Fakta Karang Gigi pada Ibu Hamil, Benarkah Bisa Sebabkan Keguguran?

Senin, 18 Mei 2026, 19:30 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Karang gigi terbentuk dari plak, yaitu lapisan tipis dan lengket yang berasal dari sisa makanan yang tertinggal di permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan dalam waktu lama, plak dapat mengeras dan berubah menjadi karang gigi yang sulit dihilangkan.

Gejala karang gigi umumnya ditandai dengan munculnya lapisan keras berwarna kuning atau kecokelatan pada permukaan gigi. Selain itu, permukaan gigi terasa kasar saat disentuh lidah, muncul bau mulut yang sulit hilang meski sudah menyikat gigi, hingga gusi mengalami pembengkakan, kemerahan, atau berdarah akibat peradangan (gingivitis).

Ket. Foto: Hubungan Karang Gigi Terhadap Kehamilan — Sumber: Freepik

Dalam kondisi yang lebih lanjut, gusi dapat menjadi sensitif, terasa nyeri saat menyikat gigi, hingga lebih mudah mengalami infeksi. Meski sering dianggap sepele, masalah karang gigi pada ibu hamil perlu mendapat perhatian serius karena kebersihan gigi dan mulut yang buruk dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan.

Lalu, benarkah karang gigi bisa menyebabkan keguguran? Berikut penjelasannya.

Benarkah Karang Gigi Bisa Menyebabkan Keguguran?

Melansir penjelasan yang disampaikan Dokter Gigi Mahfuzhi Elharis melalui akun Instagram @mahfuzhi_elharis, karang gigi atau kalkulus dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri di dalam rongga mulut.

Kondisi ini membuat bakteri lebih mudah menumpuk dan membentuk koloni apabila kebersihan gigi tidak dijaga dengan baik. Ketika jumlah bakteri terus meningkat, bakteri dapat bersifat destruktif atau merusak jaringan di sekitar gigi dan gusi.

Dalam kondisi yang lebih parah, peradangan tidak hanya berdampak pada kesehatan mulut, tetapi juga dapat memicu berbagai komplikasi pada tubuh, termasuk meningkatkan risiko gangguan kehamilan seperti keguguran.

Komplikasi yang Terjadi

Komplikasi akibat infeksi bakteri pada rongga mulut terbagi menjadi dua, yakni komplikasi lokal dan komplikasi sistemik.

Komplikasi lokal terjadi ketika bakteri mengeluarkan endotoksin yang merusak jaringan pendukung gigi, seperti gusi dan tulang alveolar. Kondisi ini dapat menyebabkan gigi menjadi goyang hingga akhirnya lepas dengan sendirinya.

Sementara itu, komplikasi sistemik merupakan kondisi yang lebih serius dan perlu diwaspadai. Pada tahap ini, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan menyebar ke berbagai organ tubuh.

Jika menyebar ke area kepala, infeksi dapat memicu meningitis, yaitu peradangan pada selaput otak (meningen). Apabila menyerang jantung, bakteri dapat menyebabkan endokarditis, yakni peradangan pada lapisan dalam jantung.

Pada ibu hamil, infeksi bakteri juga berisiko memengaruhi janin dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.

Risiko yang Dapat Terjadi Akibat Karang Gigi pada Ibu Hamil

Karang gigi yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu peradangan pada gusi yang kemudian berdampak pada kesehatan ibu dan janin.

1. Anemia

Mengutip ANTARA, Ketua PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Zaura Rini menjelaskan bahwa ibu hamil berisiko mengalami anemia akibat perdarahan gusi yang terjadi terus-menerus. Kondisi tersebut dapat menurunkan kadar hemoglobin dalam tubuh.

2. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) / Stunting

Infeksi dan peradangan di rongga mulut juga dapat berdampak pada janin, sehingga meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah atau mengalami stunting.

3. Kelahiran Prematur dan Abortus (Keguguran)

Pada kasus yang lebih serius, infeksi akibat karang gigi dan radang gusi dapat memicu komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur hingga abortus atau keguguran.

Bolehkah Membersihkan Karang Gigi saat Hamil?

Ibu hamil diperbolehkan untuk membersihkan karang gigi ke dokter gigi dan tindakan ini bahkan sangat dianjurkan, terutama bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan maupun yang sudah memasuki trimester pertama.

Namun, pada trimester pertama, kondisi janin masih berada pada tahap awal perkembangan dan cenderung lebih rentan sehingga perawatan gigi yang tidak bersifat darurat biasanya belum menjadi prioritas utama.

Karena itu, jika tidak ada kondisi mendesak, waktu yang paling disarankan untuk melakukan pembersihan karang gigi adalah pada trimester kedua kehamilan. Pada fase ini, kondisi ibu umumnya sudah lebih stabil sehingga tindakan perawatan dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.

Sementara pada trimester ketiga, posisi telentang saat menjalani perawatan gigi dapat memengaruhi aliran darah akibat tekanan pada pembuluh darah utama.

Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kelancaran sirkulasi darah menuju jantung. Oleh sebab itu, perawatan pada periode ini perlu disesuaikan dengan kondisi ibu, termasuk pengaturan posisi selama perawatan dilakukan.

Tips Melakukan Perawatan Gigi saat Hamil

Selain melakukan pembersihan karang gigi ke dokter gigi, terdapat beberapa langkah perawatan harian yang dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi selama masa kehamilan.

1. Menyikat Gigi Secara Rutin

Sikat gigi minimal dua kali sehari untuk membantu menghilangkan sisa makanan dan mencegah penumpukan plak yang dapat berkembang menjadi karang gigi.

2. Menggunakan Sikat Gigi Berbulu Lembut

Gunakan sikat gigi berbulu lembut agar tidak melukai atau mengiritasi gusi yang cenderung lebih sensitif selama kehamilan.

3. Menggunakan Benang Gigi

Gunakan benang gigi (dental floss) setiap hari, minimal satu kali, untuk membersihkan sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat gigi.

4. Berkumur dengan Air Garam Hangat

Berkumur dengan air garam hangat secara berkala dapat membantu menenangkan gusi yang meradang sekaligus menjaga kebersihan rongga mulut secara alami.

5. Menggunakan Obat Kumur Mengandung Fluoride

Gunakan obat kumur yang mengandung fluoride setelah muntah untuk membantu melindungi email gigi dari asam lambung yang dapat merusak lapisan gigi.

6. Menjalani Pola Makan Seimbang

Terapkan pola makan seimbang selama kehamilan dengan mengutamakan makanan bergizi serta menghindari camilan tinggi gula agar kesehatan gigi tetap terjaga.

Itulah penjelasan mengenai risiko karang gigi pada ibu hamil yang perlu diwaspadai. Menjaga kebersihan gigi dan mulut selama kehamilan menjadi langkah penting untuk membantu menjaga kesehatan ibu dan janin.

  • Karang Gigi Sebabkan Keguguran
  • Hubungan Karang Gigi dan Kehamilan

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.