Terlalu Sering Marah Terbukti Merusak Imun Tubuh dan Bikin Rentan Sakit, Jangan Sepelekan Emosi!
Kamis, 11 Jun 2026, 10:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Marah menjadi emosi yang wajar dirasakan setiap orang. Namun, jika kemarahan terjadi terlalu sering dan sulit dikendalikan, dampaknya ternyata tidak hanya memengaruhi hubungan sosial, tetapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Adam Prabata, mengungkapkan kemarahan memiliki hubungan erat dengan sistem kekebalan tubuh. Dalam jangka pendek, marah memang dapat memicu respons tertentu yang membantu tubuh menghadapi ancaman. Namun jika berlangsung terus-menerus, efeknya justru bisa berbahaya.
Berikut sejumlah dampak yang bisa terjadi jika Cantiks terlalu sering marah.
1. Memicu Peningkatan Zat Peradangan dalam Tubuh
Saat seseorang marah, tubuh akan meningkatkan produksi beberapa zat yang berperan dalam proses peradangan, seperti IL-6, TNF-α, dan C-reactive protein (CRP). Dalam kondisi sesaat, respons ini sebenarnya merupakan mekanisme alami tubuh untuk menghadapi stres atau ancaman yang muncul secara tiba-tiba. Karena itu, kemarahan jangka pendek belum tentu berdampak buruk bagi kesehatan.
2. Membuat Tubuh Terus Berada dalam Kondisi Stres
Masalah muncul ketika seseorang terus-menerus menyimpan amarah atau mudah terpancing emosi setiap hari. Kondisi ini membuat tubuh berada dalam keadaan stres berkepanjangan. Akibatnya, hormon stres terus diproduksi dalam jumlah tinggi dan dapat mengganggu keseimbangan berbagai sistem penting di dalam tubuh.
3. Menurunkan Sistem Imun Tubuh
Salah satu dampak paling serius dari kemarahan kronis adalah menurunnya fungsi sistem kekebalan tubuh. Ketika tubuh terlalu lama berada dalam kondisi stres emosional, kemampuan sistem imun untuk melawan virus, bakteri, dan berbagai ancaman kesehatan lainnya menjadi lebih lemah. Inilah yang membuat seseorang berpotensi lebih mudah terserang penyakit.
4. Menghambat Proses Penyembuhan Luka
Tak banyak yang menyadari bahwa kondisi emosional juga memengaruhi proses pemulihan tubuh. Menurut penjelasan dr. Adam Prabata, kemarahan yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memperlambat penyembuhan luka. Tubuh menjadi kurang optimal dalam memperbaiki jaringan yang rusak sehingga proses pemulihan berlangsung lebih lama.
5. Memperburuk Penyakit Inflamasi
Kemarahan yang tidak terkendali juga dapat memperparah kondisi penyakit yang berkaitan dengan peradangan atau inflamasi. Hal ini terjadi karena tubuh terus-menerus berada dalam kondisi respons peradangan yang tinggi. Jika dibiarkan, risiko gangguan kesehatan kronis pun dapat meningkat.
Pentingnya Mengelola Emosi
Fakta ini menunjukkan menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan pola makan sehat, olahraga rutin, dan konsumsi vitamin. Kesehatan mental serta kemampuan mengelola emosi juga memiliki peran besar dalam menjaga daya tahan tubuh.
Mulai dari berolahraga, tidur cukup, melakukan relaksasi, hingga mencari dukungan dari orang terdekat bisa menjadi cara sederhana untuk mengurangi stres dan mengendalikan amarah.
Jadi, jangan anggap remeh kebiasaan marah-marah. Semakin sering emosi tidak terkendali, semakin besar pula risiko yang harus ditanggung oleh kesehatan tubuh Anda.
- emosi
- Marah
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.