Profil Yuni Utami: Eks Polwan Viral yang Kontroversial, Suka Serang Tetangga, hingga Dikabarkan Masuk RSJ

Ket. Yuni Utami Eks Polwan Viral.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Yuni Utami kembali mengguncang dunia maya. Mantan Polisi Wanita asal Sulawesi Tengah ini lagi-lagi viral setelah terlibat beragam kontroversi yang terus bergulir tanpa henti. Sosok yang dulu dikenal melalui akun media sosial Ex Polwan Viral ini awalnya mencuri perhatian publik lewat pengakuannya tentang pemecatan yang dianggapnya tidak adil. Namun kini, rentetan masalah baru kembali menyeret namanya ke pusaran perdebatan publik.

Profil Yuni Utami Eks Polwan Viral


Yuni merupakan lulusan Bintara Polwan angkatan ke 37 tahun 2008. Kariernya sempat berjalan mulus saat ditugaskan sebagai penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Polsek Biromaru, Kabupaten Sigi. Pada masa itu pula ia menangani kasus dugaan pemerkosaan yang kemudian menjadi pangkal kontroversi pertama dirinya. Dalam sejumlah video yang ia unggah, Yuni mengklaim dirinya dipecat karena menolak membebaskan pelaku asusila yang tengah ia tangani.

Namun versi kepolisian berbeda. Polda Sulawesi Tengah menyebut perbedaan pendapat dalam proses penyidikan menjadi pemicu gesekan internal. Yuni dinilai ngotot menerapkan pasal pemerkosaan meski hasil visum tidak menunjukkan adanya kekerasan. Setelah konflik itu, ia dimutasi ke satuan lain, hingga akhirnya diberhentikan tidak dengan hormat akibat kasus desersi selama dua tahun, bukan karena menolak membebaskan tersangka seperti yang ia narasikan di media sosial.

Meski begitu, kasus yang pernah ia tangani tetap diproses hukum dan berakhir dengan vonis delapan bulan penjara terhadap terdakwa sesuai putusan Pengadilan Negeri Donggala.

Yuni kembali menjadi sorotan setelah muncul rekaman CCTV yang memperlihatkan dirinya diduga memukul tetangga menggunakan balok kayu. Video ini cepat menyebar di media sosial dan memicu respons publik yang beragam. Di sisi lain, Yuni juga mengunggah video berbeda, memperlihatkan wajahnya yang penuh luka sambil mengklaim dirinya justru menjadi korban pengeroyokan. Ia mengeluhkan proses hukum yang menurutnya tidak berpihak kepadanya.

Respons warganet ikut berubah. Jika dulu banyak yang simpati, kini komentar mulai bernada kritis. Beberapa menilai perilakunya semakin tidak stabil dan menyarankan agar keluarga memberi pendampingan psikologis agar situasi tidak makin memburuk.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait laporan pengeroyokan yang ia sebutkan. Kasus ini pun kembali memicu diskusi lebih luas mengenai kesehatan mental, tekanan sosial, serta dampak ekspose berlebihan di media sosial terhadap kehidupan pribadi seseorang.

Apakah drama Yuni Utami akan berakhir dalam waktu dekat? Publik masih memantau, sementara kontroversinya terus berkembang bak serial yang tak kunjung tamat.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN