Waspada Kanker Ovarium: Kenali 7 Faktor Pemicu dan Risiko pada Perempuan

Ket. Ilustrasi sakit.

Doc: pexels.com

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kanker ovarium adalah salah satu jenis keganasan yang menyerang indung telur pada perempuan. Hingga saat ini, penyebab pastinya memang belum diketahui secara mutlak.

Namun, para ahli medis telah mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Penting bagi kita untuk memahami faktor-faktor pemicu tersebut sebagai langkah antisipasi dan deteksi dini. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

1. Mutasi dan Riwayat Genetik Keluarga

Faktor keturunan memegang peranan penting. Jika terdapat anggota keluarga inti yang memiliki riwayat kanker ovarium, risiko Cantiks bisa meningkat. Hal ini umumnya berkaitan dengan mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 yang seharusnya berfungsi memperbaiki DNA. 

Selain itu, kondisi seperti Sindrom Lynch juga diketahui meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk pada area ovarium.

2. Proses Penuaan Sel

Seiring bertambahnya usia, sel-sel tubuh mengalami degradasi dan kerusakan. Risiko kanker ovarium cenderung meningkat setelah masa menopause, dengan sebagian besar kasus ditemukan pada perempuan berusia di atas 60 tahun.

Penumpukan sel yang rusak dan tidak terperbaiki secara sempurna oleh tubuh dapat berkembang menjadi sel kanker.

3. Riwayat Penyakit Endometriosis dan Kanker Lain

Perempuan yang pernah mengidap kanker payudara, rahim, atau usus besar memiliki kecenderungan risiko yang lebih tinggi. Selain itu, kondisi medis seperti endometriosis (tumbuhnya jaringan rahim di luar rahim) juga sering dikaitkan dengan peningkatan risiko jenis kanker ovarium tertentu.

4. Terapi Penggantian Hormon (HRT)

Penggunaan terapi hormon pascamenopause, baik yang hanya mengandung estrogen maupun kombinasi, dapat sedikit meningkatkan risiko.

Meskipun terapi dilakukan dalam jangka pendek (kurang dari 5 tahun), risiko tersebut tetap ada, meski biasanya akan menurun secara bertahap setelah terapi dihentikan.

5. Kondisi Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat memicu ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, seperti peningkatan kadar estrogen dan insulin.

Perubahan hormonal ini, ditambah dengan kondisi peradangan akibat lemak berlebih, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sel kanker.

6. Riwayat Kehamilan

Faktor reproduksi juga berpengaruh. Perempuan yang tidak pernah hamil atau baru menjalani kehamilan pertama di atas usia 35 tahun diketahui memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang pernah hamil dan melahirkan di usia yang lebih muda.

7. Paparan Bahan Kimia dan Radiasi

Meski jarang terjadi, paparan zat kimia berbahaya seperti asbes di lingkungan kerja dapat memicu kanker ovarium. Selain itu, paparan radiasi dosis tinggi dalam jangka panjang juga menjadi faktor lingkungan yang harus diwaspadai bagi mereka yang bekerja di sektor tertentu.

Mengetahui faktor risiko di atas bukanlah untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mendorong kita agar lebih peduli terhadap sinyal yang diberikan oleh tubuh.

Jika Cantiks memiliki riwayat keluarga atau kondisi medis yang telah disebutkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk pemeriksaan rutin. Kesehatan adalah aset paling berharga, mari kita jaga bersama.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN