Matcha Jadi Biang Kerok Rambut Rontok! Dokter Bongkar Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui Pecinta Teh Hijau

Ket. Minuman matcha.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Matcha belakangan menjadi salah satu minuman favorit yang digandrungi berbagai kalangan. Mulai dari kafe kekinian hingga racikan rumahan, minuman berbahan dasar bubuk teh hijau asal Jepang ini seolah tak pernah kehilangan penggemar. 

Namun di tengah popularita matcha yang terus meroket, muncul kabar yang membuat banyak pencinta matcha waswas.

Sejumlah konten di media sosial ramai membahas dugaan konsumsi matcha dapat menyebabkan rambut rontok hingga menipis secara tiba-tiba. Klaim tersebut pun memicu kekhawatiran, terutama bagi mereka yang rutin mengonsumsi matcha hampir setiap hari.

Lalu, benarkah matcha menjadi penyebab utama rambut rontok?

Menurut para ahli kesehatan, matcha sebenarnya bukan penyebab langsung kerontokan rambut. Namun, ada mekanisme tertentu yang dapat membuat kondisi rambut memburuk pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki masalah kadar zat besi.

Dokter perawatan primer sekaligus Asisten Profesor Kedokteran Internal Umum di Mount Sinai, Heather Viola, menjelaskan senyawa tertentu dalam matcha dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme, yaitu jenis zat besi yang banyak ditemukan pada sumber makanan nabati.

Ketika tubuh mengalami kekurangan zat besi, berbagai fungsi penting dapat terganggu, termasuk siklus pertumbuhan rambut. Akibatnya, rambut menjadi lebih mudah rontok dan tampak semakin tipis dari waktu ke waktu.

Penelitian menunjukkan mengonsumsi satu hingga dua gelas matcha berpotensi menurunkan penyerapan zat besi non-heme hingga sekitar 60 sampai 70 persen. Efek ini umumnya terjadi jika matcha diminum berdekatan dengan waktu makan, khususnya makanan yang kaya zat besi.

Risiko tersebut cenderung lebih tinggi pada kelompok tertentu seperti vegetarian, vegan, penderita anemia, atau mereka yang sejak awal memiliki kadar zat besi rendah.

Meski begitu, bukan berarti semua orang harus langsung menghentikan kebiasaan minum matcha. Faktanya, minuman ini tetap memiliki berbagai manfaat kesehatan berkat kandungan antioksidan yang tinggi.

Namun, konsumsi berlebihan tetap perlu dihindari. Selain berpotensi mengganggu penyerapan zat besi, terlalu banyak matcha juga dapat memicu efek samping lain seperti gangguan pencernaan, iritasi lambung, kecemasan, insomnia, sakit kepala, hingga masalah kesehatan gigi. 

Dalam kasus yang sangat jarang dan pada dosis tinggi, konsumsi berlebihan juga disebut dapat memberikan tekanan pada fungsi hati.

Para ahli menyarankan agar matcha dikonsumsi pada waktu yang tepat. Salah satu cara sederhana untuk meminimalkan dampaknya adalah memberi jeda sekitar satu hingga dua jam antara konsumsi matcha dan makanan kaya zat besi.

Selain itu, mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C juga dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi sehingga risiko kekurangan nutrisi menjadi lebih kecil.

Untuk konsumsi harian, jumlah yang dianggap aman berkisar 2 hingga 3 gram matcha per hari atau setara sekitar dua hingga tiga cangkir. Mengurangi tambahan gula dan sirup juga disarankan agar manfaat kesehatannya tetap optimal.

Lalu bagaimana jika rambut sudah terlanjur rontok?

Dokter kulit bersertifikasi asal New York, Hadley King, menegaskan bahwa matcha justru dikenal kaya antioksidan dan memiliki sifat antiinflamasi yang secara umum mendukung kesehatan tubuh, termasuk rambut. Karena itu, tidak tepat jika seluruh kasus kerontokan rambut langsung menyalahkan matcha.

Kerontokan rambut sendiri bisa dipicu banyak faktor, mulai dari genetik, stres berkepanjangan, perubahan hormon, hingga kekurangan nutrisi penting seperti vitamin D, vitamin B, zinc, dan protein.

Karena penyebab rambut rontok sangat beragam, langkah terbaik adalah melakukan pemeriksaan medis jika kerontokan terjadi secara berlebihan atau berlangsung dalam waktu lama. Dengan mengetahui penyebab pastinya, penanganan yang diberikan akan lebih efektif dan sesuai kondisi masing-masing.

Jadi, matcha bukan musuh utama rambut. Yang perlu diperhatikan adalah pola konsumsi, kondisi kesehatan tubuh, serta kecukupan zat besi agar manfaat matcha tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan rambut.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN