3 Kapal Tanker Iran Lewati Blokade AS di Selat Hormuz

Kamis, 18 Jun 2026, 08:20 WIB

TEHERAN. KUCANTIK.COM - Setidaknya tiga kapal tanker yang membawa minyak Iran keluar dari blokade Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz, sebagaimana disebut sebuah situs pelacakan, Rabu (17/6).

Kejadian itu berlangsung dua hari sebelum Washington dan Teheran memulai pembicaraan mengenai kesepakatan perdamaian yang masih minim termasuk program nuklir Iran dan pencabutan sanksi.

Ket. Foto: Selat Hormuz — Sumber: istimewa

Pembicaraan mengenai penyelesaian akhir dijadwalkan dimulai pada hari Jumat di resort pegunungan Burgenstock, Swiss, seiring dengan berita bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali yang menyebabkan harga minyak dunia anjlok.

Namun, optimisme bahwa perang yang dipicu oleh serangan AS-Israel pada 28 Februari di Teheran mungkin akan segera berakhir sedikit terganggu oleh serangan baru Israel di Lebanon selatan.

Situs web TankerTrackers, yang memantau pengiriman dan penyimpanan minyak, menandai ekspor minyak mentah pertama Iran dalam dua bulan, dengan mengutip data pelacakan digital yang dikuatkan oleh citra satelit.

“Setidaknya dua kapal tanker super VLCC milik National Iranian Tanker Company (NITC) bernama DIONA (9569695) dan HERO2 (9362073) telah keluar dari perimeter blokade Angkatan Laut AS dengan membawa total gabungan 3,8 juta barel minyak mentah Iran,” kata TankerTrackers di X, kemudian menambahkan bahwa kapal tanker ketiga juga telah keluar.

Negosiasi untuk kesepakatan akhir akan segera dimulai setelah upacara penandatanganan di Swiss dan berlanjut selama periode 60 hari, yang akan menghasilkan keputusan tentang nasib program nuklir Iran dan rencana pencabutan sanksi ekonomi internasional.

AS akan mengizinkan Iran untuk mulai menjual minyak dan bahan bakar berdasarkan kesepakatan untuk mengakhiri perang, demikian laporan Wall Street Journal pada hari Selasa, mengutip sumber anonim yang mengetahui kesepakatan tersebut.

Pencabutan sanksi atas penjualan minyak akan berlaku segera setelah penandatanganan, tambah Journal, yang juga mencakup layanan seperti perbankan, transportasi, dan asuransi.

Beberapa kelompok konservatif telah menyatakan keprihatinan atas kesepakatan damai tersebut, dengan anggota Senat dari Partai Republik dilaporkan meminta teks perjanjian dan penjelasan dari pemerintahan Trump.

“Mari kita lihat dan cari tahu sebenarnya seperti apa,” kata Pemimpin Mayoritas Senat John Thune seperti dikutip dalam Journal.

Harga Minyak Anjlok

Terlepas dari pengumuman kesepakatan tersebut, militer Israel mengatakan bahwa mereka melakukan serangan di Lebanon selatan setelah mengidentifikasi kendaraan mencurigakan di dekat tempat tentara mereka beroperasi, dan pasukan mereka mencegat roket dan melakukan serangan udara terhadap peluncur roket.

Komando militer pusat Iran memperingatkan Israel untuk "menunggu respons keras" atas serangan tersebut, yang menurut kantor berita negara Lebanon menargetkan dua kendaraan di kota Mayfadoun dan satu lagi di Shukeen terdekat, menewaskan empat orang.

Menurut seorang pejabat senior AS, yang berbicara dengan syarat anonim, perjanjian kerangka kerja tersebut telah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, wakil menteri luar negeri Iran Majid Takht-Ravanchi, dan negosiator utama Mohammad Bagher Ghalibaf.

“Kemungkinan pada hari Jumat, babak baru negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan akhir akan dimulai,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. “Dalam kesepakatan akhir, keputusan akan dibuat mengenai isu-isu nuklir dan pencabutan sanksi,” tambahnya.

Optimisme atas pembukaan kembali Selat Hormuz telah mendorong harga minyak mentah Brent turun menjadi 78,74 dolar AS per barel dalam perdagangan hari Rabu. Sedangkan, kontrak minyak utama AS, West Texas Intermediate, berada di

Level 75,85 dollar AS per barel. AFP/SB/E-9

  • Konflik Timur Tengah

Redaktur: Diapari S

Penulis: Diapari S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.