Dagangan Banyak yang Belum Laku, Bisnis Meghan Markle Terancam Rugi Rp88 Miliar! Benarkah?
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ekspansi bisnis yang terlalu agresif sering kali menjadi bumerang bagi para pesohor dunia, tidak terkecuali bagi Duchess of Sussex, Meghan Markle.
Merek gaya hidup mewah miliknya yang bertajuk As Ever, kini dikabarkan tengah menghadapi ancaman kerugian finansial yang cukup serius.
Berdasarkan laporan data finansial terbaru per Juni 2026, istri Pangeran Harry ini terancam menelan kerugian hingga US$5 juta atau setara dengan Rp88,5 miliar akibat penumpukan stok barang yang belum terjual.
Simak ulasan lengkap mengenai kronologi kelebihan pasokan selai, teh, hingga pembelaan resmi dari pihak Meghan Markle berikut ini.
Ancaman Masa Kedaluwarsa dan Risiko Pembengkakan Kerugian
Masalah utama yang membayangi lini bisnis As Ever berkaitan erat dengan masa kelayakan konsumsi produk. Meghan Markle dilaporkan hanya memiliki waktu hingga akhir musim panas tahun depan untuk mengosongkan gudang dan menjual seluruh persediaan selai, teh, serta taburan bunga (flower sprinkles) organik miliknya.
Jika target tersebut meleset, seluruh produk tersebut akan memasuki masa kedaluwarsa dan tidak lagi memiliki nilai cetak komersial.
Angka potensi kerugian Rp88,5 miliar tersebut dihitung berdasarkan nilai total stok selai yang masih mengendap. Kerugian ini diprediksi bisa membengkak setidaknya US$1 juta (sekitar Rp17,7 miliar) lagi apabila persediaan taburan bunga yang bersifat musiman juga gagal diserap oleh pasar.
Kronologi Kegagalan Strategi Manajemen Stok As Ever
Berdasarkan data yang dihimpun dari Page Six, krisis kelebihan pasokan ini berakar dari ambisi ekspansi besar-besaran yang dilakukan Meghan pada pertengahan tahun lalu. Saat pertama kali diperkenalkan ke publik pada April 2025, produk-barang As Ever memang sempat menjadi fenomena setelah habis terjual hanya dalam hitungan menit.
Rekomendasi juga buat kamu:
Keberhasilan awal tersebut mendorong Meghan untuk memesan ulang stok hingga 10 kali lipat dari volume awal pada Juni 2025. Langkah tersebut kembali berbuah manis, termasuk saat ia merilis produk minuman rosé wine yang ludes dalam waktu kurang dari satu jam.
Lonjakan minat yang masif inilah yang mendasari keputusan Meghan untuk mengubah skala produksi dari ribuan toples menjadi pesanan massal sebesar satu juta unit dalam waktu singkat.
Namun, kendala mulai terendus pada Januari 2026 ketika sebuah eror teknis pada sistem situs web memperlihatkan keberadaan 650.190 unit produk yang mangkrak di gudang penyiapan.
Bahkan, saking melimpahnya sisa pasokan selai yang ada, Meghan dikabarkan sempat membagikan produk tersebut secara cuma-cuma kepada para staf di kantor Netflix.
Penurunan Popularitas dan Trafik Digital di Pasar Amerika Serikat
Melambatnya perputaran modal As Ever dilaporkan berjalan beriringan dengan penurunan tingkat popularitas sang Duchess di wilayah Amerika Serikat. Berdasarkan analisis data digital dari Similarweb, performa situs belanja tersebut terus menunjukkan tren penurunan performa sejak akhir tahun lalu:
-
Desember 2025: Meraih total 246 ribu kunjungan global, di mana 180 ribu di antaranya berasal dari konsumen AS.
-
Januari 2026: Kunjungan dari pasar AS merosot tajam menjadi hanya 89 ribu dari total kunjungan.
-
Februari 2026: Total trafik global berada di angka 213 ribu, dengan kontribusi pasar AS sebesar 83,5 ribu.
-
Maret 2026: Sempat mengalami pemulihan tipis ke angka 226 ribu kunjungan (94 ribu berasal dari AS).
-
April 2026: Mengalami penurunan paling drastis, di mana trafik dari AS hanya menyisakan 61,5 ribu kunjungan dari total 178 ribu.
Bantahan Resmi dari Pihak Juru Bicara Hubungan Masyarakat
Meskipun indikator trafik digital menunjukkan performa yang kurang prima, laporan keuangan resmi dan angka penjualan riil dari As Ever sejatinya tidak pernah dibuka secara transparan kepada publik.
Merespons ramainya pemberitaan negatif tersebut, perwakilan resmi dari Meghan Markle dengan tegas membantah narasi yang menyebutkan bahwa bisnis sang Duchess tengah berada di ambang kebangkrutan.
Pihak manajemen menilai bahwa artikel-artikel spekulatif yang beredar di media Inggris dan Amerika hanyalah sebuah pengulangan narasi buruk tanpa dasar yang gagal terbukti sejak tahun 2024 lalu.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Dagangan Banyak yang Belum Laku, Bisnis Meghan Markle Terancam Rugi Rp88 Miliar! Benarkah? .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!