BTS Banjir Hujatan Pedas usai Tampil di Final Piala Dunia 2026, Penyebabnya Tuai Kontroversi

Selasa, 21 Jul 2026, 10:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Penampilan BTS di acara jeda babak final Piala Dunia 2026 yang seharusnya menjadi momen bersejarah justru memicu kontroversi di media sosial. Alih-alih hanya menuai pujian atas penampilan mereka di panggung internasional, grup KPop tersebut malah menjadi sasaran kritik pedas, terutama terkait kemampuan pengucapan bahasa Inggris saat membawakan lagu Dynamite.

Pada 19 Juli 2026, BTS tampil sebagai salah satu pengisi acara halftime show final Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion MetLife. Penampilan mereka menjadi salah satu sorotan utama malam itu, mengingat grup beranggotakan RM, Jin, SUGA, Jhope, Jimin, V, dan Jungkook tersebut tampil bersama deretan musisi kelas dunia di panggung yang disaksikan jutaan penonton dari berbagai negara.

Namun, tak lama setelah penampilan berakhir, media sosial dipenuhi beragam komentar. Sebagian besar penggemar memuji energi dan penampilan panggung BTS, tetapi tak sedikit pula yang memberikan kritik terhadap kualitas vokal mereka selama pertunjukan berlangsung.

Kontroversi semakin memanas ketika sejumlah warganet mulai menyerang kemampuan bahasa Inggris para member. Lagu Permission to Dance, yang memang seluruh liriknya menggunakan bahasa Inggris, dijadikan alasan untuk mengomentari pelafalan mereka secara berlebihan.

Beberapa komentar bahkan dinilai telah melampaui batas kritik yang wajar. Alih-alih membahas aspek musikal, sejumlah pengguna media sosial melontarkan ejekan bernada rasis dan diskriminatif yang menyasar cara para member mengucapkan lirik lagu tersebut.

Salah satu unggahan yang ramai beredar memperlihatkan potongan video penampilan BTS dengan keterangan yang mengejek pelafalan bahasa Inggris mereka. Unggahan itu kemudian viral dan memicu perdebatan sengit di berbagai platform media sosial.

Banyak penggemar mengecam komentar-komentar tersebut karena dianggap tidak hanya menghina kemampuan berbahasa Inggris BTS, tetapi juga mengandung stereotip terhadap orang Asia. Menurut mereka, mengejek aksen seseorang bukanlah kritik yang membangun, melainkan bentuk diskriminasi yang seharusnya tidak mendapat ruang di media sosial.

Di sisi lain, sebagian netizen berpendapat sebagai artis global yang sering merilis lagu berbahasa Inggris, BTS memang akan selalu mendapat sorotan terhadap aspek pengucapan maupun vokal. Namun, banyak pula yang menilai kritik tersebut menjadi tidak relevan ketika berubah menjadi serangan personal dan hinaan rasial.

Perdebatan mengenai aksen berbahasa Inggris bukan kali pertama dialami idol KPop. Sejumlah artis Korea sebelumnya juga pernah menerima komentar serupa saat mempromosikan lagu berbahasa Inggris di pasar internasional. Fenomena ini kembali memunculkan diskusi mengenai standar ganda yang sering diterapkan kepada musisi nonpenutur asli bahasa Inggris.

Meski diterpa kritik, penampilan BTS di final Piala Dunia 2026 tetap menjadi salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan. Grup tersebut berhasil tampil di panggung bergengsi bersama sejumlah musisi internasional, memperkuat posisi mereka sebagai salah satu ikon musik global yang terus dipercaya mengisi acara berskala dunia.

Hingga kini, BTS maupun agensi mereka belum memberikan tanggapan terkait gelombang kritik tersebut. Sementara itu, para penggemar terus membanjiri media sosial dengan dukungan, menilai bahwa keberhasilan BTS tampil di panggung sebesar final Piala Dunia jauh lebih penting dibanding komentar negatif yang menyoroti aksen bahasa Inggris mereka.

  • BTS
  • Piala Dunia 2026

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.