika bertemu.

Lebih dari itu, masyarakat perlu memiliki kepekaan terhadap kondisi orang-orang di sekitar mereka, terutama ketika ada indikasi seseorang sedang berada dalam situasi yang tidak aman.

Ia menilai perhatian sederhana terkadang dapat memberikan dampak yang sangat besar. Sebuah pertanyaan ringan, sapaan, atau kepedulian kecil bisa menjadi jalan bagi seseorang untuk mendapatkan pertolongan ketika sedang menghadapi situasi berbahaya.

“Kasus ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial bukan sekadar menyapa tetangga atau bertegur sapa. Terkadang, satu pertanyaan sederhana, satu bentuk perhatian kecil, bisa menjadi jalan penyelamat bagi seseorang yang sedang berada dalam situasi berbahaya,” lanjutnya.

Tak hanya menyampaikan refleksi sosial, Atalia juga memberikan dukungan moral kepada korban dan keluarganya yang tengah menghadapi masa sulit. Ia menyampaikan empati mendalam atas penderitaan yang dialami korban.

“Teteh, hati dan pikiran saya sepenuhnya bersama teteh dan keluarga,” tulisnya disertai simbol hati.

Dalam unggahan yang sama, Atalia turut mengingatkan masyarakat bahwa terduga pelaku hingga kini belum ditemukan.

Ia mengajak siapa pun yang mengetahui atau mengenali keberadaan pelaku untuk segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum melalui saluran resmi kepolisian.

Atalia menegaskan bahwa kasus tersebut harus diusut secara tuntas dan pelaku harus menerima hukuman setimpal atas perbuatannya.

“Cari dan hukum pelaku seberat-beratnya!” tegas Atalia.

Seruan tersebut sejalan dengan tuntutan publik yang berharap kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan ini dapat segera terungkap secara menyeluruh serta memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.*

  • Atalia Praratya
  • kasus penganiayaan wanita di Bandung

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.