Apa Itu Hantavirus? Ini Penyebab, Gejala HPS, dan Cara Penanganannya yang Tepat

Ket. Ilustrasi tikus.

Doc: freepik.com

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan terkait dugaan wabah hantavirus yang menyebabkan kematian di Samudra Atlantik.

Penyakit yang bersumber dari hewan pengerat ini memicu kekhawatiran global karena gejalanya yang bisa berkembang menjadi fatal.

Memahami gejala hantavirus dan cara penularannya sangat penting untuk meminimalisir risiko infeksi di lingkungan tempat tinggal kita.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah kelompok virus yang secara alami hidup pada hewan pengerat seperti tikus sawah, mencit, dan celurut. Meskipun reservoir alaminya adalah hewan, virus ini dapat menular ke manusia dan menyebabkan penyakit serius.

Di daerah tropis, infeksi ini sering kali sulit dideteksi karena gejalanya mirip dengan penyakit lain seperti leptospirosis.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Secara medis, infeksi hantavirus pada manusia terbagi menjadi dua sindrom utama:

  1. HFRS (Haemorrhagic Fever and Renal Syndrome): Menyerang fungsi ginjal dengan gejala awal demam, sakit kepala hebat, nyeri punggung, hingga gangguan penglihatan. Kondisi parah dapat menyebabkan syok dan gagal ginjal akut.

  2. HPS (Haemorrhagic Pulmonary Syndrome): Menyerang sistem pernapasan. Awalnya terasa seperti flu biasa, namun dalam 4-10 hari dapat memburuk menjadi sesak napas berat akibat penumpukan cairan di paru-paru.

Penyebab dan Jalur Penularan

Penularan utama terjadi melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Manusia bisa tertular jika:

  • Menghirup udara yang terkontaminasi partikel virus (aerosolisasi).

  • Menyentuh permukaan yang terpapar virus lalu memegang wajah (mata, hidung, mulut).

  • Terkena gigitan hewan pengerat (kasus jarang).

Langkah Pencegahan Utama

Karena belum ada vaksin spesifik, pencegahan difokuskan pada pengendalian populasi tikus dan kebersihan lingkungan:

  • Tutup Akses: Tutup lubang-lubang kecil di rumah yang bisa menjadi jalan masuk tikus.

  • Simpan Makanan dengan Benar: Gunakan wadah tertutup rapat untuk makanan manusia maupun pakan hewan peliharaan.

  • Kebersihan Dapur: Segera cuci piring kotor dan pastikan tempat sampah selalu tertutup.

  • Sanitasi Lingkungan: Bersihkan tumpukan barang bekas atau semak-semak di sekitar rumah yang berpotensi jadi sarang tikus.

Menjaga kebersihan lingkungan dari hewan pengerat adalah kunci utama untuk menghindari ancaman hantavirus.

Jika Cantiks mengalami gejala yang mencurigakan setelah melakukan kontak dengan area yang dihuni tikus, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis demi penanganan yang tepat.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN