Kontroversi “Perfect Crown” Belum Mereda, Penayangan Ulang oleh Saluran Afiliasi MBC Kembali Tuai Kritik
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Gelombang kritik terhadap drama Perfect Crown masih terus berlanjut meskipun pihak produksi telah menyampaikan permintaan maaf atas sejumlah kontroversi yang muncul sejak penayangannya.
Di tengah reaksi publik yang belum mereda, keputusan saluran afiliasi MBC untuk tetap menayangkan ulang serial tersebut justru memicu kecaman baru dari para penonton dan pengamat media.
Perdebatan mengenai Perfect Crown berawal dari tuduhan adanya distorsi sejarah serta dugaan penyisipan unsur budaya Tionghoa yang dinilai tidak sesuai dengan latar dan konteks sejarah yang diangkat dalam drama tersebut.
Sejumlah adegan dianggap menimbulkan kesalahpahaman mengenai identitas budaya dan sejarah, sehingga memicu perdebatan luas di berbagai platform media sosial dan forum daring.
Meski tim produksi sebelumnya telah mengakui adanya kekurangan dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik, langkah tersebut tampaknya belum cukup untuk meredakan kemarahan masyarakat.
Pihak produksi bahkan berjanji akan menghapus atau menyunting adegan-adegan yang dianggap bermasalah, termasuk adegan yang menampilkan Raja mengenakan pakaian yang dinilai melambangkan penguasa kerajaan secara tidak tepat.
Namun, bagi banyak penonton, tindakan tersebut dianggap terlambat dan tidak menyentuh akar persoalan yang dipersoalkan sejak awal.
Kontroversi kembali memanas setelah MBC ON menayangkan maraton Perfect Crown selama 14 jam.
Tidak berhenti di situ, MBC Dramanet juga dijadwalkan menyiarkan seluruh 12 episode drama tersebut secara berturut-turut pada 3 dan 4 Juni.
Jadwal tersebut memicu gelombang protes baru karena dianggap mengabaikan sentimen publik yang masih menuntut pertanggungjawaban lebih besar dari pihak penyiar maupun produser.
Rekomendasi juga buat kamu:
Penolakan terhadap drama tersebut juga tercermin dalam sebuah petisi yang diajukan ke Majelis Nasional.
Petisi itu menuntut larangan penayangan total terhadap Perfect Crown serta penghancuran seluruh konten terkait.
Hingga kini, petisi tersebut telah mengumpulkan lebih dari 50.000 tanda tangan, jumlah yang cukup untuk membawa isu tersebut ke tahap peninjauan oleh komite legislatif.
Bagi banyak pihak, perkembangan ini menunjukkan bahwa kontroversi tidak lagi sekadar menyangkut isi drama, melainkan juga menyentuh persoalan tanggung jawab sosial lembaga penyiaran.
Penonton mempertanyakan alasan MBC tetap menjadwalkan penayangan ulang ketika perdebatan publik masih berlangsung dan tuntutan penghentian siaran terus menguat.
Di berbagai komunitas daring, kritik terhadap MBC semakin tajam. Banyak pengguna menilai keputusan tersebut menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap aspirasi masyarakat.
Sebagian bahkan berpendapat bahwa penayangan maraton di tengah kontroversi justru dapat memperburuk citra stasiun televisi tersebut.
Dengan petisi yang kini memasuki tahap peninjauan legislatif, masa depan Perfect Crown masih menjadi tanda tanya.
Sementara itu, keputusan MBC untuk terus menayangkan serial tersebut tetap menjadi sorotan utama dan berpotensi memperpanjang polemik yang hingga kini belum menemukan titik akhir.*
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Kontroversi “Perfect Crown” Belum Mereda, Penayangan Ulang oleh Saluran Afiliasi MBC Kembali Tuai Kritik .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!