6 Mitos Malam 1 Suro yang Masih Dipercaya hingga Sekarang, Benarkah Menikah Bisa Bawa Sial?

Ket. Illustrasi bulan di malam 1 suro.

Doc: Gemini AI

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Malam 1 Suro selalu menjadi salah satu momen yang paling dinanti sekaligus diselimuti rasa penasaran masyarakat, khususnya di Pulau Jawa. Bertepatan dengan pergantian tahun dalam kalender Jawa dan 1 Muharram dalam kalender Hijriah, malam ini kerap dianggap sebagai waktu yang sakral dan penuh makna spiritual.

Di balik kesakralan, Malam 1 Suro juga identik dengan berbagai mitos yang diwariskan secara turun-temurun. Banyak orang percaya bahwa malam tersebut merupakan saat ketika batas antara dunia manusia dan alam gaib menjadi lebih tipis. Akibatnya, berbagai pantangan pun muncul dan masih diyakini oleh sebagian masyarakat hingga saat ini.

Salah satu mitos yang paling sering diperbincangkan adalah larangan menikah pada Malam 1 Suro. Namun, benarkah pernikahan yang digelar pada malam tersebut akan membawa kesialan?

Berikut KUCANTIK.COM rangkumkan deretan mitos Malam 1 Suro yang masih hidup di tengah masyarakat.

1. Menikah di Malam 1 Suro Diyakini Membawa Kesialan

Mitos yang paling populer menyebutkan pasangan yang melangsungkan pernikahan pada Malam 1 Suro akan menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan rumah tangga. Mulai dari konflik yang tak kunjung usai, kesulitan ekonomi, hingga risiko perceraian.

Meski begitu, banyak budayawan menilai larangan tersebut lebih berkaitan dengan tradisi dan penghormatan terhadap malam yang dianggap sakral. Dengan kata lain, pantangan ini bukan ramalan mutlak yang menentukan nasib seseorang.

2. Keluar Rumah Malam Hari Dianggap Berbahaya

Pada Malam 1 Suro, sebagian masyarakat memilih mengurangi aktivitas di luar rumah. Kepercayaan yang berkembang menyebutkan bahwa berbagai energi negatif dan makhluk tak kasat mata sedang berkeliaran sehingga orang yang keluar rumah tanpa tujuan jelas berisiko mengalami kesialan.

Karena itulah, banyak orang memilih menghabiskan malam tersebut untuk berdoa, bermeditasi, atau mengikuti ritual keagamaan.

3. Pindah Rumah atau Renovasi Dipercaya Membawa Aura Buruk

Mitos berikutnya berkaitan dengan hunian. Dalam sejumlah kepercayaan Jawa, pindah rumah atau memulai pembangunan pada bulan Suro dianggap kurang baik.

Tindakan tersebut dipercaya dapat mengganggu keseimbangan energi dalam keluarga sehingga memicu berbagai persoalan di kemudian hari. Meski tidak memiliki dasar ilmiah, kepercayaan ini masih dipegang sebagian masyarakat hingga sekarang.

4. Memotong Rambut dan Kuku Dianggap Mengurangi Keberuntungan

Larangan memotong rambut atau kuku pada Malam 1 Suro juga cukup populer. Sebagian orang percaya bahwa tindakan tersebut dapat menghilangkan keberuntungan dan mengurangi berkah yang dimiliki seseorang.

Dalam filosofi tradisional, menjaga keutuhan tubuh pada malam sakral dianggap sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas kehidupan yang telah diberikan.

5. Pusaka Wajib Dijamas agar Tidak Membawa Petaka

Tradisi jamasan atau pencucian pusaka menjadi salah satu ritual yang identik dengan Malam 1 Suro. Keris, tombak, dan benda pusaka lainnya biasanya dibersihkan sebagai bentuk perawatan sekaligus penghormatan terhadap warisan leluhur.

Mitos yang berkembang menyebutkan pusaka yang tidak dirawat atau dijamas dapat membawa kesialan bagi pemiliknya. Karena itulah, tradisi ini masih dilakukan di berbagai daerah di Jawa.

6. Dilarang Berkata Kasar dan Mengeluh

Mitos terakhir berkaitan dengan ucapan. Banyak orang tua Jawa mengajarkan agar menjaga lisan selama Malam 1 Suro. Perkataan buruk, umpatan, atau keluhan berlebihan dipercaya dapat menjadi doa yang berbalik kepada diri sendiri.

Karena alasan tersebut, malam ini sering dimanfaatkan sebagai momen introspeksi diri, memperbaiki sikap, dan memanjatkan harapan baik untuk tahun yang akan datang.

Antara Mitos, Tradisi, dan Nilai Budaya

Terlepas dari benar atau tidaknya berbagai mitos tersebut, Malam 1 Suro memiliki nilai budaya yang sangat kuat dalam masyarakat Jawa. Banyak pantangan yang sesungguhnya lahir sebagai simbol penghormatan terhadap tradisi, refleksi diri, dan upaya menjaga keharmonisan hidup.

Karena itu, Malam 1 Suro tidak selalu harus dipandang dari sisi mistis semata. Di balik berbagai cerita yang berkembang, terdapat pesan tentang kebijaksanaan, kehati-hatian, serta pentingnya menjaga hubungan dengan sesama dan Sang Pencipta.

Hingga kini, mitos Malam 1 Suro tetap menjadi bagian menarik dari kekayaan budaya Indonesia yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN