Maudy Ayunda Dicibir Humble Bragging Usai Bahas Makna Hidup dan Kesulitan
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Maudy Ayunda mendadak menjadi sorotan publik setelah pernyataannya dalam sebuah podcast menuai beragam respons, termasuk kritik dari pengguna media sosial.
Perbincangan bermula saat Maudy membahas konsep kenikmatan (pleasure) dan kebahagiaan (happiness). Menurutnya, banyak orang keliru menganggap bahwa kebahagiaan berarti selalu merasakan kesenangan setiap saat.
Padahal, menurut Maudy, kesenangan cenderung bersifat instan, sementara, dan sering kali pasif.
"Pleasure is overrated karena kadang-kadang kan orang kalau misalnya just want to be happy. What is happy tuh sama pleasure beda kan?" kata Maudy Ayunda, seperti dilihat pada Jumat (6/6).
Maudy berpendapat bahwa kebahagiaan sejati tidak lahir dari kehidupan yang bebas masalah. Sebaliknya, kebahagiaan justru terbentuk melalui proses menghadapi dan melewati berbagai tantangan.
Menurutnya, kesulitan bukanlah penghalang kebahagiaan, melainkan bagian dari perjalanan untuk menemukan makna hidup.
"Happiness and pleasure tuh menurut gue kayak kategorinya beda sih. Dan within happiness and meaning itu ada struggle, ada ya itu tension, mungkin ada ya kesulitan-kesulitan is kind of part of the journey," tambahnya.
Lebih lanjut, Maudy mengungkapkan bahwa saat ini dirinya lebih memikirkan tantangan seperti apa yang ingin dipilih dalam hidup, bukan sekadar mengejar kebahagiaan.
"So it's almost like sekarang yang gue pikirkan adalah struggle apa yang gue pilih. Jadi bukan kayak, 'Oh, gua pengen dan happy itu elemen-elemennya ini, jadi gua melakukan ini' gitu. Tapi lebih yang kayak struggle is almost necessary for meaning," lanjutnya.
Tuai Kritik di Media Sosial
Rekomendasi juga buat kamu:
Pernyataan Maudy Ayunda kemudian diangkat menjadi topik pembicaraan di platform Threads oleh akun mudaberkaryaa.id.
Namun, respons yang muncul dari publik sebagian besar bernada kontra. Sejumlah warganet menilai Maudy tidak benar-benar memahami kesulitan hidup yang dialami banyak orang karena berasal dari latar belakang keluarga yang mapan dan memiliki kehidupan yang relatif nyaman sejak kecil.
Sebagian warganet beranggapan bahwa tantangan yang dimaksud Maudy berbeda dengan kesulitan yang dihadapi masyarakat pada umumnya, terutama mereka yang harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Tak sedikit pula yang menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk humble bragging, yakni tindakan membanggakan pencapaian atau privilese yang disamarkan melalui kerendahan hati atau keluhan.
"Maudy dari lahir udah hidup enak, sekolah swasta yg bagus, kuliah di luar negri juga ga yg ngerasain susah harus jadi cleaning service or nanny ato apapun yg nguras tenaga demi nyambung hidup, trus di usia masih segitu mo ngajarin kita soal hikmah hidup. Sungguh hal yg rasanya ga dalam, dan ga perlu-perlu amat saya dengerin," tulis akun irma_has***.
Komentar serupa juga disampaikan akun jessamine**** yang menilai Maudy kurang memahami realitas kehidupan masyarakat luas.
"Halah Maudy tau apa sih ttg hidup. Sure no doubt she is very smart. Born from a stable and privileged family. But she is so tone deaf dan ga pernah berani memakai platform dia utk bersuara spt Cinta Laura yg sangat vokal dan berani mengkritik ketidakadilan didepan mata. Ga suka bgt dia suka humble bragging," tulisnya.
Sementara itu, akun imtik**** menilai pandangan Maudy wajar muncul karena latar belakang kehidupannya yang berkecukupan.
"Wajar saja kalau dia yang ngomong 'pleasure is overrated'. Lahir sudah punya segalanya. Berbeda halnya dengan warga yang dari lahir mesti berjuang, bisa makan, sekolah dan punya tempat tinggal aja udah bersyukur," ujarnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Maudy Ayunda Dicibir Humble Bragging Usai Bahas Makna Hidup dan Kesulitan .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!