Sooyoung SNSD dan Jung Kyung-ho Putus, Benarkah Hubungan Lama yang Berakhir Hanya Buang-Buang Waktu?

Ket. Sooyoung dan Jung Kyung Ho

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kabar berakhirnya hubungan antara Choi Sooyoung dan Jung Kyung-ho mengejutkan banyak penggemar. Pasangan yang telah menjalin hubungan selama sekitar 14 tahun itu selama ini dikenal sebagai salah satu couple goals di industri hiburan Korea Selatan.

Selama bertahun-tahun, keduanya terlihat saling mendukung karier masing-masing dan jauh dari kontroversi. Karena itu, ketika kabar perpisahan muncul, banyak orang langsung mempertanyakan satu hal yang sama: jika akhirnya putus juga, apakah 14 tahun bersama hanya menjadi waktu yang terbuang sia-sia?

Kenapa Hubungan yang Sudah Lama Tetap Bisa Berakhir?

Banyak orang menganggap lamanya hubungan sebagai tanda bahwa pasangan tersebut pasti akan berakhir di pelaminan. Padahal, realitas hubungan tidak sesederhana itu.

Dalam rentang waktu belasan tahun, seseorang bisa mengalami banyak perubahan. Prioritas hidup bergeser, karier berkembang, lingkungan berubah, dan tujuan masa depan tidak selalu berjalan ke arah yang sama. Dua orang yang sangat cocok saat berusia 20-an belum tentu memiliki visi hidup yang identik ketika memasuki usia 30 atau 40 tahun.

Beberapa laporan media Korea juga menyebut kesibukan pekerjaan yang semakin padat membuat Sooyoung dan Jung Kyung-ho semakin jarang memiliki waktu bersama. Pada akhirnya, hubungan mereka disebut berakhir secara alami setelah bertahun-tahun dijalani.

Apakah Putus Berarti Hubungannya Gagal?

Di sinilah banyak orang memiliki pandangan yang berbeda. Sebagian menganggap hubungan hanya berhasil jika berujung pernikahan. Jika putus di tengah jalan, apalagi setelah bertahun-tahun, hubungan tersebut dianggap gagal.

Namun sejumlah terapis dan pakar hubungan justru memiliki pandangan berbeda. Terapis hubungan Sarah Gundle yang dikutip The Washington Post menjelaskan bahwa berakhirnya sebuah hubungan tidak otomatis menjadikannya kegagalan. Sebuah hubungan tetap bisa memberikan kebahagiaan, pengalaman, dan pelajaran hidup meskipun tidak berlangsung selamanya.

Pandangan serupa juga pernah disampaikan psikolog Ty Tashiro yang menilai kesuksesan hubungan tidak selalu diukur dari seberapa lama hubungan itu bertahan atau apakah berakhir dengan pernikahan. Hubungan juga bisa dianggap berhasil ketika kedua pihak tumbuh dan berkembang selama menjalaninya.

Kenapa Banyak Orang Merasa Itu Sia-Sia?

Perasaan "buang-buang waktu" biasanya muncul karena ekspektasi. Ketika seseorang menginvestasikan perasaan, waktu, dan energi selama bertahun-tahun, mereka berharap hubungan tersebut memiliki tujuan akhir yang jelas, seperti pernikahan.

Akibatnya, ketika hubungan berakhir, semua kenangan yang pernah dibangun terasa seolah tidak menghasilkan apa-apa. Padahal, jika dipikirkan lebih jauh, hubungan bukan hanya soal tujuan akhir. Ada pengalaman hidup, dukungan emosional, kedewasaan, dan pelajaran yang mungkin tidak akan didapatkan tanpa hubungan tersebut.

Pelajaran dari Kisah Sooyoung dan Jung Kyung-ho

Perpisahan Sooyoung dan Jung Kyung-ho menjadi pengingat bahwa hubungan yang terlihat kuat dari luar pun tetap bisa berakhir. Cinta tidak selalu gagal hanya karena tidak sampai ke pelaminan.

Bagi sebagian orang, hubungan yang berakhir memang menyisakan rasa kecewa. Namun bagi yang lain, hubungan tersebut tetap memiliki nilai karena pernah menghadirkan kebahagiaan dan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Karena itu, mungkin pertanyaan yang lebih tepat bukanlah "apakah 14 tahun itu sia-sia?", melainkan "apa yang mereka dapatkan selama 14 tahun tersebut?". Sebab dalam banyak kasus, nilai sebuah hubungan tidak hanya ditentukan oleh bagaimana kisah itu berakhir, tetapi juga oleh bagaimana perjalanan itu dijalani.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN