- Home
-
- Entertainment
-
- Mengapa Dulu Sarwendah d...
Mengapa Dulu Sarwendah dan Ruben Onsu Bercerai? Kini Muncul Polemik Hak Asuh Anak
Kamis, 18 Jun 2026, 09:45 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Perceraian antara Sarwendah dan Ruben Onsu cukup menyita perhatian publik sejak tahun 2024. Pasangan yang selama ini dikenal harmonis tersebut resmi berpisah pada 24 September 2024 melalui putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan secara verstek.
Namun, alih-alih mereda, dinamika pasca-perceraian justru kembali menjadi sorotan pada pertengahan 2026. Isu mengenai hak asuh anak hingga nafkah anak disebut menjadi pemicu memanasnya hubungan kedua belah pihak.
Lantas, apa yang sebenarnya melatarbelakangi perceraian Sarwendah dan Ruben Onsu?
Latar Belakang Pernikahan dan Perceraian
Sarwendah Tan, mantan personel Cherrybelle, dan Ruben Onsu, presenter ternama Tanah Air, menikah pada 2016. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tiga orang anak.
Selama berumah tangga, pasangan ini kerap menampilkan keharmonisan melalui media sosial maupun berbagai program televisi. Namun di balik citra tersebut, rumah tangga mereka disebut diwarnai percekcokan yang terjadi secara berulang.
Menurut kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, perbedaan pendapat yang terbilang sederhana, seperti pemilihan pakaian atau makanan, kerap berkembang menjadi pertengkaran.
Meski demikian, Sarwendah pernah menegaskan bahwa perceraian mereka tidak dipicu oleh perbedaan agama. Ia menyebut persoalan rumah tangga dan ketidakcocokan yang tidak terselesaikan menjadi alasan utama berakhirnya pernikahan tersebut.
Pihak kuasa hukum Sarwendah juga menegaskan bahwa perceraian itu bukan disebabkan oleh kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun perselingkuhan.
Hingga kini, Sarwendah memilih untuk tidak mengungkap detail penyebab perceraian demi menjaga kondisi psikologis anak-anaknya yang masih kecil.
Ia bahkan disebut sebagai sosok wanita yang selama ini berusaha menutupi berbagai persoalan rumah tangga sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai seorang istri.
Kisruh Hak Asuh dan Nafkah Anak
Setelah perceraian resmi diputuskan, hak asuh anak jatuh kepada Sarwendah sesuai dengan putusan pengadilan dan Akta Perjanjian yang telah disepakati.
Di awal masa pasca-perceraian, Ruben Onsu disebut rutin memberikan nafkah dalam jumlah besar, mencapai Rp200 juta per bulan. Nominal tersebut mencakup biaya pendidikan, kebutuhan hidup sehari-hari, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga.
Namun, sejak akhir 2025 atau sekitar Desember 2025, Ruben dikabarkan menghentikan pembayaran nafkah selama kurang lebih enam bulan.
Pihak Ruben beralasan bahwa dirinya mengalami kesulitan untuk bertemu dan berkomunikasi dengan anak-anak. Mereka mengklaim akses untuk bertemu anak dibatasi atau dipersulit oleh Sarwendah.
Tudingan tersebut kemudian dibantah oleh Sarwendah. Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan yang diambil semata-mata demi kepentingan terbaik bagi anak-anak mereka. Sarwendah juga mengaku terus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan ketiga anaknya.
Sementara itu, Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, menyatakan siap menempuh jalur hukum guna memperjuangkan hak asuh anak apabila situasi tersebut tidak kunjung membaik.
Di sisi lain, pihak Sarwendah sempat mengirimkan surat ajakan mediasi secara kekeluargaan untuk membahas Akta 39 yang mengatur persoalan harta bersama dan hak asuh anak.
Meski demikian, konflik antara kedua pihak terus berlanjut. Perselisihan tersebut bahkan sempat diwarnai saling sindir di media sosial, termasuk keterlibatan adik Sarwendah, Wendy Lo.
Ruben sendiri beberapa kali memberikan respons yang dinilai santai namun tetap tegas terhadap berbagai isu yang berkembang.
Ancaman Bongkar Fakta dan Dampak pada Anak
Di tengah konflik yang masih berlangsung, Sarwendah melalui kuasa hukumnya mengungkapkan kemungkinan untuk membuka alasan sebenarnya di balik perceraian mereka apabila dirinya terus merasa tertekan oleh berbagai tudingan yang muncul.
Menurut pihak Sarwendah, selama ini masih banyak hal yang sengaja disimpan demi melindungi anak-anak. Namun, ia disebut siap berbicara pada waktu yang dianggap tepat.
Pernyataan tersebut semakin memicu perhatian publik dan memunculkan beragam pendapat. Sebagian masyarakat memberikan dukungan kepada Sarwendah sebagai ibu yang berjuang membesarkan anak-anaknya, sementara sebagian lainnya menilai Ruben sebagai ayah yang tengah memperjuangkan haknya untuk tetap dekat dengan anak-anak.
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) bahkan sempat menyoroti kasus ini. Lembaga tersebut menekankan pentingnya menempatkan kepentingan anak di atas segala bentuk konflik yang terjadi antara kedua orang tua.
Anak-anak disebut sebagai pihak yang paling terdampak dari konflik berkepanjangan yang belum menemukan titik penyelesaian. Hingga Juni 2026, kedua belah pihak diharapkan dapat segera duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan secara damai.
Publik pun berharap konflik tersebut tidak terus berlarut sehingga anak-anak tetap dapat tumbuh dengan kasih sayang dari kedua orang tua, meski keduanya telah menjalani kehidupan dalam rumah tangga yang berbeda.
- Alasan Sarwendah dan Ruben Bercerai
- Hak Asuh Anak Sarwendah dan Ruben Onsu
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.