Terseret Kasus Hanania Group, Thariq Halilintar Beberkan Kronologi Kerja Sama dengan Travel

Ket. Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid.

Doc: Instagram @thariqhalilintar

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus dugaan penipuan agen travel umrah Hanania Group kini tengah memasuki babak baru dengan menyeret sejumlah nama influencer ternama, termasuk pasangan selebritas Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid.

Menanggapi situasi hukum yang sedang berjalan, Thariq dan Aaliyah secara kooperatif hadir di Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan resmi sebagai saksi.

Bagi Cantiks yang ingin mengetahui bagaimana awal mula keterlibatan pasangan ini, berikut kronologi kerja sama Thariq Halilintar dengan Hanania Group sebelum akhirnya biro perjalanan tersebut tersandung kasus hukum yang merugikan ratusan jemaah.

Kronologi Kerja Sama dan Proses Screening Kredibilitas Travel

Kuasa hukum Thariq dan Aaliyah, Sangun Ragahdo, menjelaskan bahwa pihak Hanania Group sebenarnya sudah berulang kali mencoba mendekati Thariq untuk menawarkan kerja sama sejak sebelum pasangan ini resmi menikah.

Namun, karena saat itu dirasa belum ada momentum yang tepat, tawaran tersebut sempat diabaikan.

Pihak travel kembali menghubungi Thariq pada November 2025 dengan mengajukan tawaran skema kerja sama sistem barter berupa pembuatan konten promosi digital sebagai imbalan keberangkatan umrah pada Desember 2025.

Sebelum menandatangani kesepakatan, Thariq menegaskan bahwa dirinya tidak asal menerima kontrak tersebut. Ia sempat melakukan pengecekan latar belakang (cross-check) dan rekam jejak digital untuk memastikan aspek legalitas serta kapabilitas agen travel.

"Pada saat dicek di bulan Desember itu, reputasi travel ini dinilai sangat bagus. Mereka terbukti sudah sukses memberangkatkan banyak jemaah dan memiliki agenda kegiatan yang jelas. Atas dasar kredibilitas tersebut, Thariq akhirnya menerima pekerjaan promosi ini," ungkap Sangun Ragahdo di Polda Metro Jaya.

Terkejut Kasus Mencuat, Siap Bantu Polisi Hingga Tuntas

Segala proses ibadah dan kontrak kerja berjalan lancar tanpa kendala hingga mereka kembali ke Indonesia. Namun, situasi mendadak berubah drastis pada periode Maret hingga April 2026 ketika gelombang laporan korban penipuan Hanania Group mulai meledak ke publik.

Thariq mengaku sangat terkejut saat mengetahui bahwa nama baiknya ikut terseret dalam polemik ini. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh proses penegakan hukum demi transparansi hak para korban.

"Kaget banget dengan berita yang berseliweran di media sosial. Begitu menerima surat panggilan resmi dari penyidik kepolisian, kami langsung merespons cepat dan siap memberikan data atau informasi apa pun yang dibutuhkan. Semoga kasus ini bisa segera terang benderang dan ada solusi terbaik bagi para korban," tutur Thariq Halilintar.

Di sisi lain, Aaliyah Massaid memandang peristiwa pahit ini sebagai catatan evaluasi berharga bagi mereka dalam menyaring kontrak kerja sama ke depan. Ia menyatakan tidak merasa trauma, melainkan menjadikannya sebagai pengalaman berharga agar lebih selektif.

Duduk Perkara Kasus Kasus Hanania Group dan Keterlibatan Influencer

Skandal investasi dan penipuan ini mencuat setelah Hanania Group secara sepihak membatalkan keberangkatan massal sekitar 1.500 calon jemaah umrah pada Maret 2026 kemarin. Direktur Utama perusahaan, Ahmad Syah Fathan Rachman, kini telah resmi menyandang status tersangka.

Dari hasil penyelidikan awal tim penyidik, aliran dana dari setoran para calon jemaah diduga kuat diselewengkan untuk menutupi defisit neraca keuangan internal korporasi sekaligus membiayai fee promosi deretan pembuat konten papan atas.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengonfirmasi adanya dugaan pencucian uang berkedok biaya endorsement tersebut.

Selain Thariq Halilintar, pihak kepolisian juga menjadwalkan pemanggilan berkala terhadap sejumlah nama besar lain yang tercatat pernah mempromosikan layanan Hanania Group sepanjang tahun 2024 hingga 2025, seperti Keanu Agl, Awkarin, Sarah Gibson, hingga Dara Arafah, guna mendalami strategi pemasaran yang diterapkan pihak tersangka.

Langkah transparan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid dalam memenuhi panggilan kepolisian patut diapresiasi sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap publik dan para korban travel Hanania Group.

Bagaimana pandanganmu mengenai keterlibatan para artis dan selebgram dalam mempromosikan jasa agen travel yang ternyata bermasalah ini?

Menurutmu, apakah para influencer juga wajib ikut bertanggung jawab menyaring legalitas produk sebelum berpromosi? Yuk, tuliskan pendapat dan diskusikan opini sehatmu di kolom komentar bawah!

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN