Marshanda Ungkap Pernah Alami High Functioning Depression, Ingatkan Bahaya Diagnosis Mandiri
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aktris sekaligus figur publik Marshanda kembali membagikan pandangannya mengenai kesehatan mental. Dalam sebuah kesempatan, ia menekankan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga profesional dan mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mendiagnosis kondisi psikologis sendiri hanya berdasarkan informasi yang ditemukan di internet maupun hasil tes daring.
Menurut Marshanda, penilaian terkait gangguan kesehatan mental membutuhkan keahlian khusus sehingga tidak bisa dilakukan secara asal. Ia menegaskan bahwa proses diagnosis harus dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan di bidang kesehatan jiwa.
Marshanda Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis
Marshanda menilai tren melakukan diagnosis mandiri dapat menimbulkan kesalahpahaman hingga berpotensi membahayakan kondisi seseorang. Ia menjelaskan bahwa diagnosis kesehatan mental tidak bisa disimpulkan hanya dari gejala yang dibaca di media sosial atau hasil kuis online.
Menurutnya, penentuan diagnosis merupakan ranah psikiater yang memiliki kompetensi untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Bahkan dalam praktiknya, tidak semua psikolog memiliki kewenangan untuk memberikan diagnosis klinis.
Mengenal High Functioning Depression
Dalam kesempatan yang sama, Marshanda juga menyinggung soal high functioning depression, kondisi yang pernah ia alami. Meski istilah tersebut cukup populer, sebenarnya high functioning depression bukan merupakan diagnosis medis resmi.
Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mengalami gejala depresi, tetapi masih mampu menjalani aktivitas sehari-hari seperti bekerja, bersekolah, bersosialisasi, hingga mencapai berbagai prestasi.
Karena masih terlihat produktif dan berfungsi secara normal, kondisi tersebut sering kali luput dari perhatian orang-orang di sekitarnya.
Depresi Tidak Selalu Terlihat dari Luar
Rekomendasi juga buat kamu:
Para ahli menjelaskan bahwa depresi tidak selalu tampak jelas secara fisik. Seseorang bisa terlihat baik-baik saja di hadapan orang lain, padahal sedang berjuang menghadapi tekanan mental yang berat.
Aktivitas sederhana yang umumnya mudah dilakukan dapat terasa jauh lebih melelahkan bagi individu yang mengalami depresi. Meski mereka tetap mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sehari-hari, energi yang dikeluarkan bisa jauh lebih besar dibandingkan orang lain.
Hal inilah yang membuat banyak kasus high functioning depression sulit dikenali karena penderitanya tetap terlihat aktif dan produktif.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Sejumlah pakar menyebut gejala high functioning depression memiliki kemiripan dengan depresi mayor. Beberapa tanda yang kerap muncul antara lain perasaan sedih yang berlangsung lama, hilangnya minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, kelelahan berkepanjangan, kesulitan berkonsentrasi, hingga gangguan tidur.
Karena itu, penting untuk tidak menilai kondisi seseorang hanya dari penampilan luar. Dukungan dari keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar dapat membantu seseorang yang sedang menghadapi masalah kesehatan mental.
Pentingnya Bantuan Profesional
Pengalaman yang dibagikan Marshanda menjadi pengingat bahwa kesehatan mental perlu mendapatkan perhatian yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Ketika muncul gejala yang mengganggu kehidupan sehari-hari, langkah terbaik adalah mencari bantuan dari psikolog klinis atau psikiater yang kompeten.
Dengan penanganan yang tepat, individu yang mengalami gangguan kesehatan mental dapat memperoleh dukungan dan perawatan yang sesuai sehingga kualitas hidup mereka tetap terjaga.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Marshanda Ungkap Pernah Alami High Functioning Depression, Ingatkan Bahaya Diagnosis Mandiri .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!