Viral Diptyque Jual Obat Nyamuk Bakar Versi Sultan Rp950 Ribu, Bikin Nyamuk Mati dalam Keadaan Mewah

Ket. Diptyque Citronnelle (Lemongrass) Incense Scented spirals.

Doc: Diptyque

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Brand parfum mewah asal Prancis, Diptyque, kembali menjadi sorotan publik. Namun kali ini bukan karena koleksi parfum eksklusif atau lilin aromaterapi premiumnya, melainkan sebuah produk home fragrance yang bentuknya justru mengingatkan banyak orang pada benda sederhana yang akrab di rumah-rumah Indonesia, obat nyamuk bakar.

Produk tersebut mendadak viral di media sosial setelah warganet menyadari kemiripannya dengan spiral obat nyamuk yang biasa digunakan sehari-hari. Bedanya, benda yang satu ini datang dengan label rumah parfum mewah dunia dan dibanderol dengan harga yang membuat banyak orang terkejut.

Produk bernama Citronelle Incense Scented Spirals itu dijual Diptyque dengan harga 45 Euro atau setara sekitar Rp950 ribu. Dalam satu kemasan, pembeli akan mendapatkan enam buah incense spiral berwarna cokelat lengkap dengan dudukan kecil untuk membakarnya.

Meski sekilas tampak seperti obat nyamuk bakar, Diptyque menegaskan bahwa produk ini bukanlah pengusir serangga. Citronelle Incense dirancang sebagai wewangian outdoor yang bertujuan menciptakan suasana relaks dan nyaman saat dinikmati di area terbuka pada musim panas.

Menurut deskripsi resmi yang ditampilkan Diptyque, aroma serai atau lemongrass menjadi karakter utama dari produk tersebut. Wewangian herbal yang segar ini diklaim mampu menghadirkan nuansa taman musim panas yang tenang dan menenangkan.

“Aroma herbal yang segar menciptakan oase di area luar ruangan. Spiral aromatiknya menghadirkan suasana hangat dan menenangkan,” tulis Diptyque dalam keterangan produknya.

Tak hanya menjual spiral aromaterapi, Diptyque juga menghadirkan aksesori pendukung berupa wadah incense berbahan porselen hijau. Produk eksklusif yang dirancang oleh seniman Mathilde Jonquière itu dijual terpisah dengan harga 140 Euro atau sekitar Rp2,6 juta.

Desainnya terinspirasi dari lanskap taman air saat musim panas dan ditujukan untuk melengkapi pengalaman menikmati wewangian khas Diptyque. Namun, alih-alih fokus pada konsep artistiknya, perhatian publik justru tertuju pada bentuk spiral yang dianggap terlalu mirip dengan obat nyamuk bakar.

Fenomena ini pun memicu gelombang komentar kocak dari netizen. Banyak yang merasa terhibur melihat benda yang selama ini identik dengan kehidupan sehari-hari kini hadir dalam kemasan mewah dan dijual dengan harga fantastis.

“Padahal dari kecil warga Indonesia sudah sering pakai beginian, ternyata kalau dijual Diptyque harganya bisa hampir sejuta rupiah,” tulis seorang pengguna media sosial.

Komentar lain yang tak kalah menggelitik juga bermunculan. Ada yang menyebut produk tersebut sebagai “obat nyamuk bakar naik kasta”, sementara yang lain bercanda bahwa nyamuk kini bisa “mati dalam keadaan kalcer dan berkelas”.

Tak sedikit pula yang membandingkannya dengan berbagai merek obat nyamuk yang populer di Asia. Candaan demi candaan membuat produk ini semakin viral dan menjadi bahan perbincangan di berbagai platform media sosial.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, viralnya Citronelle Incense membuktikan bagaimana sebuah produk mewah dapat mencuri perhatian publik ketika memiliki kemiripan dengan benda yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

Bagi sebagian orang, produk ini adalah karya seni aromaterapi premium. Namun bagi netizen Indonesia, bentuknya tetap sukses mengingatkan pada obat nyamuk bakar versi sultan.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN