Bukan Cristiano Ronaldo, Inilah Akun Paling Banyak Kehilangan Pengikut di Instagram Pasca Meta Lakukan Bersih-Bersih

Doc: Daily Mail

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Gelombang besar pembersihan akun palsu dan tidak aktif yang dilakukan Instagram membuat jagat media sosial heboh.

Banyak akun dengan jumlah followers fantastis mendadak mengalami penurunan drastis hanya dalam waktu 24 jam.

Nama besar seperti Cristiano Ronaldo hingga Lionel Messi ikut terdampak, tetapi ternyata akun yang paling banyak kehilangan pengikut bukan milik Ronaldo.

Berdasarkan data yang ramai beredar di media sosial, akun resmi Instagram justru menjadi yang paling besar kehilangan followers setelah Meta melakukan operasi “bersih-bersih” bot terbesar sepanjang sejarah platform tersebut. Dalam 24 jam, akun Instagram tercatat kehilangan sekitar 10,9 juta pengikut.

20260508150544_Screenshot_274.jpg

(Akun yang kehilangan followers terbanyak, doc: Daily Mail)

Jumlah itu jauh melampaui akun Cristiano Ronaldo yang kehilangan sekitar 6,6 juta followers. Meski tetap menjadi salah satu akun dengan pengikut terbanyak di dunia, penurunan tersebut menunjukkan bahwa jutaan akun tidak aktif atau bot memang tersebar luas di platform media sosial.

Tak hanya Ronaldo, beberapa selebriti dunia lain juga mengalami penurunan signifikan. Lionel Messi tercatat kehilangan sekitar 4,8 juta followers, sementara Selena Gomez mengalami penurunan hingga 5,4 juta pengikut.

Aktor sekaligus mantan pegulat Dwayne Johnson atau The Rock juga terdampak dengan kehilangan sekitar 4,8 juta followers.

Meta menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari proses rutin untuk menghapus akun palsu, spam, dan profil yang sudah lama tidak aktif.

Tujuannya adalah menjaga kualitas interaksi di Instagram agar lebih sehat dan autentik.

“Sebagai bagian dari proses rutin kami untuk menghapus akun tidak aktif, beberapa akun Instagram mungkin telah melihat pembaruan pada jumlah pengikut mereka.

Pengikut aktif tetap tidak terpengaruh, dan akun yang disuspend akan dimasukkan kembali ke dalam penghitungan setelah verifikasi,” tulis Meta dalam pernyataannya.

Hal ini langsung memicu perdebatan di kalangan pengguna internet. Banyak warganet mulai mempertanyakan validitas jumlah followers para selebriti dan influencer dunia.

Pasalnya, selama ini angka pengikut kerap dijadikan tolok ukur popularitas dan nilai komersial sebuah akun.

Menariknya, beberapa akun besar ternyata tidak mengalami penurunan terlalu signifikan. Hal itu dianggap sebagai tanda bahwa basis pengikut mereka memang lebih organik dan aktif dibanding akun lain yang mungkin dipenuhi bot atau followers pasif.

Meta sendiri diperkirakan akan terus melakukan penyisiran serupa secara berkala. Artinya, jumlah followers para selebriti dunia kemungkinan masih bisa berubah dalam beberapa waktu ke depan seiring upaya Instagram membersihkan platform dari aktivitas spam dan manipulasi digital.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN